Selasa, 08 Januari 2013

10 Kendaraan Tercepat Di Dunia

1. USS Albacore (AGSS-569): Fastest
Underwater Vehicle in the World
Pada kecepatan 25 knot di permukaan
dan 33 knot saat menyelam, USS Albacore
(AGSS-569) adalah kendaraan tercepat
bawah air di dunia. Kapal ini adalah kapal
selam penelitian unik yang dipelopori
Amerika versi titisan air mata bentuk
lambung kapal selam modern. Ditetapkan
pada tahun 1952 dan diluncurkan pada
tahun 1953.
2. Aquada: Fastest Amphibious Car in
the World
The Aquada adalah kendaraan amfibi
tercepat yang pernah dibuat, dilengkapi
dengan HSA (High Speed Amfibi)
teknologi dari perusahaan Inggris, Gibbs
Technologies. Di darat, ia mampu
kecepatan maksimum 160 km / jam atau
100 mph dan 50 km / h atau 30 mph (26
knot) di atas air. Kendaraan dilengkapi
dengan pertengahan terpasang mesin
bensin V6, yang mengemudikan roda
belakang. Ini adalah kendaraan amfibi
kecepatan tinggi. Mesin unik ini
dikembangkan di Inggris dan Detroit dan
diperkirakan akan mulai dijual di Amerika
Serikat tahun ini dengan harga $ 85,000.
3. Bob Windt’s Hovercraft: Fastest
Hovercraft in the World
The World’s Hovercraft Speed Record
pada 18 September 1995 yang
diselenggarakan di Portugal
dimenangkankan oleh Bob Windt dari AS
dengan kecepatan 137,4 km / jam atau
85,87 mph. Windt mantan insinyur
penerbangan di McDonnell Douglas,
adalah pendiri Universal Hovercraft dan
dianggap sebagai “sang godfather”
hovercraft pribadi oleh Saluran Belajar
Junkyard Wars.
4. Bentley Continental GT: Fastest Car
on Ice
Bentley Continental GT saat ini adalah
mobil tercepat di dunia dilandasan es
memecahkan rekor sebelumnya 296 km /
h (184 mph) dicapai oleh Bugatti EB110
Supersport. Mobil mengagumkan ini
dilengkapi dengan 6.0L,
twin-turbocharged W12 engine,
memproduksi 552 hp (412 kW) dan
dengan kecepatan tertinggi dari 198 mph
(319 km / jam). Pada tahun 2007, Bentley
Continental GT Speed dikemudikan oleh
empat kali World Rally Champion Juha
Kankkunen catatan kecepatannya pada
landasan beku es di Laut Baltik dekat
Oulu, Finlandia Itu rata-rata 321.6km / h
(199,86 mph) dalam kedua arah pada
“kilometer terbang”, mencapai kecepatan
maksimum 331 km / h (207 mph).
5. Hayabusa: Fastest Motorcycle in the
World
Hayabusa didesain oleh Suzuki adalah
motor tercepat di dunia. dengan mesin
1300CC menghasilkan 175 horsepower
dan memiliki batas kecepatan sampai 189
mph. Hayabusa berarti Peregrine Falcon
dan juga dikenal sebagai GSX1300R di
beberapa negara. pertama kali
diperkenalkan oleh sepeda motor Suzuki
pada tahun 1999. Memiliki 1340 cc (81,7
cu in) inline-4 mesin dan diuji secara
konsisten produksi sebagai sepeda motor
tercepat di dunia. modelnya yg tahun
2008 dijual US $ 11.999.

8 Kebun Binatang Terbesar di Dunia

Kebun binatang adalah salah
satu tempat wisata favorit keluarga.
Anda bisa rekreasi sekaligus wisata
edukasi bersama anak tercinta. Inilah 8
kebun binatang terbesar di dunia.
Penasaran?
Besar atau kecilnya sebuah kebun
binatang bukan hanya diukur oleh
luasnya saja. Perhitungan ini
memasukkan unsur banyaknya hewan
dan jumlah spesies yang hidup di kebun
binatang tersebut. Dari situs Touropia
yang dikutip detikTravel, Kamis
(27/12/2012), inilah hitung mundur 8
kebun binatang terbesar di dunia:
8. Columbus Zoo and Aquarium, AS
Columbus Zoo and Aquarium berlokasi di
sebelah utara Kota Columbus, Ohio, AS.
Kebun binatang ini adalah rumah bagi
lebih dari 5.000 hewan, 700 spesies
berbeda yang berasal dari berbagai
belahan dunia. Mulai 2004 lalu, kebun
binatang ini memperluas wilayahnya
menjadi 37 hektar. Selanjutnya, akan
diperluas sekitar 40 hektar lagi termasuk
area khusus hewan kutub dan savana ala
Afrika.
7. Moscow Zoo, Rusia
Dibuka pada 1864, Moscow Zoo adalah
salah satu kebun binatang tertua di
Eropa. Kebun binatang ini punya koleksi
6.000 hewan dari 927 spesies berbeda.
Luas areanya 21,5 hektar. Inilah kebun
binatang terbesar di Rusia.
6. San Diego Zoo, AS
San Diego Zoo di Kota San Diego,
California, adalah salah satu kebun
binatang paling terkenal di dunia. Koleksi
hewannya berjumlah 4.000 dengan lebih
dari 800 spesies berbeda. Kebun
binatang seluas 40 hektar ini mayoritas
berada di luar ruangan. San Diego Zoo
juga aktif dalam upaya konservasi hewan.
5. Toronto Zoo, Kanada
Berlokasi di Kota Toronto, Kanada, kebun
binatang ini sangat luas yakni 287 hektar.
Toronto Zoo adalah kebun binatang
terbesar di Kanada. Ada 16.000 hewan
dengan lebih dari 491 spesies berbeda.
Hewan-hewan ini terbagi menjadi 7 area
berdasarkan asal geografis: Indo-Malaya,
Afrika, Amerika, Tundra Trek, Australasia,
Eurasia, dan Kanada.
4. Bronx Zoo, AS
Dibuka pada 1899, Bronx Zoo di New
York merupakan yang terbesar di AS.
Luasnya 107 hektar, mencakup area
dalam dan luar ruangan. Kebun binatang
ini adalah rumah bagi 4.000 hewan dari
650 spesies berbeda, banyak di
antaranya yang terancam punah. Area
dibagi berdasarkan spesies seperti World
of Birds dan World of Reptiles dan asal
geografis seperti African Plains dan Wild
Asia.
3. Beijing Zoo, China
Kebun binatang ini dibuka pada masa
Dinasti Qing, tahun 1906. Beijing Zoo di
Kota Beijing adalah salah satu kebun
binatang dengan koleksi hewan
terbanyak di China. Bayangkan saja, ada
lebih dari 14.500 hewan, 450 spesies
hewan darat dan 500 spesies hewan
laut. Beijing Zoo menempati area seluas
89 hektar. Atraksi utama di sini, tentu
saja hewan endemik China yakni panda
raksasa!
2. Berlin Zoological Garden, Jerman
Dibuka pada 1844, Berlin Zoological
Garden (Zoologischer Garten Berlin)
adalah kebun binatang tertua sekaligus
paling terkenal di Jerman. Kebun
binatang yang berlokasi di Tiergarten,
Kota Berlin, ini mempunyai luas 34
hektar. Ada lebih dari 1.500 spesies
berbeda, dengan 17.000 hewan di
dalamnya. Ya, ini adalah kebun binatang
dengan koleksi hewan terbanyak di
dunia! Beberapa penghuninya yang
terkenal adalah Bao Bao si panda raksasa
dan Knut si beruang kutub.
1. Henry Doorly Zoo, AS
Kebun binatang ini adalah tempat wisata
yang paling diminati di Kota Omaha,
Negara Bagian Nebraska, AS. Luasnya 53
hektar, dengan lebih dari 17.000 hewan
dari 962 spesies berbeda. Memang ada
beberapa kebun binatang yang lebih
besar dari ini, tapi dari kombinasi luas
dan banyaknya hewan, Henry Doorly Zoo
menempati urutan pertama kebun
binatang terbesar di dunia. Henry Doorly
Zoo juga punya rawa-rawa dalam ruangan
yang terbesar di dunia, gurun pasir dalam
ruangan terbesar di dunia, juga kubah
kaca yang juga terbesar di dunia.

Teori Kinetik Gas

Yang dibahas dalam presentasi kali ini
tentang perilaku gas yang berkaitan
dengan Tekanan, Suhu, dan Volume.
Di samping mengenai pemuaian gas
dan persamaan umum gas Ideal.
Apakah definisi dan syarat sebuah gas
disebut Gas Ideal? karena Partikel gas
memenuhi syarat tertentu setelah
melewati Fit and Proper Test .
Syarat Gas Ideal : (ala Panggung
Sandiwara GodBless)
taat kepada Ketuhanan Yang Maha
Esa, Tidak mengusung ide lain selain
keharmonisan kepada sistem
kesetimbangan alamiah (tidak
mendukung aktivis feminis dan
sebagainya)
bebas narkoba, bersih diri dari
gangguan wadah dan tidak
terpengaruh dengan pendukung dan
pengusung politiknya,
tidak manja terhadap kursi atau posisi
yang didudukinya
senantiasa melakukan lobby dan
perubahan sebagaimana keinginan
tujuan perwakilan wadah yang
dimasukinya
momentum atau tumbukan yang
terjadi antar partikel gas bukan koalisi
atau bukan kelompok massa
melainkan bersifat mandiri atau
perorangan (individualistik -liberal)
partikel gas tidak mudah berubah
pikiran atau berubah pilihan karena
kenaikan suhu (politik) wadahnya
melainkan tetap stabil dalam setiap
pengambilan keputusan untuk
bergerak
partikel gas tidak berubah bentuk
(terdeformasi) karena tekanan yang
diberikan akibat demo-demo dan
provokasi-provokasi karena bentuknya
yang ajeg dan stabil (tidak ababil)
partikel gas bersifat elastik atau
mudah menyesuaikan diri dengan
keputusan bersama dan bertekad
bulat menghasilkan energi keputusan
musyawarah demi mufakat
partikel bersifat  D’masiv dengan lagu
favoritnya “Jangan Menyerah” untuk
terus bergerak dan tidak pernah
ketiduran setiap sidang
partikel bergerak secara acak (liberal
independen) tanpa agenda politik yang
berbeda dengan partikel gas lainnya

Definisi Fluida dan Jenis-Jenis Aliran Fluida

A.    Defenisi Tentang Fluida
Dalam konsep mekanika fluida  semua
bahan nampak berada dalam dua keadaan,
yaitu sebagai zat padat dan cair (fluida).
Kebanyakan bahan bisa disebut entah
sebagai zat padat, zat cair, atau gas.
Walaupun sebahagian diantaranya
mempunyai sifat-sifat yang
memungkinkan diperolehnya sebutan
ganda. Sebuah zat padat umumnya
mempunyai bentuk yang tertentu,
sedangkan zat cair dan gas mempunyai
bentuk yang ditetapkan oleh wadahnya
sendiri (masing-masing). Perbedaan dasar
antara zat cair dan gas (keduanya
digolongkan sebagai fluida) adalah bahwa
gas akan menyebar dan mengisi seluruh
wadah yang ditempatinya. Defenisi yang
lebih tepat untuk membedakan zat padat
dengan fluida adalah dari krateristik
deformasi bahan tersebut. Zat padat
dianggap sebagai bahan yang
menunjukkan reaksi deformasi yang
terbatas ketika menerima suatu gaya
geser (shear). Fluida dapat didefenisikan
sebagai suatu zat yang terus menerus
berubah bentuk apabila mengalami
tegangan gesar fluida tidak mampu
menahan tegangan geser tanpa berubah
bentuk. Kendatipun demikian ada bahan-
bahan seperti oli, cat, ter dan larutan
polimer yang menunjukkan karakteristik
entah zat padat atau fluida tergantung
dari tegangan geser yang dialami. (White,
M.Frank, 1988)
Umumnya makin besar laju deformasi
fluida, makin besar pula tegangan geser
untuk fluida tersebut. Viskositas atau
kekentalan adalah ukuran untuk
menyatakan hambatan atau kekentalan
fluida terhadap deformasi.
Defenisi tentang fluida ini mengingatkan
bahwa tegangan geser ada bila sebuah
fluida sedang mengalami deformasi. Air
dalam ssebuah wadah yang digerakkan
atau dirotasikan dengan kecepatan atau
percepatan konstan tidak akan
menunjukkan deformasi sehingga tidak
mengalami tegangan geser. Namun agar
tegangan geser itu ada, fluida harus viskos
sebagai mana karateristik yang
ditunjukkan oleh semua fluida sejati.
Fluida ideal boleh didefenisikan sebagai
fluida yang tidak viskos. Jadi tegangan
geser pada fluida ideal tidak ada, bahkan
meskipun fluida itu mengalami
deformasi.Walaupun fluida yang tidak
viskos tidak pernah ada studi tentang
fluida seperti ini penting sekali untuk
rekayasa karena perilaku fluida viskos
sering ideal dapat dijabarkan analisis
terhadap gerak fluida yang ideal tersebut.
B. Aliran Fluida
1.      Aliran laminar dan aliran
turbulen
Ditinjau dari jenis aliran,dapat
diklasifikasikan menjadi aliran laminar dan
aliran turbulen. Aliran fliuida dikatakan
laminar jika lapisan fluida bergerak dengan
kecepatan yang sama dan dengan lintasan
partikel yang tidak memotong atau
menyilang, atau dapat dikatakan bahwa
aliran laminar di tandai dengan tidak
adanya ketidak beraturan atau fluktuasi di
dalam aliran fluida. Karena aliran fluida
pada aliran laminar bergerak dalam
lintasan yang sama tetap maka aliran
laminar dapat diamati. Partikel fluida pada
aliran laminar jarang dijumpai dalam
praktek hidrolika. Sedangkan aliran
dikatakan turbulen, jika gerakan fluida
tidak lagi tenang dan tunak (berlapis atau
laminar) melainkan menjadi bergolak dan
bergejolak (bergolak atau turbulen). Pada
aliran turbulen partikel fluida tidak
membuat fluktuasi tertentu dan tidak
memperlihatkan pola gerakan yang dapat
diamati. Aliran turbulen hampir dapat
dijumpai pada praktek hidrolika. Dan
diantara aliran laminar dan turbulen
terdapat daerah yang dikenal dengan
daerah transisi.
Untuk menganalisa kedua jenis aliran ini
diberikan parameter tak berdimensi yang
dikenal dengan nama bilangan Reynolds
(Giles. V, 1984) sebagai berikut:
Re = ρ . D . v / μ
Dimana : Re = Bilangan
Reynolds
r = massa jenis (kg/m )
m = viskositas dinamis (N.s/m )
D = Diameter (m)
v          = kecepatan aliran (m/s)
Transisi dari aliran laminar dan aliran
turbulen karena diatas bilangan Reynolds
yang tertentu aliran laminar menjadi tidak
stabil, jika suatu gangguan kecil diberikan
pada aliran, pengaruh aliran ini semakin
besar dengan bertambahnya waktu. Suatu
aliran dikatakan stabil bila gangguan–
gangguan diredam. Ternyata bahwa
dibawah bilangan Reynolds yang tertentu
aliran pipa yang laminar bersifat stabil
untuk tiap gangguan yang kecil.
Karena transisi terganting pada gangguan-
gangguan yang dapat berasal dari luar
atau karena kekasaran permukaan
pipa,transisi tersebut dapat terjadi dalam
selang bilangan Reynolds. Dan telah
diketahui bahwa aliran laminar pada
kondisi dimana bilangan Reynolds lebih
kecil dari 2000 (>2000) dan turbulen jika
bilangan Reynolds lebih besar 4000
(>4000). Dan jika bilangan Reynolds
berada diantara 2000 dan 4000 adalah
merupakan daerah transisi.
2.      Aliran Steady dan Aliran Uniform
Aliran disebut steady (tenang) apabila
aliran semua tempat disepanjang lintasan
aliran tidak berubah menurut waktu.
Sedangkan aliran Uniform dapat diartikan
sebagai suatu keadaan aliran yang tidak
berubah diseluruh ruang. Kedua defenisi
ini sering dipakai pada keadaan aliran
turbulen dan biasanya dianggap aliran
steady yang berarti aliran steady rata-
rata.Demikian pula aliran uniform berarti
uniform rata-rata.

Rotasi Benda Tegar

Hukum dasar mekanika terbukti mampu
menjelaskan berbagai fenomena yang
berhubungan dengan sistem diskrit
(partikel). Hukum dasar ini tercakup
dalam formulasi Hukum Newton tentang
gerak. Selain sistem diskrit di alam ini
terdapat bentuk sistem lain yaitu sistem
kontinyu yang mencakup benda tegar dan
fluida. Pada bagian ini akan dibahas
formulasi hukum mekanika pada benda
tegar yang pada akhirnya akan diperoleh
bahwa hukum-hukum yang berlaku pada
sistem diskrit juga berlaku pada sistem
kontinu ini.
Perbedaan mendasar antara partikel dan
benda tegar adalah bahwa suatu partikel
hanya dapat mengalami gerak translasi
(gerak lurus) saja, sedangkan benda tegar
selain dapat mengalami gerak translasi
juga dapat bergerak rotasi yaitu gerak
mengelilingi suatu poros. Berbagai aspek
dari gerak rotasi inilah yang akan menjadi
pokok pembahasan pada bab ini.
Baik fluida yang merupakan materi dalam
wujud gas atau cair sangat berbeda
dengan partikel maupun benda tegar yang
berwujud padat, keduanya memiliki
hukum dasar yang sama, yaitu hukum
dasar mekanika.
Rotasi Benda Tegar : Torsi
Pengamatan terhadap alam di sekitar kita
menunjukan kepada kita salah satu
bentuk gerak berupa gerak berputar pada
porosnya. Jenis gerak ini dinamakan gerak
rotasi. Gerak bumi pada porosnya adalah
salah satu contoh dari gerak rotasi. Gerak
rotasi bumi memungkinkan terjadinya
siang dan malam. Ketika kita membuka
dan menutup pintu rumah kita, dorongan
tangan kita menimbulkan gerak rotasi
pintu terhadap engselnya.
Sekarang mari kita tinjau sebuah pintu.
Apabila kita mendorong pintu tersebut,
maka pintu akan berputar sesuai dengan
arah dorongan gaya yang diberikan. Gaya
dorong yang menyebabkan pintu berputar
selalu berjarak tertentu dari poros
putaran. Apabila kita beri gaya dorong
tepat di poros, niscaya pintu itu tidak
akan berputar. Jarak poros putaran
dengan letak gaya dinamakan lengan
momen.
Jadi, bisa dikatakan perkalian gaya dan
lengan momen ini yang menyebabkan
benda berputar. Besaran ini dinamakan
torsi atau momen gaya.
Pengertian torsi dalam gerak rotasi serupa
dengan gaya pada gerak translasi yaitu
sebagai penyebab terjadinya gerak.
Menurut hukum Newton, benda bergerak
disebabkan oleh gaya. Prinsip ini juga
berlaku pada gerak rotasi yang berarti
benda bergerak rotasi disebabkan oleh
torsi.
Kita bisa mendefinisikan suatu besaran
baru, yaitu momen inersia yang
menyatakan kelembaman benda ketika
benda bergerak rotasi. Momen inersia
analogi dengan massa pada gerak
translasi.
Torsi atau momen gaya juga dihasilkan
dari momen inersia dikalikan dengan
percepatan rotasi (percepatan sudut). Ini
merupakan analogi dari gaya sama dengan
massa dikali percepatan yang merupakan
bentuk hukum Newton kedua. Jadi,
hukum Newton kedua juga berlaku dalam
gerak rotasi. Penjelasan di atas
mengungkapkan berlakunya hukum
Newton pada gerak rotasi.
Rotasi Benda Tegar : Momen Inersia
Setiap benda memiliki kuantitas yang
mewakili keadaan benda tersebut. Massa
suatu benda mewakili kelembaman benda
ketika benda bergerak translasi. Pada saat
benda bergerak rotasi massa tidak lagi
mewakili kelembaman benda, karena
benda yang bergerak rotasi terikat dengan
suatu poros tertentu yang mana keadaan
ini tidak dapat diabaikan. Keadaan ini
mengharuskan adanya suatu kuantitas
baru yang mewakili kelembaman benda
yang bergerak rotasi. Besaran yang
mewakili kelembaman benda yang
bergerak rotasi dinamakan momen inersia
(momen kelembaman) dan dilambangkan
dengan I.
Pernyataan untuk momen inersia muncul
dari analogi hukum Newton kedua untuk
gerak rotasi. momen inersia adalah
perkalian massa dengan kuadrat jarak
benda ke poros. Persamaan ini dapat
diperluas untuk sistem benda yang
berotasi maupun untuk benda dengan
bentuk tertentu.
Momen inersia untuk sistem dengan
beberapa benda yang berputar bersama
dapat ditinjau sebagai penjumlahan dari
tiap-tiap massa tersebut. Adapun untuk
benda-benda dengan bentuk tertentu
perhitungan momen inersianya menjadi
lebih menantang dan lebih mengarah
persoalan matematis. Secara sederhana
kita dapat menulis pada persamaan
momen inersia untuk berbagai bentuk
benda tegar sebagai integral kuadrat jari-
jari terhadap massa.
Tanda integrasi mewakili penjumlahan
terhadap bagian-bagian kecil massa
benda. Jadi, pada prinsipnya kedua rumus
menyatakan besaran yang sama.
Rotasi Benda Tegar : Momentum Sudut
Pernahkah kalian menyaksikan atlet ski es
yang sedang melakukan atraksi berputar?
Kalau kita amati dengan cermat putaran
atlet ski tersebut akan semakin cepat
apabila bentangan tangannya semakin
kecil. Apa yang dapat kita pelajari dari
peristiwa ini? Perlu kalian ketahui bahwa
peristiwa ini berkaitan dengan
momentum benda yang berotasi.
Setiap benda yang bergerak memiliki
momentum. Benda yang bergerak
translasi mempunyai momentum yang
besarnya merupakan perkalian antara
massa benda dengan kecepatannya.
Demikian halnya pada gerak rotasi, kita
dapat menuliskan pernyataan untuk
momentum sebagai perkalian momen
inersia dengan kecepatan sudutnya. Jadi
dapat dituliskan
Momentum sudut = momen inersia x
kecepatan sudut
Dengan L melambangkan momentum
sudut rotasi. momentum sudut adalah
hasil perkalian dari lengan momen dengan
momentum linier.
Contoh yang baik untuk meggambarkan
momentum sudut rotasi, yaitu seseorang
yang melakukan ski es (ice skating) ketika
sedang mendemon-strasikan atraksi
berputar. Kalau kita perhatikan, putaran
atlet ski itu semakin cepat tatkala
rentangan tangannya semakin pendek.
Hal ini menunjukkan suatu fakta bawa
pada setiap keadaan momentum sudut
benda yang berputar selalu tetap
walaupun mengalami perubahan
kecepatan atau bentuk. Keadaan ini
merupakan bentuk dari hukum kekekalan
momentum sudut.
Hukum kekekalan momentum sudut
merupakan salah satu hukum dasar dalam
fisika dan akan banyak digunakan untuk
menyelesaikan berbagai persoalan yang
berhubungan dengan gerak rotasi.
Bola Menggelinding
Pada bagian ini kita akan menyelidiki
keadaan bola yang menggelinding di atas
suatu bidang. Bola menggelinding
merupakan representasi dari benda yang
bergerak translasi sekaligus rotasi. Ini
berarti bola tersebut berputar pada
porosnya selain bergerak maju. Keadaan
ini dilihat pada gambar.
Gerak bola ini terdiri dari dua kecepatan
yang dilakukan bola, yaitu kecepatan linier
dan kecepatan sudut (anguler). Selain itu
kita juga dapat menyatakan percepatan
dari gerak bola menggelinding tersebut
sebagai percepatan sudut.
Ada baiknya kita memasukkan besaran
energi untuk menggambarkan gerak bola
menggelinding. karena bola
menggelinding dalam keadaan bergerak
maka energi yang terkandung dalam bola
yang menggelinding tidak lain adalah
energi kinetik. Energi kinetik benda
terdiri dari energi kinetik translasi dan
energi kinetik rotasi. Sehingga energi
kinetik total dari bola menggelinding
adalah
E = E translasi + E rotasi

Sistem Immun pada Manusia

Pada dasarnya sistem imun manusia
mengacu pada semua mekanisme
pertahanan diri yang dapat dimobilisasi
tubuh untuk memerangi ancaman invasi
organismeasing (bakteri, virus, dan
berbagai jenis mikroba lainnya). Sistem
imun bekerja secara spesifik, respon-
respon tersebut sebagian besar di
perantai oleh sel darah putih terutama
Limfosit (Limfosit-T dan limfosit-B). Sel
Limfosit tersebut berasal dari sel-sel
limfositik di sumsum tulang.
Secara garis besar, respon Imun
dibedakan menjadi dua, yaitu pertama
Respons Imun yang Diperantarai sel
(Cell-mediated response) dan respons
Humoral. Kedua jenis respons imun
tersebut, entitas penyerangannya
dikenali melalui antigen-nya. Organisme
atau racun memiliki senyawa-senyawa
kimiawi khusus, yang tidak ditemukan
pada entitas-entitas lainnya; senyawa-
senyawa itu yang nantinya disebut
dengan antigen. Pada dasarnya antigen
tersusun atas protein-protein khusus,
polisakarida-polisakarida besar, atau
lipoprotein. Antigen seringkali
ditemukan di permukaan organisme
selular. Di dalam tubuh, terdapat
antibody spesifik yang nyaris ada bagi
semua jenis antigen.
Respons Humoral
Respon humoral dikendalikan oleh
sel Limfosit-B yang menghasilkan
protein-protein globular yang disebut
antibodi dan selanjutnya lebih dikenal
dengan imonoglobulin (Ig) . Antibodi
tersusun atas empat rantai polipeptida
ditentukan oleh gen-gen yang spesifik.
Dua rantai pertama merupakan rantai
berat (heavy chain) keduanya biasanya
identik dan berukuran sangat panjang.
Dua rantai yang lain dikenal dengan
rantai ringan (light chain) yang
berukuran pendek serta identik satu
sama lain dalam hal struktur. Masing-
masing rantai tersebut terikat satu sama
lain oleh ikatan S-S.
Setiap antibody memiliki satu
pasang situs pengikatan bagi antigen.
Setiap situs perlekatan antigen tersebut
dibentuk dari asosiasi antara rantai
ringan dan rantai berat. Antibodi
memiliki konfirmasi-konfirmasi unik yang
dihasilkan sekuens-sekuens yang ada
diujung kepala situs pengikatan antigen.
Sebuah antigen (yang bersifat
kompleks) mampu bereaksi dengan
lebih dari satu antibody, meskipun hal
ini tak umum (jarang terjadi). Disamping
hal tersebut, antigen yang bereaksi
dengan antibody yang menghasilkan
proliferasi limfosit di awal reaksi harus
berupa molekul besar. Nantinya, cukup
determinan antigenic saja yang berperan
dalam meneruskan respons imun.
Ada lima jenis antibody (imunoglobulin)
yang dimiliki oleh manusia, yaitu IgG,
IgM, IgA, IgD dan IgE. Berikut
penjelasannya:
a. Imunoglobulin Gamma ( IgG )
adalah kelompok imunoglobulin
pertama yang lebih sering
ditemukan dan jumlah yang paling
melimpah dalam sistem sirkulasi.
Imunoglobulin-G mampu melewati
dinding pembuluh darah dan
memasuki cairan jaringan,
disamping itu IgG mampu untuk
menembus plasenta yang pada
akhirnya akan memberikan
kekebalan pasif dari ibu ke janin
(bayi). IgG memberikan
perlindungan terhadap invasi
bakteri, virus, dan toksin yang
beredar dalam darah dan limfa
serta memicu kerja sistem
komplemen.
b. Imunoglobulin-M (IgM) adalah
antibody pertama yang ditemukan
ketika terjadi serangan infeksi
(paparan awal suatu antigen).
Antibodi jenis ini memiliki
pergiliran yang tinggi dan tidak
bertahan lama dalam kadar yang
tinggi. IgM terdiri dari lima
monomer  situs pengikatan antigen
yang setiap monomer berbentuk
“Y“ dan tersusun dalam struktur
pentamer. Tempat pengikatan
antigen yang banyak tersebut
membuatnya menjadi sangat
efektif dalam mengaglutinasi atau
menggumpalkan antigen dan dalam
reaksi yang melibatkan
komplemen. Namun, IgM terlalu
besar untuk dapat menembus
plasenta dan tidak memberikan
kekebalan maternal.
c. Imunoglobulin-A (IgA)
merupakan antibody yang
dihasilkan dalam bentuk dua
monomer “Y“ oleh sel-sel yang
terdapat melimpah dalam
membrane mukosa. Fungsi utama
IgA adalah untuk mencegah
pertautan virus dan bakteri
kepermukaan epithelium. IgA
ditemukan dalam sebagian besar
sekresi tubuh, misalnya ludah,
keringat, air mata, bahkan air susu.
Kehadirannya dalam kolustrum
membantu melindungi bayi dari
infeksi saluran gastrointestinal.
d. Imunoglobulin-E (IgE)
merupakan antibody berukuran
sedikit lebih besar daripada
molekul IgG dan hanya mewakili
sebagian kecil dari total antibody
dalam darah. Daerah ekor
berikatan dengan reseptor pada
sel mast dan basofil, ketika dipicu
oleh antigen, menyebabkan sel-sel
tersebut membebaskan histamin
dan bahan kimia lain yang
menyebabkan alergi.
Serangan antibody terhadap antigen
dapat menyebabkan teraglutinasinya
antigen tersebut, atau membuat antigen
menjadi tidak aktif atau rusak secara
komposisi kimiawinya. Setiap antibody
memiliki dua situs pengikatan antigen,
maka antibody secara langsung mampu
mengikat dua organisme antigenic
(misalnya: bakteri). Pengikatan tersebut
menyebabkan agen-agen invasif itu
mengalami penurunan mobilitas dan
membuat agen-agen invasif tersebut
lebih rentan terhadap fagositosis (suatu
proses penelanan dan pencernaan
organime atau zat asing oleh leukosit).
Selain menurunkan mobilitas agen-agen
invasif (sel yang diserang, dalam hal ini
bakteri atau protozoa), antibodi-antibodi
tertentu mampu melisiskan sel-sel yang
diserang tersebut atau menetralisir
toksik yang dihasilkan antigen secara
efektif.
Ketika antibody membentuk
kompleks perlekatan dengan situs
antigen spesifiknya, antibody juga
mengaktivasi sistem komplemen yang
berupa sekelompok prekusor enzim
yang jumlahnya kurang lebih 12 jenis.
Prekusor tersebut ditemukan dalam
plasma dan cairan-cairan tubuh lainnya.
Enzim-enzim yang teraktivasi dari sistem
tersebut melubangi membran sel
organisme penyerbu dan pada akhirnya
mengakibatkan pecahnya sel tersebut.
Komplemen juga membuat permukaan
sel menjadi lebih rentan terhadap
fagositosis dan memberikan efek
kemotaksis yang menarik neutrofil dan
makrofag menuju organisme penyerbu,
selain hal tersebut komplemen juga
mampu mengakibatkan virus menjadi
tidak virulen dengan menyerang struktur
molekul dan menginduksi aglutinasi
komponen proteinnya.
Repons Diperantarai Sel
Respons yang diperantai oleh sel
sepenuhnya dilakukan oleh sel Limfosit
T dan bukan senyawa kimiawi seperti
Imunoglobulin dalam respons humoral.
Serangkaian antigen yang berasosiasi
erat dengan glikokaliks (bagian
karbohidrat dari membran sel)
memainkan peran peran penting dalam
pengenalan sel-sel sebagai diri
(member) dan dalam interaksi sel-sel
tubuh yang terinfeksi dengan Limfosit-
limfosit T dalam renspons imun yang
diperantarai sel. Kelompok kedua
antigen tersebut hanya terdapat pada
sel-sel yang merupakan bagian dari
pertahanan imun; kelompok tersebut
mendorong kerja sama dan asosiasi erat
yang menjadi ciri sistem imun. Antigen-
antigen tersebut adalah glikoprotein dan
menyusun kompleks histokompabilitas
mayor ( Major Histocompability
Complex; MHC) . Antigen-antigen
tersebut dikodekan oleh kira-kira dua
lusin gen. Masing-masing dari gen
tersebut terdapat dalam bentuk alelik,
sehingga kombinasi genetic berbeda
mampu menghasilkan kompleks-
kompleks antigen yang khas dan dalam
jumlah yang hampir tidak terbatas.
Penghancuran organisme penyerbu
dalam respons yang diperantarai sel ini
dilakukan dengan beberapa cara. Sel-sel
Limfosit T terspesialisasi yang dikenal
dengan sel-sel T sistolik menyerang
organisme penyerbu secara langsung.
Seperti halnya antibody, sel T
disentralisasi oleh antigen spesifik yang
diserangnya. Ketika sel T menemukan
antigen tersebut, sel T melepaskan
enzim-enzim sitotoksik dan digesif, yang
mampu melisiskan sel atau organisme
asing. Sel-sel T juga melepaskan faktor-
faktor pelepas yang menarik makrofag,
meningkatkan aktivitasnya dan
mempertahankan keberadaannya di
daerah yang terinfeksi dimana makrofag
dapat menelan organisme asing.

Sistem Regulasi dan Alat Indra Manusia

A. SISTEM SARAF
Sistem saraf sangat berperan dalam
iritabilitas tubuh. Tahukah
kamu apa yang dimaksud iritabilitas?
Iritabilitas memungkinkan
makhluk hidup dapat menyesuaikan diri
dan menanggapi perubahan-
perubahan yang terjadi di lingkungannya.
Jadi, iritabilitas adalah
kemampuan menanggapi rangsangan.
Sistem saraf mempunyai tiga fungsi
utama, yaitu menerima
informasi dalam bentuk rangsangan atau
stimulus; memproses informasi
yang diterima; serta memberi tanggapan
(respon) terhadap
rangsangan.
1. Sel Saraf (Neuron)
Unit terkecil penyusun sistem saraf adalah
sel saraf disebut
neuron. Setiap satu sel saraf (neuron)
terdiri atas bagian utama yang
berupa badan sel saraf, dendrit, dan
akson.
Badan sel saraf adalah bagian sel saraf
yang paling besar. Di
dalamnya terdapat nukleus dan
sitoplasma. Di dalam sitoplasma
terdapat mitokondria yang berfungsi
membangkitkan energi untuk
membawa rangsangan.
Dendrit adalah serabut-serabut yang
merupakan tonjolan
sitoplasma dan berfungsi untuk
menjalarkan impuls saraf menuju
ke badan sel saraf. Dendrit merupakan
percabangan dari badan sel
saraf yang biasanya berjumlah lebih dari
satu pada setiap neuron.
Akson atau neurit merupakan tonjolan
sitoplasma yang
panjang (lebih panjang daripada dendrit),
berfungsi untuk
menjalarkan impuls saraf meninggalkan
badan sel saraf ke neuron
atau jaringan lainnya. Jumlah akson
biasanya hanya satu pada setiap
neuron. Di dalamnya terdapat benang-
benang halus yang disebut
neurofibril. Di bagian ujung yang jauh dari
badan sel saraf terdapat
cabang-cabang yang berhubungan dengan
dendrit dari sel saraf
yang lain. Akson terbungkus oleh
beberapa lapis selaput mielin yang
banyak mengandung lemak. Selaput
mielin disusun oleh Sel-sel
Schwann. Lapisan mielin yang paling luar
disebut neurilema.
Lapisan tersebut berfungsi untuk
melindungi akson dari kerusakan.
Sel Schwann membentuk jaringan yang
membantu menyediakan
makanan untuk neurit dan membantu
regenerasi neurit. Selubung
mielin bersegmen-segmen. Lekukan di
antara dua segmen disebut
nodus ranvier. Nodus ranvier berfungsi
mempercepat transmisi
impuls saraf. Adanya nodus ranvier
tersebut memungkinkan saraf
meloncat dari satu nodus ke nodus yang
lain, sehingga impuls lebih
cepat sampai pada tujuan.
Pertemuan antara serabut saraf dari sel
saraf yang satu dengan
serabut saraf dari sel saraf yang lain
disebut sinapsis. Pada
setiap sinapsis terdapat celah sinapsis.
Sinapsis juga sebagai penghubung
antara ujung akson salah satu sel saraf
dengan ujung dendrit
sel saraf yang lain. Pada bagian ujung
akson terdapat kantong yang
disebut bulbus akson. Kantong tersebut
berisi zat kimia yang
disebut neurotransmiter. Neurotransmiter
dapat berupa asetilkolin
dan kolinesterase yang berfungsi dalam
penyampaian impuls saraf
pada sinapsis.
2. Macam-Macam Neuron
Menurut fungsinya, neuron dibedakan
menjadi tiga macam
yaitu neuron sensorik, neuron motorik,
dan neuron asosiasi. Neuron
sensorik juga disebut sel saraf indra,
karena berfungsi meneruskan
rangsang dari peneri-ma (indra) ke saraf
pusat (otak dan sumsum
tulang belakang). Badan sel saraf ini
bergerombol membentuk
ganglia, akson pendek, dan dendritnya
panjang. Neuron motorik
(sel saraf penggerak) berfungsi membawa
impuls dari pusat saraf
(otak) dan sumsum tulang belakang ke
otot. Sel saraf ini mempunyai
dendrit yang pendek dan akson yang
panjang. Neuron
asosiasi atau sel saraf penghubung banyak
terdapat di dalam otak
dan sumsum tulang belakang. Neuron
tersebut berfungsi menghubungkan
atau meneruskan impuls dari sel saraf
sensorik ke sel saraf
motorik.
3. Susunan Saraf Manusia
Sistem saraf manusia bagaikan jaringan
telepon yang berfungsi
sebagai alat komunikasi. Jika kamu
menelepon seseorang suaramu
akan merambat melalui kabel telepon ke
pusat pengontrol telepon.
Di sini suaramu dipindah ke kabel lain
yang menghubungkannya
dengan telepon orang yang kamu tuju.
Dengan cara yang sama
impuls yang merambat melalui saraf
sampai ke pusat susunan saraf
sebagai pengontrol akan
mengoordinasikan kegiatan tubuh.
a. Sistem saraf pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan
sumsum tulang
belakang.
1) Otak
Otak merupakan pusat koordinasi dalam
tubuh manusia.
Otak terdapat di dalam rongga tengkorak,
tepatnya di depan
sumsum tulang belakang, dan diselubungi
oleh selaput. Selaput
yang menyelubungi otak disebut selaput
meninges. Selaput ini
dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu
lapisan terluar yang melekat
pada tulang (duramater), lapisan tengah
yang berbentuk sarang
laba-laba (arachnoid), dan lapisan dalam
yang melekat pada
permukaan otak (piamater). Di antara
arachnoid dan piamater
terdapat ruang berisi cairan yang
merupakan pelindung otak, jika
terjadi benturan. Bagian-bagian otak
meliputi otak besar
(cerebrum), otak kecil (cerebelum), otak
tengah (mesensefalon),
dan sumsum lanjutan (medulla
oblongata).
Otak besar mempunyai permukaan yang
berlipat-lipat dan
memiliki dua lapisan, yaitu lapisan tipis di
bagian luar (korteks)
dan lapisan tebal di bagian dalam
(medulla). Korteks berwarna
kelabu berisi badan sel saraf, sedangkan
medulla berwarna putih
berisi dendrit serta akson. Otak besar
manusia mempunyai
beberapa bagian dengan fungsi masing-
masing. Otak besar
bagian belakang merupakan pusat
penglihatan, sedangkan
bagian samping merupakan pusat
pendengaran. Bagian tengah
otak besar merupakan pusat pengatur
kepekaan kulit dan otot
yang berhubungan dengan rangsang
panas, dingin, sentuhan,
serta tekanan. Di bagian tengah dan
belakang otak besar terdapat
daerah sebagai pusat perkembangan
kecerdasan, sikap,
kepribadian, dan ingatan.
Fungsi otak kecil manusia adalah sebagai
pengatur
keseimbangan tubuh dan sebagai pusat
koordinasi kerja otot
ketika bergerak. Otak kecil terdiri atas
dua bagian, yaitu bagian
kiri dan kanan. Kedua bagian tersebut
dihubungkan oleh
jembatan varol. Jembatan varol berfungsi
untuk menghantarkan
impuls otot-otot bagian kanan dan kiri
tubuh.
b. Sistem saraf tepi
Menurut asal atau hubungannya, sistem
saraf tepi dibedakan
menjadi saraf otak dan saraf sumsum
tulang belakang. Saraf otak
adalah saraf yang keluar dari otak menuju
alat-alat indra, misalnya
mata, telinga, hidung, atau menuju otot-
otot dan kelenjar tertentu.
Saraf otak terdiri atas 12 pasang. Saraf
sumsum tulang belakang
adalah saraf yang keluar dari sumsum
tulang belakang menuju alatalat
gerak tubuh, seperti lengan dan kaki, serta
otot tubuh lain
seperti otot dada dan leher. Saraf
tersebut terdiri atas 31 pasang.
Saraf ini merupakan gabungan dari neuron
sensorik dan motorik.
Selain kedua saraf tersebut, pada sistem
saraf tepi juga
terdapat saraf tak sadar. Saraf tak sadar
adalah saraf yang berfungsi
mengatur kegiatan organ tubuh yang
bekerja di luar kesadaran.
Saraf tak sadar sering disebut saraf
otonom. Saraf tak sadar terdiri
atas sistem saraf simpatik dan sistem
saraf parasimpatik. Kedua
sistem saraf tersebut bekerja saling
berlawanan.
Sistem saraf simpatik mempunyai simpul
saraf atau ganglion
di sepanjang tulang belakang sebelah
depan, mulai ruas leher
terbawah sampai dengan tulang ekor. Tiap
simpul saraf saling
berhubungan, sehingga menjadi dua
deretan, yaitu deretan kiri dan
kanan. Tiap simpul dihubungkan oleh
sumsum tulang belakang.
Dari tiap simpul terdapat saraf yang
menuju ginjal, paru-paru,
jantung, dan organ-organ lainnya. Fungsi
saraf simpatik, antara lain
mengerutkan kulit rambut, mempercepat
denyut jantung,
memperlebar pembuluh darah, dan
mempertinggi tekanan darah.
Sistem saraf parasimpatik berupa jaring-
jaring yang saling
berhubungan dengan ganglion yang
tersebar di seluruh tubuh.
Fungsi saraf parasimpatik berlawanan
dengan fungsi saraf
simpatik. Fungsi saraf parasimpatik,
antara lain mengembangkan
kulit rambut, memperlambat denyut
jantung, mempersempit
pembuluh darah, dan menurunkan
tekanan darah.
4. Gerak Biasa dan Gerak Refleks
Suatu gerakan terjadi biasanya diawali
dengan adanya rangsangan.
Gerakan yang terjadi ada yang kita sadari
sebelumnya dan
ada yang kita sadari setelah terjadinya
gerakan. Berdasarkan hal
tersebut, gerak dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu gerak biasa dan
gerak refleks.
a. Gerak biasa
Di musim hujan, kamu sering kehujanan
dan merasa
kedinginan. Agar tidak kehujanan, kamu
sering membawa payung
sebelum bepergian.
Bagaimana proses terbukanya payung
pada saat hujan?
Proses dimulai dari adanya titik-titik hujan
yang mengenai reseptor
pada kulit. Reseptor selanjutnya
mengirimkan impuls titik-titik air
hujan sepanjang neuron sensorik menuju
ke neuron asosiasi di dalam
sumsum spinal, kemudian dilanjutkan ke
otak. Otak mengolah
impuls “titik-titik air hujan” dan
selanjutnya memutuskan untuk
membuka payung. Dari otak impuls
“membuka payung” dikirim
melalui neuron asosiasi ke sumsum spinal
selanjutnya ke neuron
motorik di tanganmu. Akhirnya tanganmu
segera bergerak
membuka payung.
Gerakan membuka payung, seperti yang
dicontohkan pada
uraian di atas merupakan gerakan yang
kamu sadari sebelumnya.
Dengan kata lain gerak terjadi karena
adanya perintah dari otak.
Gerak yang demikian itu dinamakan gerak
biasa. Jalannya rangsang
gerak biasa dapat diikhtisarkan sebagai
berikut.
Rangsang —— Reseptor —— Saraf
sensorik —— Otak ——
Saraf motorik —— Efektor —— Gerakan
b. Gerak refleks
Ketika berjalan, secara tidak sengaja
kakimu tertusuk paku
yang tajam. Apa yang kamu lakukan ketika
kaki kamu tertusuk paku
yang tajam pada saat sedang berjalan?
Paku yang mengenai kakimu
merupakan rangsangan (impuls) yang
diterima oleh kulit kaki.
Impuls tersebut diteruskan oleh neuron
sensorik menuju ke
sumsum tulang belakang yang segera
meneruskannya ke neuron
asosiasi. Dari neuron asosiasi, impuls
bergerak ke neuron motorik
yang kemudian meneruskannya ke otot
kakimu. Akhirnya kamu
menarik kakimu ke atas dengan cepat.
Gerakan kaki yang kamu
lakukan tersebut hanya dikendalikan oleh
sumsum tulang belakang,
sedangkan otak kamu tidak terlibat. Jadi,
kamu tidak menyadari
ketika mengangkat kaki yang tertusuk
paku tadi. Gerakan seperti ini
disebut gerak refleks. Gerak refleks
terjadi dengan cepat sebagai
reaksi otomatis terhadap rangsangan dari
lingkungan. Jalan yang
dilalui rangsang pada gerak refleks adalah
sebagai berikut.
Rangsang —— Reseptor —— Saraf
sensorik —— Sumsum
tulang belakang —— Saraf motorik ——
Efektor ——
Gerakan
Pada umumnya, gerak refleks merupakan
upaya tubuh kita
untuk menghindari bahaya. Suatu saat
tatkala impuls telah mencapai
sumsum tulang belakang, neuron asosiasi
mengirim impuls lain ke
otak. Ketika impuls tersebut sampai ke
otak, kamu baru menyadari
bahwa kamu telah mengangkat kaki
karena merasa sakit terkena
paku.
Menurut pusat terjadinya refleks, gerak
refleks dibedakan
menjadi dua, yaitu refleks otak dan
refleks sumsum tulang
belakang. Refleks otak, misalnya kejap
mata. Jalur refleks mata
tidak melalui sumsum tulang belakang,
tetapi langsung ke otak.
Adapun, otak memberikan tanggapan di
luar kendali kemauan sadar
manusia. Refleks sumsum tulang
belakang, misalnya refleks lutut.
Gerak refleks tersebut berpusat pada
sumsum tulang belakang.
B. ALAT INDRA Tujuan Pembelajaran
Manusia sebagai salah satu anggota kelas
mamalia
mempunyai lima macam indra, yaitu indra
penglihat, pendengar,
peraba, pembau, dan pengecap. Dengan
memiliki indra tersebut,
manusia mampu mengenal lingkungannya
dan memberikan respons
terhadap perubahan-perubahan yang
terjadi.
Indra merupakan “jendela” bagi tubuh
untuk mengenal dunia
luar. Selain itu, dengan reseptor-reseptor
yang ada pada masingmasing
alat indra, manusia mampu mengadakan
respons yang dapat
dipergunakan sebagai upaya proteksi
terhadap gangguan-gangguan
dari luar tubuh.
1. Indra Penglihat
Indra penglihat manusia berupa mata.
Pada saat pembelajaran
IPA kelas VIII, kamu sudah mempelajari
mata sebagai alat
optik. Adapun, mata sebagai indra
penglihat memiliki bagian-bagian
tertentu yang membentuk sistem
penglihatan.
a. Bagian-bagian mata
Mata berbentuk bola, sedikit pipih dari
arah depan ke
belakang. Bola mata atau biji mata
terletak di dalam rongga mata dan
dilin-dungi oleh tulang-tulang tengkorak.
Bagian luar bola mata
dilindungi oleh kelopak mata. Tepat di
atas sudut luar mata terdapat
kelenjar air mata yang berfungsi
membasahi dan membersihkan
permukaan mata.
Bola mata melekat pada dinding rongga
mata melalui tiga
pasang otot. Ketiga pasang otot tersebut
berfungsi untuk menggerakkan
bola mata. Jika kerja otot mata kanan dan
otot mata kiri
tidak serasi akan terjadi kelainan yang
disebut juling.
Bagian-bagian pokok mata secara singkat
diuraikan seperti
berikut.
1) Kornea
Sklera merupakan dinding yang terluar,
keras dan putih,
biasanya disebut bagian putih. Bagian
depannya menonjol dan
tembus cahaya (transparan) dinamakan
kornea. Kornea berfungsi
membantu memfokuskan bayangan benda
pada retina. Kornea
mempunyai selaput tipis yang disebut
konjungtiva.
2) Pupil
Lapisan kedua dari bola mata adalah
koroid. Lapisan tersebut
merupakan lapisan tengah disebut selaput
darah karena
banyak terdapat pembuluh-pembuluh
darah kecuali pada bagian
depan. Pada bagian depan lapisan
tersebut sedikit terbuka disebut
pupil. Pupil terletak tepat di belakang
kornea bagian tengah. Pupil
dapat mengalami perubahan ukuran,
bergantung dari intensitas
cahaya yang masuk ke mata. Perubahan
ini terjadi secara refleks.
Apabila cahaya sangat terang atau kuat,
pupil akan menyempit atau
mengalami konstraksi, sebaliknya apabila
cahaya redup, pupil akan
melebar atau mengalami dilatasi.
Di sekitar pupil terdapat daerah yang
mengandung pigmen
dan disebut iris. Pigmen inilah yang
menyebabkan perbedaan warna
mata, hingga ada orang yang bermata biru,
hitam, cokelat, hijau,
dan sebagainya.
3) Lensa mata
Di bagian belakang pupil terdapat bagian
yang cembung,
yaitu lensa. Lensa didukung oleh otot
disebut muskulus siliaris (otot
daging melingkar). Apabila otot ini
mengalami kontraksi akan terjadi
perubahan ukuran lensa. Hal itu terjadi
apabila kamu melakukan
pengamatan cermat yang tertuju pada
suatu objek tertentu baik pada
jarak yang dekat maupun jauh.
Kemampuan
lensa mata tersebut dinamakan daya
akomodasi mata. Tentu
kamu masih ingat istilah ini sewaktu
belajar IPA di kelas VIII.
Ruangan di antara lensa dan kornea berisi
cairan encer yang
disebut aqueous humor. Di bagian dalam
bola mata berisi cairan
kental dan transparan. Substansi (bahan)
inilah yang menyebabkan
bola mata menjadi kukuh. Cairan ini
disebut vitreous humor. Cairan
yang terdapat di antara kornea dan lensa
biasanya lebih encer,
sedangkan di antara lensa dan retina
menyerupai agar-agar. Jika
terlalu banyak cairan di dalam mata akan
terjadi gangguan yang
disebut glaukoma. Penyakit ini dapat
menimbulkan kebutaan
apabila tidak diobati.
4) Retina
Retina merupakan lapisan mata yang
terdalam, sangat
kompleks, dan lunak. Pada bagian
terdalam retina terdapat beberapa
lapis sel, yaitu reseptor, ganglia, dan
serabut saraf.
Retina berisi reseptor untuk menerima
rangsang cahaya,
sehingga reseptor ini disebut
fotoreseptor. Pada retina ada satu titik
atau bintik yang tidak mempunyai sel-sel
batang maupun konus
disebut bintik buta.
b. Mekanisme melihat
Jika suatu benda terkena cahaya, benda
akan memantulkan
berkas-berkas cahaya tersebut. Pantulan
cahaya tersebut masuk
melalui lensa mata serta bagian-bagian
lainnya menuju ke retina.
Pada mata yang normal, bayangan benda
akan jatuh tepat di bintik
kuning pada retina. Rangsangan cahaya
yang diterima oleh retina
tersebut selanjutnya akan diteruskan oleh
urat saraf penglihatan ke
pusat penglihatan di otak untuk
diinterpretasikan atau diterjemahkan.
Akhirnya, kita dapat melihat benda
tersebut.
Mata normal (emetrop) merupakan mata
yang dapat memfokuskan
cahaya yang masuk tepat pada bintik
kuning. Mata normal
dapat melihat benda yang jauh maupun
yang dekat. Jarak benda
terjauh yang masih dapat dilihat dengan
jelas oleh mata disebut titik
jauh. Jarak benda terdekat yang masih
dapat dilihat dengan jelas
oleh mata disebut titik dekat. Titik dekat
pada anak-anak umumnya
masih dekat. Makin tua titik dekatnya
umumnya makin jauh.
c. Kelainan dan penyakit pada indra
penglihatan
Mata sebagai indra penglihatan dapat
mengalami gangguan
akibat kelainan ataupun penyakit. Salah
satu penyakit mata yang
sudah disebutkan yaitu glaukoma.
Adapun, kelainan penglihatan
sudah kamu pelajari di kelas VIII. Kelainan
penglihatan itu antara
lain sebagai berikut.
1) Mata miop (miopi)
Miopi atau mata dekat adalah cacat mata
yang disebab-kan
lensa mata terlalu cembung sehingga
bayangan jatuh di depan bintik
kuning (retina). Miopi disebut pula rabun
jauh, karena tidak dapat
melihat jauh. Penderita miopi hanya
mampu melihat jelas pada jarak
yang dekat. Untuk membantu penderita
miopi, sebaiknya memakai
kaca mata berlensa cekung (negatif).
2) Mata hipermetrop (hipermetropi)
Hipermetropi atau mata jauh adalah cacat
mata yang
disebabkan lensa mata terlalu pipih
sehingga bayangan jatuh di
belakang bintik kuning. Hipermetropi
disebut pula rabun dekat,
karena tidak dapat melihat dekat.
Penderita hipermetropi hanya
mampu melihat jelas pada jarak yang
jauh. Untuk membantu
penderita hipermetropi, dipakai kacamata
lensa cembung (lensa
positif).
3) Mata presbiop (presbiopi)
Presbiopi umumnya terjadi pada orang
berusia lanjut.
Keadaan ini disebabkan lensa mata terlalu
pipih dan daya akomodasi
mata sudah lemah sehingga tidak dapat
memfokuskan bayangan
benda yang berada dekat dengan mata.
Gangguan mata seperti itu
dapat dibantu dengan memakai kacamata
berlensa rangkap.
Di bagian atas kacamata dipasang lensa
cekung untuk
melihat benda yang jauh, sedangkan di
bagian bawahnya dipasang
lensa cembung untuk melihat benda
dekat.
4) Mata astigmatisma
Mata astigmatisma adalah cacat mata
yang disebabkan
kecembungan kornea tidak rata, sehingga
sinar sejajar yang datang
tidak dapat difokuskan ke satu titik. Untuk
membantu penderita
astigmatisma dipakai kacamata silindris.
5) Hemeralopi (rabun senja)
Hemeralopi adalah gangguan mata yang
disebabkan kekurangan
vitamin A. Penderita rabun senja tidak
dapat melihat dengan
jelas pada waktu senja hari. Keadaan
seperti itu apabila dibiarkan
berlanjut terus mengakibatkan kornea
mata bisa rusak dan dapat
menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu,
pemberian vitamin A yang
cukup sangat perlu dilakukan.
6) Katarak
Katarak adalah cacat mata yang
disebabkan pengapuran pada
lensa mata sehingga penglihatan menjadi
kabur dan daya akomodasi
berkurang. Umumnya katarak terjadi pada
orang yang telah lanjut
usia.
7) Buta warna
Buta warna merupakan gangguan
penglihatan mata yang
bersifat menurun. Penderita buta warna
tidak mampu membedakan
warna-warna tertentu, misalnya warna
merah, hijau, atau
biru. Buta warna tidak dapat diperbaiki
atau disembuhkan.
2. Indra Pendengar dan Alat
Keseimbangan
Telinga manusia merupakan organ yang
sangat kompleks.
Telinga manusia merupakan saluran yang
terbuka di bagian luar dan
bersatu dengan tulang tengkorak.
Telinga merupakan organ tubuh yang
berfungsi untuk mendengar
suara atau bunyi. Suara yang dapat kita
dengar adalah suara-
suara yang memiliki frekuensi antara 20
Hz –20.000 Hz.
a. Bagian-bagian telinga
Telinga manusia terdiri atas tiga bagian
yaitu telinga luar,
telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar terdiri atas daun telinga,
saluran telinga luar, dan
gendang telinga (membran timpani).
Daun telinga tersusun dari
tulang rawan. Saluran telinga luar
dindingnya dapat menghasilkan
minyak serumen. Fungsi telinga luar
adalah menangkap getaran
bunyi.
Telinga bagian tengah mempunyai ti-ga
macam tulang, yaitu
tulang martil, tulang landasan, dan tulang
sanggurdi. Ketiga tulang
ini membentuk rangkaian yang melintang
dalam telinga tengah
tersebut dan bersatu dengan membran
timpani. Pada bagian akhir
telinga tengah, tulang sanggurdi bersatu
dengan membran, disebut
tingkap bundar. Tingkap bundar ini yang
menutupi telinga bagian
dalam.
Telinga bagian dalam tersusun atas dua
bagian penting, yaitu:
rumah siput dan saluran gelung. Rumah
siput merupakan saluran
spiral yang menyerupai rumah siput.
Saluran ini berisi cairan dan
permukaan dalamnya merupakan tempat
bermuara saraf. Ujungujung
saraf ini sangat peka oleh getaran yang
ditimbulkan oleh
cairan tersebut. Semua ujung saraf ini
menyatu membentuk saraf
pendengar yang menghubungkan rumah
siput dengan otak. Saluran
gelung terdiri atas tiga saluran yang saling
terkait, dan mempunyai
peranan dalam menjaga keseimbangan.
b. Mekanisme mendengar
Apabila sampai pada telinga kita,
gelombang suara akan
masuk ke telinga bagian luar melalui
saluran pendengaran dan
akhirnya sampai pada membran timpani.
Gelombang suara ini
menggetarkan membran dan tulang
martil. Selanjutnya tulang
landasan dan tulang sanggurdi ikut
bergetar. Akhirnya tingkap
bundar ikut bergetar juga. Getaran ini
akan menggetarkan cairan di
dalam rumah siput. Cairan yang bergetar
menstimulasi ujung-ujung
saraf. Impuls dari ujung saraf ini
diteruskan ke saraf pendengar di
otak besar. Kekhususan pola impuls
ditentukan oleh pola gelombang
suara yang diterima. Otak besar
menerima impuls ini, kemudian
menerjemahkannya dan kita
mempersepsikannya sebagai suara.
c. Kelainan dan penyakit pada indra
pendengaran
Telinga sebagai indra pendengar dapat
mengalami gangguan
karena kelainan atau penyakit.
Gangguan pada indra pendengaran dapat
menyebabkan
pendengaran menjadi kurang peka.
Keadaan tersebut antara lain
disebabkan terjadinya penebalan
membran timpani akibat infeksi
berulang pada telinga tengah, pecahnya
membran timpani,
pengapuran pada tulang-tulang
pendengaran, dan kerusakan saraf
auditori (saraf pendengaran).
3. Indra Peraba
Indra peraba pada tubuh manusia adalah
kulit. Di kulit terdapat
beberapa organ pengindraan khusus
disebut reseptor.
Reseptor merupakan percabangan akhir
dendrit dari neuron
sensorik. Beberapa reseptor tersusun
atas beberapa dendrit dan ada
yang mempunyai sel khusus. Tiap
reseptor hanya cocok untuk jenis
rangsang tertentu saja. Jika reseptor
dirangsang, terjadi impuls
sepanjang dendrit yang diteruskan ke
sistem saraf pusat. Ada lima
macam reseptor pada kulit, yaitu reseptor
yang khusus untuk
menanggapi rangsang yang berupa
sentuhan, tekanan, sakit, panas,
atau dingin.
Sebagai contoh, reseptor rasa sakit
merupakan reseptor
dengan dendrit yang gundul, terdapat di
seluruh permukaan kulit.
Jika rangsang cukup kuat, misalnya
rangsang mekanik, temperatur,
listrik atau kimiawi, maka reseptor ini
akan bereaksi.
Sensasi rasa sakit yang timbul merupakan
suatu upaya untuk
proteksi (melindungi diri). Hal ini
merupakan sinyal-sinyal (pertanda)
bahwa ada ancaman bagi tubuh yang
dapat menyebabkan
luka-luka.
4. Indra Pembau (Pencium)
Indra pembau pada tubuh kita berupa
hidung. Di dalam rongga
hidung bagian atas terdapat serabut-
serabut saraf pembau dengan
sel-sel pembau di ujungnya. Serabut-
serabut saraf itu bergabung
menjadi urat saraf pembau yang menuju
pusat pembau di
otak. Sel-sel pembau mempunyai rambut-
rambut halus di ujungnya
dan diliputi oleh selaput lendir yang
berfungsi sebagai pelembap.
Sel-sel pembau peka terhadap zat-zat
kimia dalam udara (berupa
gas atau uap).
Pada saat tubuh terserang flu biasanya
disertai dengan pilek.
Pilek menyebabkan saluran pernapasan
tersumbat, terutama pada
bagian hidung. Saat pilek, hidung tidak
peka terhadap bau (aroma)
tertentu dan nafsu makan berkurang
karena lidah tidak peka
terhadap rasa. Adakah hubungan antara
indra pembau (penciuman)
dan indra pengecap.
Pada saat kita menarik napas, udara
masuk ke dalam rongga
hidung. Gas memasuki rongga hidung
bercampur dengan lendir,
kemudian menstimulasi ujung-ujung saraf.
Impuls ini diteruskan ke
saraf pembau di pusat saraf, dan akhirnya
diinterpretasikan sebagai
bau. Indra pembau (pencium) ini
bersangkut paut dengan indra
pengecap. Jika terjadi gangguan pada
indra pembau, kita tidak dapat
mengecap dengan baik.
5. Indra Pengecap
Manusia kadang-kadang lebih menyenangi
beberapa makanan
tertentu daripada jenis makanan yang
lain. Hal itu disebabkan
mereka dapat merasakan perbedaan
substansi kimiawi pada
makanan tersebut. Seperti halnya indra
yang lain, pengecapan
merupakan hasil stimulasi ujung saraf
tertentu.
Pada manusia, ujung saraf pengecap
berlokasi di kuncupkuncup
pengecap pada lidah. Kuncup-kuncup
pengecap mempunyai
bentuk seperti labu, terletak pada lidah di
bagian depan hingga
belakang. Makanan yang dikunyah
bersama air liur memasuki
kuncup pengecap melalui pori-pori bagian
atas. Di dalam mulut,
makanan akan merangsang ujung saraf
yang mempunyai rambut.
Dari ujung tersebut pesan akan dibawa ke
otak, kemudian diinterpretasikan
dan sebagai hasilnya kita dapat mengecap
makanan yang
masuk ke dalam mulut kita.
Manusia hanya mampu mengecap empat
macam cita rasa,
yaitu rasa asam, asin, manis, dan pahit.
Kuncup pengecap pada
lidah untuk masing-masing rasa tersebut
terletak di daerah yang
berbeda. Untuk cita rasa manis berada di
bagian ujung lidah sedangkan
depan lidah untuk rasa asin. Kuncup
pengecap untuk rasa asam
ada di sisi lidah. Adapun, kuncup
pengecap untuk cita rasa pahit
berada di bagian belakang lidah. Inilah
sebabnya apabila kamu
makan makanan yang mempunyai rasa
manis dan pahit sekaligus,
maka yang terasa lebih awal adalah rasa
manis barulah kemudian
rasa pahit.

Template by:

Free Blog Templates