Sabtu, 06 April 2013

Sejarah Candi Borobudur Ditemukan

Jika Anda salah salah satu orang yang
pernah ke Candi Borobudur... Anda
harusnya bertanya, bagaimana sih Candi
dengan nilai kebudayaan setinggi ini dapat
ditemukan? secara nyata, Candi ini
memang ditemukan oleh kaum penjajah
Indonesia waktu itu. Untuk mengetahui
sejarh dan foto-foto candi borobudur
pertama cekidot...
Candi Borobudur Terkubur Lahar
Gunung Merapi
Salah satu pertanyaan yang kini belum
terjawab tentang Borobudur adalah
bagaimana kondisi sekitar candi ketika
dibangun dan mengapa candi itu
ditemukan dalam keadaan terkubur.
Beberapa ahli mengatakan Borobudur
awalnya berdiri dikelilingi rawa kemudian
terpendam karena letusan Merapi.
Hal tersebut berdasarkan prasasti
Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti
lautan susu. Kata itu yang kemudian
diartikan sebagai lahar Merapi,
kemungkinan Borobudur tertimbun lahar
dingin Merapi. Desa-desa sekitar
Borobudur, seperti Karanganyar dan
Wanurejo terdapat aktivitas warga
membuat kerajinan. Selain itu, puncak
watu Kendil merupakan tempat ideal
untuk memandang panorama Borobudur
dari atas. Gempa 27 Mei 2006 lalu tidak
berdampak sama sekali pada Borobudur
sehingga bangunan candi tersebut masih
dapat dikunjungi.
Sejarah ditemukannya candi
borobudur
Sekitar tiga ratus tahun lampau, tempat
candi ini berada masih berupa hutan
belukar yang oleh penduduk sekitarnya
disebut Redi Borobudur. Untuk pertama
kalinya, nama Borobudur diketahui dari
naskah Negarakertagama karya Mpu
Prapanca pada tahun 1365 Masehi,
disebutkan tentang biara di Budur.
Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi
(1709-1710) ada berita tentang Mas Dana,
seorang pemberontak terhadap Raja Paku
Buwono I, yang tertangkap di Redi
Borobudur dan dijatuhi hukuman mati.
Kemudian pada tahun 1758, tercetus
berita tentang seorang pangeran dari
Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro,
yang berminat melihat arca seorang
ksatria yang terkurung dalam sangkar.
Pada tahun 1814, Thomas Stamford
Raffles mendapat berita dari bawahannya
tentang adanya bukit yang dipenuhi
dengan batu-batu berukir. Berdasarkan
berita itu Raffles mengutus Cornelius,
seorang pengagum seni dan sejarah,
untuk membersihkan bukit itu.
Setelah dibersihkan selama dua bulan
dengan bantuan 200 orang penduduk,
bangunan candi semakin jelas dan
pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada
1834, Residen Kedu membersihkan candi
lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau
untuk penelitian lebih lanjut.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates