Selasa, 27 Agustus 2013

Setimpal Pahala Berjihad

Thabarani telah memberitakan dari Ummi
Kabsyah ra. yaitu seorang wanita dari suku
kaum Adzirah, yakni Adzirah Bani
Qudha'ah, bahwa dia telah berkata:
"Wahai Rasulullah! Bolehkah tidak aku
keluar berjihad dengan tentera ini dan
itu?" tanya Ummi Kabsyah. "Tidak boleh!"
jawab Beliau pendek saja. "Aku bukan
hendak berperang, tetapi aku dapat
menolong mengobati orang yang luka,
yang sakit, atau barangkali dapat memberi
minum orang yang sakit dan
mengurusnya!", pinta Ummi Kabsyah lagi.
"Kalaulah tidak nanti orang ramai heboh
mengatakan si fulanah itu keluar
berperang, niscaya aku akan
mengizinkanmu", jawab Nabi SAW. "Tetapi
sebaiknya, engkau tinggal di rumah saja!"
pesan Nabi SAW lagi. (Majma'uz-Zawa'id
5:323)
Bazzar telah memberitakan dari Abdullah
bin Abbas ra. dia berkata: Dalam suatu
peristiwa telah datang seorang wanita
kepada Nabi SAW sebagai wakil dari kaum
wanita lain, lalu berbicara kepada Beliau,
katanya: "Wahai Rasulullah! Aku ini
sebagai utusan dari kaum wanita untuk
bertanya tentang jihad. Dia telah
diwajibkan ke atas kaum lelaki saja, jika
mereka mendapat kemenangan akan
diberikan pahala yang besar, dan jika
mereka terbunuh dianggap hidup di sisi
Tuhan mereka dengan diberikan berbagai-
bagai rezeki dan kurnia. Kami kaum
wanita yang bersusah payah mengurus
segala keperluan mereka apa yang kami
dapat?!"
Jawab Nabi SAW: "Sampaikanlah berita ini
kepada siapa saja yang engkau temui dari
kaum wanita, bahwa taat kepada suami
dan mengakui hak suami itu adalah
setimpal dengan pahala jihad, malangnya
sangat sedikit di antara kamu yang dapat
melaksanakannya". (Riwayat Bazzar)
Manakala Thabarani meriwayatkan cerita
yang sama, tetapi sedikit panjang dari
yang di atas tadi, katanya: Kemudian telah
datang kepada Nabi SAW seorang wanita,
lalu berkata: "Aku ini adalah utusan kaum
wanita yang diutus kepadamu, dan siapa
saja di antara mereka, yang tahu ataupun
yang tidak tahu, semua mereka inginkan
aku datang kepadamu dan berbicara
denganmu. Bukankah Allah itu Tuhan
kaum lelaki dan kaum wanita, dan engkau
pula adalah Utusan Allah kepada kaum
lelaki dan kaum wanita?! Allah telah
mewajibkan jibad ke atas kaum lelaki,
maka jika mereka menang mereka
diberikan pahala yang besar, dan jika
mereka mati syahid mereka akan tinggal
di sisi Tuhan, mereka menikmati rezeki
dan kurnia-Nya. Apa yang dapat
menyamai pahala amalan mereka itu dari
ketaaatan kami kepada mereka?"
Jawab Nabi SAW: "Bila kaum wanita itu
mentaati suami mereka, dan mengenal
hak-haknya. Tetapi malangnya, sangat
sedikit sekali mereka yang dapat berbuat
seperti itu". (At-Targhib Wat-Tarhib
3:336)

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates