Minggu, 27 Oktober 2013

Suhu

Panas atau hangatnya udara disebut

suhu udara. Permukaan bumi

dipanasi sinar matahari. Udara

dihangatnya oleh bahang yang naik

dari permukaan bumi yang hangat.

Saat terpanas selama siang hari

adalah terdapat sesudah tengah

hari. Ketinggian matahari yang

berubah-ubah pada waktu yang

berlainan dalam setahun

menyebabkan musim panas lebih

hangat dari musim gugur, musim

dingin ataupun musim semi.

Semakin tinggi suatu tempat makin

rendah suhunya.

Bumi memperoleh bahang dari

matahari. Karena sebagian besar

udara terdiri dari gas, maka cahaya

matahari menembus atmosfer secara

amat mudah. Tidak semua bahang

matahari sampai di bumi. Sebagian

dipantulkan kembali ke angkasa.

Sebagian dis erap awan. Sebagian

yang sampai di bumi membuatnya

panas. Permukaan yang menjadi

panas menghangatkan udara yang

terdapat tepat di atasnya. Karena

ringan, udara panas naik. Sewaktu

udara panas naik, udara sejuk

selanjutnya dipanasi oleh muka

bumi yang hangat. Udara ini

menjadi lebih ringan dan naik.

Demikianlah timbulnya arus udara.

Kedudukan matahari di langit

berpengaruh langsung pada suhu.

Pada musim panas matahari tinggi

di langit. Jumlah bahang yang

sampai di permukaan bumi

terpusat. Pada musim dingin

matahari rendah di langit. Karena

sinarnya miring terhadap

permukaan bumi, bahang tidak

begitu terpusat. Oleh karena itu

musim panas lebih hangat daripada

musim dingin.

Suhu paling rendah terjadi tepat

sebelum fajar. Ini karena

permukaan bumi menjadi dingin

dengan cepat sesudah matahari

tenggelam. Suhunya turun terus

sejak matahari tenggelam sampai

fajar berikutnya.

Published with Blogger-droid v2.0.4

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates