Minggu, 18 November 2012

Kisah 25 Nabi dan Rasul - Nabi Ayub AS -

Membaca kisah Nabi Ayub as , maka
kita akan terkagum-kagum dengan
ketakwaannya yang tinggi, Ia
menyayangi orang-orang miskin,
memelihara janda-janda dan anak-anak
yatim, serta menghormati tamu. Ia juga
menyeru kepada kaumnya supaya
menyembah kepada Allah Swt.
Allah Swt Berfirman dalam Al-Quran
surat An-Nisa’ ayat 163 :
” Sesungguhnya Kami telah memberikan
wahyu kepadamu sebagaimana Kami
telah memberikan wahyu kepada Nuh
dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan
Kami telah memberikan wahyu (pula)
kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub
dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus,
Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan
Zabur kepada Daud.”
Para ulama tafsir dan tarikh
meriwayatkan bahwa nabi Ayub as
adalah orang kaya yang banyak hartanya,
kekayaannya meliputi, unta-unta yang
sehat, hamba sahaya, ternak, dan tanah-
tanah yang luas di daerah Batsinah dari
Negeri Hauran.
Musibah yang Menimpa Nabi Ayub
Nabi Ayub as, dikenal mempunyai
banyak anak, tapi kemudian Allah
memberi ujian dengan memusnahkan
harta kekayaannya. Selain hartanya yang
Allah uji, Ia terkena bermacam-macam
penyakit, sampai tidak ada anggota
tubuhnya yang utuh, kecuali jantung/hati
dan lidahnya yang selalu berzikir kepada
Allah Azza wa Jalla .
Namun demikian dia tetap bersabar dan
berzikir kepada Allah malamdan siang ,
pagi dan sore. Penyakitnya yang diderita
nabi Ayub berlangsung lama, sehingga ia
dijauhi oleh teman-temannya dan
diasingkan dari negerinya.
Tidak ada seorangpun yang
menjenguknnya, kecuali istrinya yang
menungguinya dengan setia dan penuh
kasih sayang. Hal ini tidak lain karena
istrinya selalu ingat kebaikan-kebaikan
yang nabi Ayub lakukan kepadanya. Istri
nabi Ayub selalu bolak-balik menemui
nabi Ayub, untuk membantu memenuhi
segala keperluannya
Pada suatu hari, lemahlah keadaan
istrinya dan berkuranglah hartanya,
sehingga ia terpaksa bekerja pada orang
lain dengan mendapat upah, untuk
memberi makan Ayub dan
menolongnya. Istrinya tetap bersabar,
kendati mereka telah kehilangan harta
dan anak, di tambah lagi dengan
musibah yang menimpa suaminya,
sehingga ia harus bekerja pada orang
lain.
Kesabaran Luar Biasa
Semua ujian ini menjadikan Nabi Ayub
semakin bertambah kesabaran.
Harapan, pujian dan rasa syukur Nabi
Ayub kepada Allah, akhirnya dibuat
perumpamaan bagi-bagi orang-orang
yang sabar seperti kesabaran nabi Ayub
as, dan juga dibuat perumpamaan orang
yang mengalami macam-macam cobaan
seperti cobaan Ayub.
Para ulama berbeda pendapat mengenai
masa cobaannya, ada yang mengatakan
3 tahun dan ada yang mengatakan 7
tahun beberapa bulan, dan ada yang
mengatakan 18 tahun.
Diriwayatkan kepada istrinya berkata:
“Hai Ayub, seandainya engkau berdoa
kepada Tuhanmu , niscaya Dia akan
membebaskanmu. “Ayub menjawab:
“Aku telah hidup 70 tahun dalam
keadaan sehat, sedang itu sangat sedikit
bagi Allah jika aku bersabar untuknya 70
tahun.
Diriwayatkan pula bahwa setiap ditimpa
musibah ia mengucapkan: “YaAllah,
Engkau yang mengambil dan Engkau
yang memberi.”
Ahli-ahli sejarah telah meriwayatkan
kisah nabi Ayub yang bahannya diambil
dari kitab Ayub, dan juga dari tafsir
Yahudi terhadap Taurat yang bernama
Hajadah . Bahan tersebut tidak dipakai
oleh ulama Islam yang bisa dipercaya,
lantaran banyaknya campuran di
dalamnya dan banyak riwayat
selundupan.
Sebagian ahli tafsir telah mengkritik
macam bencana yang menimpa Ayub,
hingga menyebabkan ia dihindari orang,
diusir dari rumahnya keluar kota di
dekat tempat sampah, dan tidak ada
yang berhubungan dengannya kecuali
istrinya yang membawakan bekal dan
makanan. Maka semua itu berasal dari
Isra’iliyat yang wajib diyakini
kedustaannya, karena ia bukan sandaran
yang benar dan mendukung riwayat
tersebut.
Disamping itu, karena diantara syarat-
syarat kenabian ialah tidak adanya
penyakit-penyakit yang membuat orang
lari dari nabi itu, sebab apabila nabi itu
demikian, maka ia pun tidak dapat
berhubungan dengan masyarakat dan
tidak dapat menyampaikan syariat atau
hukum-hukumnya.
Kisah Nabi Ayub dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an menjelaskan ujian yang
menimpa tubuh nabi Ayub, dimana ia
berdoa kepada Allah yang bisa
membebaskan dari bencana dan
mengembalikan keluarganya kepadanya.
Allah Swt. Berfirman dalam Al-Quran
surat  Al-Anbiya : 83-84
“dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia
menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku),
sesungguhnya aku telah ditimpa
penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang
Maha Penyayang di antara semua
penyayang. Maka Kami pun
memperkenankan seruannya itu, lalu
Kami lenyapkan penyakit yang ada
padanya dan Kami kembalikan
keluarganya kepadanya, dan Kami lipat
gandakan bilangan mereka, sebagai
suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk
menjadi peringatan bagi semua yang
menyembah Allah. "
Allah Swt. Berfirman dalam Al-Quran
surat Shad ayat 41-42:
“Ceritakan riwayat hamba Kami Ayyub
ketika berseru kepada Tuhannya: “Aku
ditimpa kepayahan dan penyakit yang
disebabkan setan.” Maka Allah
berfirman kepadanya:” Hentakkanlah
kakimu dibumi, niscaya timbul air yang
sejuk untuk mandi dan minum.”
Cara penyembuhannya dijelaskan dalam
firman Allah Ta’Ala dalam Al-Quran
surat : Shad ayat 42
“(Allah berfirman): "Hantamkanlah
kakimu; inilah air yang sejuk untuk
mandi dan untuk minum.”
Maka Allah memancarkan air dingin dan
menyuruhnya mandi dan minum dari
situ, sehingga Allah menyingkirkan
penyakit yang menimpa tubuhnya lahir
dan batin.
Pembatalan Sumpah
Nabi Ayub bersumpah dalam sakitnya,
bahwa ia akan memukul istrinya dengan
100 kali dera jika ia sembuh, karena
istrinya pergi untuk salah satu tugas dan
lambat menjalankan tugas itu.
Berhubung istrinya itu baik
pelayanannya terhadap Ayyub, maka
Allahmenghalalkan sumpahnya dengan
sesuatu yang remeh, yaitu dengan
menyuruh Ayub mengambil seikat tali
jerami atau semacam itu dan
memukulkannya sekali kepada istrinya,
dan ini sama dengan pukulan seratus
kali dera. Dengan sedemikian hingga,
terlaksanalah sumpahnya, yang menjadi
jalan keluar bagi siapa yang bertakwa
kepada Allah dan taat kepada-Nya,
terutama dalam hak istrinya yang saleh
dan sabar.
Allah berfirman dalam Al-Quran surat :
Shad ayat 42
“Dan ambillah dengan tanganmu seikat
(rumput), maka pukullah dengan itu dan
janganlah kamu melanggar sumpah.
Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub)
seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik
hamba. Sesungguhnya dia amat taat
(kepada Tuhan-nya)).

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates