Minggu, 29 April 2012

Samudra Pasai : Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia

Kerajaan  Samudra  Pasai merupakasn kerajaan Islam Peratama Di Indonesia.   Kerajaaan itu merupakan Hasil proses  Islamisasi di daerah pantai yang pernah disinggahi Oleh para pedagang muslim dari Arab , Persia , dan India   Sejak abad Ke  7 dan  8 M.. Munculnya kerajaan itu disebabkan oleh kemunduran kerajaan maritime Sriwijaya.. Kerajaan Samudra Pasai didirikan oleh Malikul  Saleh.   Sebelum menganut  agama Islam , ia bernama Merah  Sile atau Marah Selu , Putra Marah Gajah yang merupakan seorang bangsawan dari Pasai (  Marah merupakan  gelar para bangsawan di Pasai) .  Kerajaan  Samudera Pasai Terletak di Muara sungai Peusangan di pesisir  Timur Aceh.  

        Raja Pertama Kerajaan Samudera Pasai adalah  Malikul  saleh.  Pada Masa pemerintahannya , kerajaan Samudera Pasai berkembang  menjadi  besar dan penting artinya bagi perdagangan mancanegara.   Kerajaan Samudra Pasai  dapat berkembang  menjadi besar karena terletak di Jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia, yaitu perairan Selat Malaka.   Oleh karena itu , banyak pedagang  dari India, Gujarat, dan   Cina datang Ke Samudera Pasai.
      Berkat kemajuan Perdagangan  ,  Samudra Pasai  berkembang menjadi kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang kuat. Guna memperluas pengaruhnya , Sultan Malikul  Saleh Berupaya menguasai daerah Pedalaman  .  Daerah yang berhasil dikuasai  , antara lain Tamiang,  Perlak, dan Takus.  Daerah tersebut   akhirnya masuk Islam.   Setelah Malukul Saleh  Wafat, ia  dimakamkan di Samudra Pasai. Di atas makamnya di bangun batu nisan yang bercirikan Islam.   Batu Nisan Tersebut berangka tahun 635 Hijriah  atau 1297 Masehi.  Batu  nisan Inilah yang menjadi Petunjuk bagi kita bahwa Samudera Pasai merupakan Kerajaan Islam Pertama di Indonesia . Penggantinya adalah putranya yang Bernama Malikul Tahir.  Pada masa pemerintahannya  , singgah seorang musafir dari Maroko yang bernama Ibnu Batutah.. Kemudian Sultan Malikul Tahir digantikan oleh Malik As Zhahir .  Malik As ahaleh  memiliki dua orang putra yang bernama  Malik Al Mahmud dan  Malik al Mansyur.  Ketika Masih kecil Keduanya diasuh oleh Sayid Ali Ghiatuddin dan Sayid Asmayuddin.   Kedua orang putranya itulah yang kelak mewarisi takhta kerajaan dan kedua pengasuhnya itu menjadi perdana menteri.  Ibu kota kerajaan Samudera Pasai  pernah di Lhoksumawe.
         Kehidupan Sosial Masyarakat kerajaan Samudera Pasai diatur  berdasarkan ajaran  Islam atau hukum  Islam. Dalam  Pelaksanaanya terdapat banyak persamaan dengan  kehidupan Sosial Masyarakat arab.   Hal itu disebabkan oleh pengaruh dari para pedagang Islam  dari Persia, Arab,  dan India yang sejak  abad ke 7 dan abad ke 8 telah  singgah di Samudra Pasai.  Karena kehidupan  sosial kerajaan Samudra Pasai mempunyai banyak persamaan dengan kehidupan sosial masyarakat Arab,  Sehingga daerah itu  mendapat julukan Serambi Mekah.
           Kehidupan Ekonomik kerajaan samudra Pasai menitikberatkan Kepada  sektor perdagangan , Karena Kerajaan Samudra Pasai terletak di Jalur  Pelayaran dan Perdagangan Dunia , Yaitu Selat Malaka.  Keadaan itu juga sangat mendukung kreativitasnya  masyarakatnya untuk terjun Langsung ke Bidang Perdagangan .    Pada masa Pemerintahan malik Al saleh , Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi Kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang sangat kuat . Guna mengamankan diri dari serangan kerajaan Siam yang daerahnya meliputi semenanjung Malaya,  Kerajaan Samudra Pasai mengadakan hubungan langsung dengan  Kerajaan Cina. 
        Perkembangan ekonomi masyarakat Kerajaan Samudra Pasai yang Sangat Pesat menjadi  perhatian dan sekaligus menjadi incaran dari kerajaan lain  sekitarnya .  Setelah Kerajaan Samudra Pasai dikuasai  Oleh kerajaan Malaka, maka  pusat perdagangan di pindahkan ke Bandar Malaka.
          Sebagai Kerajaan Maritim,  Samudra Pasai tidak ditemukan peninggalan budaya. Benda hasil kebudayaan di Kerajaan Samudra Pasai , Seperti  batu nisan atau  jirat putri raja Pasai yang didatangkan dari Gujarat.  Jadi Kerajaan samudra Pasai  tidak ditemukan  hasil budaya masyarakat asli setempat.
Sumber:
Sejarah 2 SMA/MA  , Penerbit Bumi Aksara
Pengetahuan Sosial  Sejarah Untuk Kelas 1 SMP /  Mts,  Tiga Serangkai

Fakta Tentang Cewek (┌_┐)

Persahabatan Kado 4 cewek

“Ya, saya tawarkan diary ini dengan harga awal dua puluh ribu rupiah!” teriaknya lantang.
Keempat cewek ini kompak banget. Dina, Rina, Tina, dan Mirna ke mana-mana selalu berempat.
Kalo ke kantin pasti ketemu dengan empat cewek ini, ke perpustakaan juga begitu, ke lapangan basket juga, bahkan sampai ke kamar kecil sekali pun pasti ada empat makhluk-makhluk manis ini. Aku sih geleng-geleng kepala aja setiap kali bertemu mereka.

THE CLAUSES

The Clause
Recognize a clause when you see one.
Clauses come in four types: main [or independent], subordinate [or dependent], adjective [or relative], and noun. Every clause has at least a subject and a verb. Other characteristics will help you distinguish one type of clause from another.
Main Clauses
Every main clause will follow this pattern:
subject + verb = complete thought.
Here are some examples:
Lazy students whine.
Students = subject; whine = verb.
Cola spilled over the glass and splashed onto the counter.
Cola = subject; spilled, splashed = verbs.
My dog loves pizza crusts.
Dog = subject; loves = verb.
The important point to remember is that every sentence must have at least one main clause. Otherwise, you have a fragment, a major error.
Subordinate Clauses
A subordinate clause will follow this pattern:
subordinate conjunction + subject + verb = incomplete thought.
Here are some examples:
Whenever lazy students whine
Whenever = subordinate conjunction; students = subject; whine = verb.
As cola spilled over the glass and splashed onto the counter
As = subordinate conjunction; cola = subject; spilled, splashed = verbs.
Because my dog loves pizza crusts
Because = subordinate conjunction; dog = subject; loves = verb.
The important point to remember about subordinate clauses is that they can never stand alone as complete sentences. To complete the thought, you must attach each subordinate clause to a main clause. Generally, the punctuation looks like this:
main clause + Ø + subordinate clause.
subordinate clause + , + main clause.
Check out these revisions to the subordinate clauses above:
Whenever lazy students whine, Mrs. Russell throws chalk erasers at their heads.
Anthony ran for the paper towels as cola spilled over the glass and splashed onto the counter.
Because my dog loves pizza crusts, he never barks at the deliveryman.

Asal Mula Nama Palembang (⌒˛⌒)

Pada zaman dahulu, daerah Sumatra Selatan dan sebagian Provinsi Jambi berupa hutan belantara yang unik dan indah. Puluhan sungai besar dan kecil yang berasal dari Bukit Barisan, pegunungan sekitar Gunung Dempo, dan Danau Ranau mengalir di wilayah itu. Maka, wilayah itu dikenal dengan nama Batanghari Sembilan. Sungai besar yang mengalir di wilayah itu di antaranya Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Ogan, Sungai Rawas, dan beberapa sungai yang bermuara di Sungai Musi. Ada dua Sungai Musi yang bermuara di laut di daerah yang berdekatan, yaitu Sungai Musi yang melalui Palembang dan Sungai Musi Banyuasin agak di sebelah utara.
Karena banyak sungai besar, dataran rendah yang melingkar dari daerah Jambi, Sumatra Selatan, sampai Provinsi Lampung merupakan daerah yang banyak mempunyai danau kecil. Asal mula danau-danau kecil itu adalah rawa yang digenangi air laut saat pasang. Sedangkan kota Palembang yang dikenal sekarang menurut sejarah adalah sebuah pulau di Sungai Melayu. Pulau kecil itu berupa bukit yang diberi nama Bukit Seguntang Mahameru.
Keunikan tempat itu selain hutan rimbanya yang lebat dan banyaknya danau-danau kecil, dan aneka bunga yang tumbuh subur, sepanjang wilayah itu dihuni oleh seorang dewi bersama dayang-dayangnya. Dewi itu disebut Putri Kahyangan.
Sebenarnya, dia bernama Putri Ayu Sundari. Dewi dan dayang-dayangnya itu mendiami hutan rimba raya, lereng, dan puncak Bukit Barisan serta kepulauan yang sekarang dikenal dengan Malaysia. Mereka gemar datang ke daerah Batanghari Sembilan untuk bercengkerama dan mandi di danau, sungai yang jernih, atau pantai yang luas, landai, dan panjang. Karena banyaknya sungai yang bermuara ke laut, maka pada zaman itu para pelayar mudah masuk melalui sungai-sungai itu sampai ke dalam, bahkan sampai ke kaki pegunungan, yang ternyata daerah itu subur dan makmur. Maka terjadilah komunikasi antara para pedagang termasuk pedagang dari Cina dengan penduduk setempat.
Daerah itu menjadi ramai oleh perdagangan antara penduduk setempat dengan pedagang. Akibatnya, dewi-dewi dari kahyangan merasa terganggu dan mencari tempat lain. Sementara itu, orang-orang banyak datang di sekitar Sungai Musi untuk membuat rumah di sana. Karena Sumatra Selatan merupakan dataran rendah yang berawa, maka penduduknya membuat rumah yang disebut dengan rakit.
Saat itu Bukit Seguntang Mahameru menjadi pusat perhatian manusia karena tanahnya yang subur dan aneka bunga tubuh di daerah itu. Sungai Melayu tempat Bukit Seguntang Mahameru berada juga menjadi terkenal. Oleh karena itu, orang yang telah bermukim di Sungai Melayu, terutama penduduk kota Palembang, sekarang menamakan diri sebagai penduduk Sungai Melayu, yang kemudian berubah menjadi penduduk Melayu.

arti teman

Teman sejati adlh mereka yg selalu ada disisimu, bukan hanya pada saat km berjaya, namun juga pada saat km tak berdaya..

ANGIN MAMIRI

angin mamari ku pasang

pitujui tongtongana


tusarua takkan lupa


eaule na mangu rangi


tutenaya, tutenaya parisina

batumi angin mamiri


angin ngerang dingin-dingin


nama lonta sari kuku


eaule na mangu rangi


matolorang, matolorang jenemato

Template by:

Free Blog Templates