Senin, 30 September 2013

Tips dan trik wawancara kerja

WAWANCARA KERJA
Menjawab dengan cerdas, taktis dan
optimis Meski anda merasa pintar dan
brilian, jangan keburu yakin bahwa
semua pintu perusahaan akan terbuka
secara otomatis untuk anda. Sebab
kenyataannya, para tuan dan nyonya
pintar ini seringkali gagal dalam
wawancara. Alasannya ? tidak smart
dan taktis dalam menjawab
pertanyaan.
1. Ceritakan tentang diri anda
Erina Collins, seorang agen rekruitmen
di Los Angeles menyatakan seringkali
ada perbedaan yang mengejutkan
antara ketika kita membaca lamaran
seseorang dengan saat berhadapan
dengan si pelamar. “Pengalaman
menunjukkan, surat lamaran yang
optimis tidak selalu menunjukkan bahwa
pelamarnya juga sama optimisnya,”
kata Erina. Ketika pewawancara
menanyakan hal yang sederhana
seperti “Di mata anda, siapa anda?”
atau “Ceritakan sesuatu tentang
anda”, banyak pelamar menatap
pewawancaranya dengan bingung dan
lalu seketika menjadi tak percaya diri.
“Saya merasa biasa-biasa saja” atau
“tak banyak yang bisa saya ceritakan
tentang diri saya” seringkali menjadi
jawaban yang dipilih pelamar sebagai
upaya merendahkan diri. Selama ini
banyak artikel karir konvensional yang
menyarankan agar anda sebaiknya
merendahkan diri sebisa mungkin,
sebagai upaya mencuri hati si
pewawancara. “Tapi ini jaman modern.
Jawaban yang terlalu merendah dan
banyak basi-basi hanya menunjukkan
bahwa anda sebenarnya tidak yakin
dengan diri anda. Dan perusahaan
masa kini tidak butuh karyawan seperti
itu,” tegas Erina.
Pengalaman Eliana Burthon, staf
humas sebuah hotel berbintang di New
York mungkin menarik untuk disimak.
Ketika pewawancara memberinya satu
menit untuk bercerita tentang dirinya,
Eliana mengatakan “Saya Eliana
Burthon, anak pertama dari lima
bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di
koran sekolah. Disitu saya menulis,
mewawancarai orang-orang di sekitar
saya dan berhubungan dengan mereka.
Dari situ saya sadar alangkah
menariknya bisa bertemu dengan orang
banyak, berdiskusi dan mengetahui
banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya
senang musik, membaca dan
traveling.Ketika kuliah, saya sering
menulis pengalaman jalan-jalan saya,
atau sekedar memberi referensi kaset
yang sedang laris untuk koran kampus
saya.”
Meski tak memberikan jawaban yang
berbunga-bunga, apa yang diungkapkan
Eliana tentang dirinya menunjukkan
bahwa dirinya terbuka, ramah dan
punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu
cerdas dan efektif untuk
menggambarkan bagaimana dia
menyatakan secara implisit bahwa
dirinya merasa layak ditempatkan di
posisi yang diincarnya. Pewawancara
butuh jawaban seperti itu. Cukup
singkat, tapi menunjukkan optimisme
yang alamiah,” kata Erina Collins. Kalau
anda dipanggil untuk wawancara,
sebisanya persiapkan diri dengan baik.
Rasa percaya diri dan menunjukkan
bahwa anda menjadi diri sendiri adalah
yang terpenting. Pewawancara tidak
butuh jawaban yang berbunga-bunga,
berapi-api apalagi munafik. Pada
kesempatan pertama, mereka biasanya
ingin melihat bagaimana si pelamar
menghargai diri sendiri. Sebab itu,
buatlah beberapa poin tentang
kemahiran anda, hal-hal yang anda
sukai dan inginkan untuk masa depan
anda. Kalau telah menemukan poin -poin
itu, berlatihlah mengemukakan semua
itu dalam sebuah jawaban singkat yang
cerdas dan optimis.
2. Hati-hati pertanyaan jebakan
Siapapun idealnya tak suka menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang
memojokkan. Tapi begitulah
kenyataannya ketika anda
diwawancara. Seringkali banyak hal tak
terduga yang dilontarkan si
pewawancara dan membuat anda
seringkali kelepasan bicara. Dalam hal
ini, Erina memberi contoh
pengalamannya ketika mewawancarai
seorang pelamar tentang mengapa ia
memutuskan pindah kerja. “Ketika itu
saya tanya ‘apa yang membuat anda
memutuskan pindah kerja? tadi anda
bilang, lingkungan kerjanya cukup
nyaman kan?’ dan pelamar itu
menjawab ‘saya tidak suka bos saya.
Seringkali ia membuat saya jengkel
dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan
dan itupun tidak membuat gaji saya
naik.’Saya lalu berpikir, apa yang akan
dia katakan jika suatu saat keluar dari
perusahaan saya tentulah tak beda
buruknya dengan apa yang dia
ngkapkan pada saya tentang
perusahaan lamanya,” ungkap Erina.
Poinnya, taktislah dalam memberi
jawaban. Jangan pernah memberi
jawaban yang menjelekkan tempat kerja
anda yang lama atau apapun yang
konotasinya negatif. Lebih baik kalau
anda menjawab “saya menginginkan
ritme kerja yang teratur dan terjadwal.
Mengenai gaji, sebenarnya di tempat
kerja yang lama tak ada masalah, tapi
tentu saya senang kalau ada peluang
untuk peningkatan gaji.” Atau kalau
anda ditanya tentang kelemahan anda,
lebih baik tidak menjawab “saya sering
telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah
lebih taktis, misalnya “kadang saya
memang pelupa, tetapi beberapa waktu
ini sudah membaik karena saya selalu
mencatat segalanya di buku agenda.”
atau “saya sering kesal kalau kerja
dengan rekan yang lamban, tetapi
sebisanya kami berdiskusi bagaimana
caranya menyelesaikan kerja dengan
lebih cepat.”
Dalam wawancara, si pewawancara
selalu berupaya mengorek sedapat
mungkin tentang kepribadian pelamar.
Kadang pertanyaan sepele seperti
“Sudah punya pacar? Ada niat menikah
dalam waktu dekat?” sering ditanggapi
buru-buru oleh si pelamar dengan
menjawab misalnya “Sudah,rencananya
kami akan menikah akhir tahun ini.”
Padahal, menurut Erina,jawaban itu
bisa jadi penutup peluang kerja anda.
“Perusahaan selalu ingin diyakinkan
bahwa calon karyawannya hanya akan
fokus pada pekerjaan mereka,
terutama pada awal masa
kerja.Jawaban bahwa anda akan
menikah dalam waktu dekat justru
menunjukkan bahwa perusahaan
bukanlah fokus anda yang sebenarnya,
tetapi hanya seperti selingan,” ujar
Erina sambil menambahkan bahwa akan
lebih baik kalau anda menjawab “sudah,
tapi sebenarnya saya ingin mempunyai
pengalaman kerja yang cukup sebelum
memutuskan untuk menikah.”
3. Semangat dan bahasa tubuh
Dalam wawancara kerja, penampilan
memang bukan nomor satu tetapi
menjadi pendukung yang ikut
menentukan. Karena itu selain
berpakaian rapi, tidak seronok,
mencolok atau banyak pernik, tunjukkan
bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah
melipat tangan di dada pada saat
wawancara,karena memberi kesan
bahwa anda seorang yang kaku dan
defensif. Idealnya,tangan dibiarkan
bebas untuk mengekspresikan kata-
kata anda, tentu saja dengan tidak
berlebihan.
Selama wawancara berlangsung,
buatlah kontak mata yang intens.
Pelamar yang sering membuat kontak
mata menunjukkan keinginan untuk
dipercaya serta kesungguhan
memberikan jawaban. Rilekslah dan
sesekali tersenyumntuk menunjukkan
bahwa anda pribadi yang hangat.
Umumnya, perusahaan menyukai
pelamar yang menyenangkan.
Kurangi kata-kata “saya merasa…”
atau “saya kurang…” dan sebaiknya
gunakan “saya pikir…”,
“menurutpendapat saya..”, “saya
yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata
“saya merasa …” atau “saya kurang…”
mengesankan anda lebih sering
menduga, menggunakan perasaan,
tidak terlalu percaya diri dan tidak
menguasai persoalan. Cara berpakaian
yang baik dalam wawancara Berpakaian
yang “baik” dalam wawancara memang
tidak dapat digeneralisasikan karena
setiap perusahaan memiliki kebiasaan-
kebiasaan/budaya perusahaan yang
berbeda.
Namun, ada beberapa tips yang dapat
diingat, antara lain:
· Cari informasi terlebih dahulu tentang
perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan
mewawancarai anda. Beberapa
perusahaan memiliki peraturan atau
“kebiasaan” berpakaian secara formal,
tetapi ada juga yang semi formal, atau
bahkan ada yang bebas. Hal ini penting,
agar anda tidak dilihat sebagai “orang
aneh’, disesuaikan dengan posisi yang
akan dilamar. Bagi pelamar pria
disarankan menggunakan kemeja lengan
panjang dan berdasi, tidak perlu
menggunakan jas. Berpakaian rapih dan
bersih, tidak kusut. Hal ini memberi
kesan bahwa anda menghargai
wawancara ini.
· Berpakaian dengan warna yang tidak
terlalu menyolok
(mis.,mengkilap,ngejreng).
· Bagi pelamar wanita berpakaian yang
tidak terlalu ketat (rokbawah,kancing
baju atasan).
· Berpakaian dengan disain yang simple
(tidak telalu banyakpernik-pernik, toch
ini bukan acara pesta).
· Tidak berlebihan dalam menggunakan
wangi-wangian dan perhiasan.
Berapa gaji yang anda minta ?
Bila dalam wawancara, Anda ditanya
berapa gaji yang anda inginkan,
bagaimana cara menjawab pertanyaan
itu dengan baik tanpa menimbulkan
kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi
atau memberi kesan berapapun imbalan
yang diberikan Anda mau. Pada
umumnya perusahaan sudah mempunyai
rentang standar gaji untukjabatan-
jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar
untuk posisi yang lebih tinggi dan langka
biasanya memiliki kekuatan tawar
menawar yang lebih tinggi. Jadi
dalam menjawab pertanyaan tersebut
anda harus memperoleh gambaran dulu
imbalan total yang akan anda terima
dalam setahun.
Imbalan total adalah gaji dan tunjangan
lain yang diberikan termasuk insentif
dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan
apakah imbalan yang ditawarkan itu
termasuk PPH atau netto. Dalam
menjawab pertanyaan tersebut
jawablah imbalan yang anda harapkan
setahun. Berdasarkan harga pasar
yang sesuai untuk jabatan tersebut
serta nilai tambah yang anda miliki.
Jawablah dengan diplomatis: ” Saya
berpendapat perusahaan ini pasti
sudah mempunyai standar imbalan bagi
jabatan ini.
Berdasarkan pengalaman yang saya
miliki dan kontribusi yang dapat saya
berikan pada perusahaan ini, saya
mengharapkan imbalan yang akan
diberikan adalah minimal Rp. …/tahun
ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai
dengan peraturan perusahaan.
Negosiasi mengenai gaji pada saat ini
tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian
besar perusahaan, namun anda
diharapkan mengumpulkan informasi
dulu agar dapat bernegosiasi dengan
baik. Variasi pertanyaan dalam
wawancara
Bagi pelamar terutama bagi pemula
pencari kerja perlu mempersiapkan diri
dalam menghadapi pertanyaan-
pertanyaan yang akan dihadapi.
Berikut ini kami berikan variasi-variasi
pertanyaan yang kerap muncul dalam
wawancara:
Pertanyaan mengenai riwayat
pendidikan :
· Mengapa anda memilih jurusan
tersebut?
· Mata pelajaran apa yang anda paling
suka, jelaskan alasannya.
· Mata pelajaran apa yang kurang anda
sukai, jelaskan alasannya.
· Pada tingkat pendidikan mana anda
merasa paling berprestasi, mengapa?
· Apakah hasil ujian menggambarkan
potensi anda, jelaskan?
· Siapakah yang membiayai studi anda?
· Bagaimana teman-teman atau guru
mengambarkan mengenai diri anda?
· Dalam lingkungan macam apakah anda
merasa dapat bekerja paling baik?
Pertanyaan mengenai pengalaman
kerja :
· Ceritakan mengenai pengalaman kerja
anda
· Bagi yang belum pernah bekerja pada
umumnya diminta untuk menceritakan
mengenai aktivitas ekstra kurikuler
selama studi.
· Pekerjaan manakah yang paling
menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
· Pekerjaan manakah yang paling
menantang bagi anda dan bagaimana
anda menyelesaikan hal tersebut
· Dengan kolega macam apakah anda
senang bekerja sama?
· Dengan boss macam apakah anda
senang bekerja?
· Bagaimanakah anda memperlakuan
anak buah anda?
Pertanyaan mengenai sasaran anda :
· Mengapa anda ingin bekerja dalam
industri ini?
· Apakah yang mendorong anda
melamar kepada perusahaan kami?
· Apakah yang anda inginkan dalam 5
tahun mendatang?
· Apakah yang anda inginkan dalam
hidup anda?
· Apa yang anda lakukan untuk
mencapai sasaran anda?
Pertanyaan mengenai organisasi yang
ingin anda masuki :
· Apakah yang anda ketahui tentang
organisasi yang akan anda masuki?
· Menurut anda faktor faktor sukses
apa yang dibutuhkan seseorang untuk
bekerja disini?
· Apakah yang anda cari dalam bekerja?
· Bagaimana anda dapat berkontribusi
dalam perusahaan ini?
· Menurut anda apa visi dan misi dari
organisasi ini?
Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang
penting, persiapkan diri anda dengan
baik dan jangan pernah meremehkan
pertanyaan sekecil apapun dalam
wawancara kerja. Selamat bersaing!

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates