Selasa, 27 Agustus 2013

Keajaiban Sholat Tahajjud

Jangan abaikan salat Tahajud, karena
dalam pelaksanaannya memiliki makna
spektrum yang luas. Di antaranya bisa
menjadi manusia yang berprestasi sesuai
dengan status dan tugasnya. Artinya, bila
menjadi seorang ulama, jadilah ulama
yang berprestasi, bila menjadi gubernur,
jadilah gubernur yang berprestasi.
Selain itu, berhasil atau tidaknya
seseorang dalam kehidupan yang
dijalaninya tergantung kepada satu hal,
yaitu salat. “Sebaik-baiknya salat setelah
salat fardu adalah salat Tahajud. Jika
salatnya baik, semua kehidupannya akan
lurus dan benar, begitu juga dengan
sebaliknya.”, jangan pernah abaikan salat
Tahajud.
“Dan pada sebagian malam bertahajjudlah
dengannya sebagai tambahan bagimu
mudah-mudahan Tuhanmu
mengangkatmu ke tempat yang terpuji”.
(Surat al-Isra’, ayat 79)
Mengapa Allah menyuruh kita
bangun ditengah malam untuk
melaksanakan shalat tahajjud di tengah
malam? Apa rahasia dibalik perintah Allah
tersebut? Apakah betul orang-orang yang
bertahajjud ditengah malam akan diangkat
Allah ke tempat yang terpuji?
*Shalat Tahajjud, Stres dan Hormon
Kortisol (Hormon Stres)*Siapa bilang
ajaran dalam agama Islam hanya dogma
dan doktrin. DR. Muhammad Soleh, dosen
IAIN Surabaya, telah mampu membantah
pandangan tersebut melalui desertasi
yang ia pertahankan sehingga
mendapatkan gelar doktor dalam bidang
ilmu kedokteran pada Program Pasca
Sarjana Universitas Surabaya, dengan
judul “Pengaruh shalat Tahajjud terhadap
peningkatan perubahan respon ketahanan
tubuh imunologik: Suatu Pendekatan
Psikoneuroimunologi”, menyimpulkan jika
Anda melakukan shalat tahajjud secara
rutin, benar gerakannya, ikhlas dan
khusyu’ niscaya Anda akan terbebas dari
penyakit infeksi dan kanker.
Desertasi ini melibatkan 41
responden siswa SMU Luqman Hakim
Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya.
Dari 41 siswa, hanya 23 yang sanggup
yang sanggup menjalankan shalat tahajjud
selama satu bulan penuh. Setelah diuji
lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat
tahajjud selama dua bulan. Shalat tahjjud
dimulai pukul 2.00-3.30 wib sebanyak 11
rakaat, dengan dua rakaat sebanyak 4 kali
dan ditutup shalat witir sebanyak tiga
rakaat. Dan selanjutnya hormon kortisol
(hormon stres) dari 19 siswa tersebut
diperiksa di tiga laboratorium di Surabaya
(Pramitha, Prodia dan Klinika).
Apa yang terjadi? Para siswa yang
shalat tahajjud dengan rutin dan ikhlas
berbeda dengan siswa yang tidak
melaksanakan shalat tahajjud. Mereka
yang melaksanakan shalat tahajjud
tersebut memilki kadar hormon kortisol
yang rendah. Hal ini menandakan mereka
memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan
kemampuan individu yang tangguh
sehingga mampu menanggulangi masalah-
masalah sulit dengan lebih stabil.
Hormon kortisol merupakan salah
satu hormon stres. Kadar hormon ini
semakin meninggi ketika kita dalam
keadaan stres. Dengan kadar hormon
yang meninggi kita lebih mudah berbuat
salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat
kita kurang baik. Hormon ini oleh pakar
kesehatan dijadikan tolak ukur untuk
tingkat/derajat stres seseorang. Makin
stres seseorang maka hormon kortisol
semakin meninggi dalam darahnya.
Hormon kortisol memiliki kadar tertinggi
di waktu tengah malam hingga di waktu
pagi, terutama pagi-pagi sekali (normal di
pagi hari berkisar 38-690 nmol/liter,
sedangkan malam-nya 69-345 nmol/liter).
Stres dan depresi menjadi penyakit
yang lazim di zaman sekarang ini. Stres
sebenarnya keadaan yang positif bagi kita
jika digunakan dalam keadaan yang masih
wajar. Jika berlebihan maka kadar hormon
adrenalin dan hormon kortisol akan
meningkat sehingga menganggu sistem
kekebalan tubuh yang akhirnya kita
mudah terkena infeksi, penyakit maag,
asma, dan memperburuk penyakit
degenaratif kronis (kanker, diabetes,
rematik dan lain-lain).
Dengan shalat tahajjud yang
dilakukan secara rutin, ikhlas dan
khusyu’akan mampu menciptakan
karakter baru serta tangguh bagi
pelaksananya, sehingga kita akan memiliki
persepsi dan motivasi yang positip yang
nantinya akan terhindar dari stres.
Mungkin itulah maksud firman Allah pada
surah Al-Isra’, ayat 79 diatas tentang
diangkatnya para pelaksana shalat tahjjud
ke tempat yang terpuji. Allahua’lam.
*Mengapa Harus Tengah Malam?
*Kata tahajjud terambil dari kata hujud
yang berarti tidur. Kata tahajjud dipahami
oleh al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur
untuk melakukan shalat. Shalat ini juga
dinamakan Shalat Lail/Shalat Malam,
karena ia dilaksanakan di waktu malam
yang sama dengan waktu tidur. Shalat ini
terdiri dari dua sampai dengan delapan
rakaat.
Apa rahasia bangun di tengah malam
untuk shalat tahajjud? Hal ini telah
dijawab Allah pada surat al-Muzzammil,
ayat ke 6-7, berbunyi: “Sesungguhnya
bangun di waktu malam, dia lebih berat
dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
Sesungguhnya bagimu di siang hari
kesibukan yang panjang.”
Dari ayat tersebut ada dua hal yang
begitu mengesankan kita. Pertama,
sengaja untuk bangun malam. Kedua,
bacaan di malam hari memilki efek dan
dampak yang lebih mengesankan. Sengaja
bangun malam hanya bisa dilakukan oleh
orang memiliki niat yang kuat pula. Niat
yang yang kuat pasti didorong oleh
motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan
tersebut akan dilakukan dengan ikhlas dan
bersungguh-sungguh.
Shalat tahajjud dilakukan setelah
tidur. Apa manfaatnnya pula? Bangun
tidur pasti pikiran kita lebih fresh-segar.
Bayangkan dalam satu hari, jantung kita
berdetak sebanyak 100.000 kali, darah
kita mengalir melalui 17 juta mil arteri,
urat darah halus dan juga pembuluh-
pembuluh darah. Tanpa kita sadari rata-
rata sehari kita berbicara 4.000 kata,
bernafas sebanyak 20.000 kali,
menggerakkan otot-otot besar sebanyak
750 kali, dan mengopersikan 14 milyar sel
otak.
Manusia perlu istirahat. Dan tidur
adalah istirahat yang sangat baik menurut
ilmu kesehatan. Dengan tidur berarti
terjadi proses pemulihan sel tubuh,
penambahan kekuatan dan otak kita
kembali berfungsi dengan sangat baik. Tak
heran kalau Allah berkehendak agar shalat
tahjjud dikerjakan setelah tidur. Kurang
baik jika dilakukan langsung setelah kita
begadang malam. Dengan pikiran yang
fresh akan membantu kita untuk lebih
khusyu’ memaknai ayat-ayat Allah yang
kita baca.
Bacaan di malam hari lebih
mengesankan dibandingkan di siang hari,
mengapa demikian? Pernahkan kita
mengingat orang atau teman kita yang
hobinya bermain break-breakan (orari).
Mereka lebih senang akan memilih
berkomunikasi di malam hari kira-kira
mulai pukul 02.00-04.00 tengah malam.
Kalau kita tanya kenapa mereka suka
ngebreak di waktu tersebut, mereka
menjawab suara yang dihasilkan di waktu
itu lebih cukup bagus dan jernih,
walaupun daya jangkaunya sangat jauh.
Berbeda dengan siang hari suara breaker
tidak begitu jelas banyak frekuensi lain
yang menganggu.
Ini menandakan bangun di tengah
malam dan bershalat tahajjud sangat baik
untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dan
komunikasi yag kita lakukan semuanya
berbasis pada pancaran energi. Penulis
punya pengalaman menarik terhadap
seseorang yang berumur setengah baya
ketika berbicara dalam sebuah forum,
dimana tutur katanya begitu santun
didengar, wajahnya penuh percaya diri
dan enak untuk dipandang, memiliki
karakter yang kuat untuk mempengaruhi
orang yang berinteraksinya dengannya.
Pada sebuah kesempatan penulis
bertanya :”Apa kira-kira rahasia kelebihan
yang saudara miliki selama ini?”. Ia
menjawab dengan singkat dan
santun,”Disiplinkan diri dengan bershalat
tahajjud!”.
*Meditasi dan Tahjjud*Meditasi
berarti keheningan, diam dan kesendirian.
Keheningan muncul apabila pikiran sadar
kita telah berhenti sepenuhnya. Diam
berarti berhentinya aktivitas fisik
sedangkan kesendirian berati kita harus
melakukanya sendiri tanpa bantuan,
tuntutan, atau kehadiran orang lain.
John Kehoe, penulis buku terlaris
‘Mind Power’ pernah melakukan tapa
brata dengan menyingkirkan diri dari
hiruk piruk dunia, kemudian menyepi
didalam hutan untuk melakukan meditasi.
Hal ini ia lakukan untuk menembus batas
kesadaran tertinggi atau lapiasan terdalam
pikiran bawah sadarnya melalui kesunyian
dan pencarian diri.
Banyak dari mereka melakukan
metoda meditasi lewat relaksasi senam
ringan, olah napas, pindah ketempat yang
sunyi dengan menghidupkan kaset-kaset,
CD pencerahan. Bahkan ada yang
menggunakan aroma terapi wewangian,
tak heran terlalu besar biaya yang
dikeluarkan hanya untuk bermeditasi saja.
Padahal Allah telah memberikan jalan
alternatip ke kita pada 14 abad yang lalu
untuk lebih dekat dengan-Nya lewat
pelaksanaan shalat malam, karena shalat
adalah salah satu bentuk meditasi. Selama
ini kita terjebak pada belenggu diri kita
sendiri yang menjadikan shalat sebagai
kewajiban semata bukan sebuah
kebutuhan, kalau tidak shalat akan masuk
neraka, terkesan Tuhan yang
membutuhkan kita. Ironis.
Padahal untuk melakukan shalat
tahjjud kita tak perlu ke hutan,
mengasingkan diri, cukup bangun di
tengah malam kemudian
berwudu’ (bersuci) secara sederhana
menurut rukun dan syaratnya. Tak perlu
biaya mahal, hanya perlu tempat dan
sajadah yang bersih.
*Kesimpulan*Jika kita melaksanakan
shalat tahajjud secara rutin, benar
gerakannya, ikhlas dan khusyu’ akan
memiliki daya tahan tubuh yang kuat,
sehingga tidak mudah stres ketika
menghadapi problematika kehidupan.
Dengan shalat tahajjud pasti hati kita akan
semakin lembut, jernih dan berenergi
tinggi, sehingga bacaan shalat beserta
hikmah-hikmah yang terkandung mengalir
deras dalam relung-relung jiwa kita dan
menjadi pelita hidup di kemudian hari.
Semoga Allah mengangkat kita ke tempat
yang terpuji.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates