Selasa, 27 Agustus 2013

7 kisah lucu dan memotivasi

dan piring, sedangkan ayah dan putranya
menonton TV di ruang tamu. Mendadak,
dari arah dapur terdengar suara piring
yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si
putra memandang ke arah ayahnya dan
berkata, “Pasti ibu yang memecahkan
piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata
si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia
memarahi orang lain,” sahut anaknya.
Kita semua sudah terbiasa menggunakan
standar yang berbeda melihat orang lain
dan memandang diri sendiri, sehingga
acapkali kita menuntut orang lain dengan
serius, tetapi memperlakukan diri sendiri
dengan penuh toleran.
2. Ada dua grup pariwisata yang pergi
bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang.
Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang
jalan terdapat banyak lubang. Salah satu
pemandu berulang-ulang mengatakan
keadaan jalannya rusak parah dan tak
terawat. Sedangkan pemandu yang
satunya lagi berbicara kepada para
turisnya dengan nada puitis, “Yang kita
lalui sekarang ini adalah jalan protokol
ternama di Yi Do yang bernama jalan
berdekik yang mempesona.”
Walaupun keadaannya sama, namun
pikiran yang berbeda akan menimbulkan
sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah
suatu hal yang sangat menakjubkan,
bagaimana berpikir, keputusan berada di
tangan Anda.
3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka
memiliki cita-cita yang sama pula yaitu
menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti
mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang
luhur, anak yang tidak bisa dibina!”
Sedangkan guru dari Barat akan bilang,
“Semoga Anda membawakan kecerian
bagi seluruh dunia!”
Terkadang orang yang lebih tua, bukan
hanya lebih banyak menuntut daripada
memberi semangat, malahan sering
membatasi definisi keberhasilan dengan
arti yang sempit.
4. Istri sedang memasak di dapur. Suami
yang berada di sampingnya mengoceh tak
berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati!
Apinya terlalu besar. Ikannya cepat
dibalik, minyaknya terlalu banyak!”
Istrinya secara spontan menjawab, “Saya
mengerti bagaimana cara memasak
sayur.” Suaminya dengan tenang
menjawab, “Saya hanya ingin dirimu
mengerti bagaimana perasaan saya … saat
saya sedang mengemudikan mobil,
engkau yang berada disamping mengoceh
tak ada hentinya.”
Belajar memberi kelonggaran kepada
orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda
mau dengan serius berdiri di sudut dan
pandangan orang lain melihat suatu
masalah.
5. Sebuah bus yang penuh dengan
muatan penumpang sedang melaju
dengan cepat menelusuri jalanan yang
menurun, ada seseorang yang mengejar
bus ini dari belakang. Seorang penumpang
mengeluarkan kepala keluar jendala bus
dan berkata dengan orang yang mengejar
bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak
mungkin bisa mengejar!” Orang tersebut
menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .”
Dengan nafas tersenggal-senggal dia
berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus
ini!”
Ada sebagian orang harus berusaha keras
dengan sangat serius, jika tidak demikian,
maka akibatnya akan sangat tragis! Dan
juga dikarenakan harus menghadapi
dengan sekuat tenaga, maka kemampuan
yang masih terpendam dan sifat-sifat
khusus yang tidak diketahui oleh orang
lain selama ini akan sepenuhnya muncul
keluar.
6. Si A : “Tetangga yang yang baru pindah
itu sungguh jahat, kemarin tengah malam
dia datang ke rumah saya dan terus
menerus menekan bel di rumah saya.”
Si B : “Memang sungguh jahat! Adakah
Anda segera melapor polisi?”
Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka
orang gila, yang terus menerus meniup
terompet kecil saya.”
Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika
sebelumnya kita bisa melihat kekurangan
kita sendiri, maka jawabannya pasti
berbeda.
7. Zhang San sedang mengemudikan
mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika
dengan santai menikmati pemandangan
yang indah, mendadak dari arah depan
datang sebuah truk barang. Si sopir truk
membuka jendela dan berteriak dengan
keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang
San menjadi emosi, dia juga membuka
jendela memaki, “Kamu sendiri yang
babi!” Baru saja selesai memaki, dia telah
bertabrakan dengan gerombolan babi
yang sedang menyeberangi jalan.
Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari
orang lain, hal tersebut akan
menyebabkan kerugian Anda, juga
membuat orang lain terhina.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates