Minggu, 07 April 2013

Indonesia Sudah Punya Utang Rp . 206,8 Triliun Tahun 2012

Apakah Anda salah satu orang yang
mengagumi Indonesia karena masuk
dalam 5 negara dengan pertumbuhan
ekonomi terpesat di Asia? Eits, jangan
bangga dulu karena ternyata Indonesia
masih mempunyai utang yang cukup
besar... So, bantulah dengan membeli
surat utang/obligasi pemerintah... Mau
tau lebih lanjut? Cekidot...
Untuk menggenapi target surat utang
tahun 2012 yang dicanangkan sebesar
Rp270,4 triliun, pemerintah berencana
untuk kembali menerbitkan surat utang
untuk menggenapi target tersebut
Obligasi Negara Ritel atau Obligasi Ritel
Indonesia (ORI) Seri ORI009 menggenapi
jumlah surat utang negara (SUN) yang
telah dikeluarkan pemerintah tahun ini
menjadi sebanyak Rp206,8 triliun.
Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan
Utang (DJPU) Kemenkeu, Robert
Pakpahan, untuk menggenapi target surat
utang tahun 2012 yang dicanangkan
sebesar Rp270,4 triliun, pemerintah
berencana untuk kembali menerbitkan
surat utang untuk menggenapi target
tersebut.
"Realisasi penerbitan surat utang hingga
18 September lalu sebanyak Rp206,8
triliun, sehingga masih ada potensi untuk
menerbitkan surat utang lagi sekitar
Rp63,6 triliun hingga akhir tahuni ini,"
katanya di Jakarta, hari ini.
Menurut Robert, pemerintah akan
kembali merencanakan penerbitan surat
utang pada kuartal IV tahun ini, yang
rencananya dapat berupa obligasi
berdenominasi Yen (Samurai Bonds),
sukuk global, maupun SUN domestik.
Sayangnya, Robert masih enggan
menjabarkan lebih lanjut besaran nilai
yang akan dikeluarkan pemerintah untuk
masing-masing surat utang tersebut.
"Yang pasti, totalnya sekitar Rp63,6
triliun," ujarnya.
Optimisme penyerapan surat utang yang
dikeluarkan pemerintah, menurut Robert,
juga melihat kondisi pasar yang masih
cukup menjanjikan, kendati kondisi
ekonomi global masih belum pulih.
Selama ini, menurut Robert pula,
penyerapan pasar terhadap surat utang
yang diterbitkan pemerintah cukup baik,
sehingga pemerintah optimis surat utang
yang akan dikeluarkan dapat terserap
dengan maksimal oleh pasar.
"Kami optimis pasar bisa menyerap,"
tuturnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates