Selasa, 08 Januari 2013

Kerajaan Samudra Pasai

Setelah kita
memperlajari masuknya agama islam di
indonesia , kemudian terbentuklah sebuah
kerajaan yang merupakan kerajaan islam
yang pertama berdiri di Indonesia yaitu
adalah “Kerajaan Samudera Pasai” .
Kerajaan ini berdiri sejak tahun 1267
(abad 13) di Wilayah Sumatera ACEH
didirikan oleh Nazimuddin Al Kamil.
Raja Pertama Kerajaan Samudera Pasai
adalah Sultan Malik Al Saleh, karena pada
tahun 1283 kerajaan Samudera Pasai telah
ditaklukkan, barulah mengangkat Sultan
Malik Al Saleh menjadi raja pertama
dengan periode (1285 – 1297) . Kerajaan
samudera pasai terletak di daerah
Lhokseumawe (aceh utara saat ini).
sejarah kerajaan samudera
pasai di indonesia
Setelah wafatnya Sultan Malik Al Saleh,
Raja Kerajaan Samudera pasai di gantikan
oleh putranya yang bernama Sultan
Muhammad Malik az-Zahir dengan
periode 1297-1326 , merupakan hasil
perkawinan Sultan Malik Al Saleh dengan
putri Raja Perlak. Pada masa ini mulai
diberlakukan mata uang berupa koin
emas.
Kemudian padatahun 1326, kerajaan
samudera pasai digantikan anaknya Sultan
Mahmud Malik az-Zahir karena Sultan
Muhammad Malik az-Zahir telah wafat
(meninggal dunia). Sultan Mahmud Malik
az-Zahir memimpin hingga tahun 1345
karena datang serangan dari Majapahit
antara tahun 1345 dan 1350, dan
menyebabkan Sultan Pasai terpaksa
melarikan diri dari ibukota kerajaan.
Kemudian singkat Cerita, Kesultanan
Samudera Pasai kemudian bangkit kembali
dibawah kepemimpinan Sultan Zain al-
Abidin Malik az-Zahir pada tahun 1383
hingga 1405. Sultan Zain di kenal sebagai
Tsai-nu-li-a-pi-ting-ki dan Wafat oleh Raja
Nakur. (hal ini ditarangkan pada kronik
cina).
Di bidang agama, Samudera Pasai menjadi
pusat studi Islam. Kerajaan ini menyiarkan
Islam sampai ke Minangkabau, Jambi,
Malaka, Jawa, bahkan ke Thailand. Dari
Kerajaan Samudra Pasai inilah kader-kader
Islam dipersiapkan untuk
mengembangkan Islam ke berbagai
daerah. Salah satunya ialah Fatahillah. Ia
adalah putra Pasai yang kemudian menjadi
panglima di Demak kemudian menjadi
penguasa di Banten.

Senin, 07 Januari 2013

Pengertian Resensi

Resensi /résénsi/ n menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah
pertimbangan atau pembicaraan
tentang buku; ulasan buku:
Sedangkan kata "mengulas" v itu
sendiri mempunyai arti memberkan
penjelasan dan komentar; menafsirkan
(penerangan lanjut, pendapat, dsb);
mempelajari (menyelidiki) dan kata
"ulasan" n mempunyai arti kupasan;
tafsiran; komentar:
Resensi berasal dari bahasa Latin,
yaitu dari kata kerja revidere atau
recensere. Artinya melihat kembali,
menimbang, atau menilai. Arti yang
sama untuk istilah itu dalam bahasa
Belanda dikenal dengan recensie,
sedangkan dalam bahasa Inggris
dikenal dengan istilah review. Tiga
istilah itu mengacu pada hal yang
sama, yakni mengulas buku.
Tindakan meresensi dapat berarti
memberikan penilaian, mengungkap
kembali isi buku, membahas, atau
mengkritik buku. Dengan pengertian
yang cukup luas itu, maksud ditulisnya
resensi buku tentu menginformasikan
isi buku kepada masyarakat luas
Secara singkat, resensi ialah suatu
tulisan atau ulasan mengenai nilai
sebuah hasil karya. Tujuan resensi
adalah menyampaikan kepada para
pembaca apakah sebuah buku atau
hasil karya itu patut mendapat
sambutan dari masyarakat atau tidak.
Lebih detil lagi, tujuan resensi
adalah:
Memberikan informasi atau
pemahaman yang komprehensif
(mendalam) tentang apa yang tampak
dan terungkap dalam sebuah buku.
Mengajak pembaca untuk memikirkan,
merenungkan, dan mendiskusikan
lebih jauh fenomena atau problema
yang muncul dalam sebuah buku.
Memberikan pertimbangan kepada
pembaca apakah buku itu pantas
mendapat sambutan dari masyarakat
atau tidak.
Setelah mengetahui definisi serta
tujuan dari resensi yang dibuat oleh
resentator, kira-kira unsur apa saja
yang terkandung di dalam sebuah
resensi?
Daniel Samad (1997: 7-8)
menyebutkan unsur-unsur resensi
adalah sebagai berikut:
Membuat judul resensi
Judul resensi yang menarik dan benar-
benar menjiwai seluruh tulisan atau
inti tulisan, tidakharus ditetapkan
terlebih dahulu. Judul dapat dibuat
sesudah resensi selesai. Yang perlu
diingat, judul resensi selaras dengan
keseluruhan isi resensi.
Menyusun data buku
Data buku biasanya disusun sebagai
berikut:
- Judul buku (Apakah buku itu
termasuk buku hasil terjemahan.
Kalau demikian, tuliskan judul
aslinya.);
- Pengarang (Kalau ada, tulislah juga
penerjemah, editor, atau penyunting
seperti yang tertera pada buku.);
- Penerbit;
- Tahun terbit beserta cetakannya
(cetakan ke berapa);
- Tebal buku;
- Harga buku (jika diperlukan).
Membuat pembukaan
- Pembukaan dapat dimulai dengan
hal-hal berikut ini:
- Memperkenalkan siapa
pengarangnya, karyanya berbentuk
apa saja, dan prestasi apa saja yang
diperoleh;
- Membandingkan dengan buku sejenis
yang sudah ditulis, baik oleh
pengarang sendiri maupun oleh
pengarang lain;
- Memaparkan kekhasan atau sosok
pengarang;
- Memaparkan keunikan buku;
- Merumuskan tema buku;
- Mengungkapkan kritik terhadap
kelemahan buku;
- Mengungkapkan kesan terhadap
buku;
- Memperkenalkan penerbit;
- Mengajukan pertanyaan;
- Membuka dialog.
Tubuh atau isi pernyataan resensi
buku
Tubuh atau isi pernyataan resensi
biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
a. sinopsis atau isi buku secara bernas
dan kronologis;
b. ulasan singkat buku dengan kutipan
secukupnya;
c. keunggulan buku;
d. kelemahan buku;
e. rumusan kerangka buku;
f. tinjauan bahasa (mudah atau
berbelit-belit);
g. adanya kesalahan cetak.
Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasanya berisi buku
itu penting untuk siapa dan mengapa.
Terakhir, bagaimana cara membuat
resensi itu sendiri? Bagaimana
langkah-langkah di dalam membuat
resensi yang baik?
Ketika melakukan kegiatan meresensi,
hendaklah perhatikan langkah-langkah
meresensi buku sebagai berikut.
1. Penjajakan atau pengenalan
terhadap buku yang diresensi,mulai
dari tema buku yang diresensi, disertai
deskripsi isi buku,siapa yang
menerbitkan buku itu, kapan dan di
mana diterbitkan, tebal (jumlah bab
dan halaman), format, hingga
harga.Siapa pengarangnya: nama,
latar belakang pendidikan, reputasi
dan prestasi, buku atau karya apa saja
yang ditulis, hingga mengapa ia
menulis buku itu. Buku itu termasuk
golongan buku yang mana: ekonomi,
teknik, politik, pendidikan, psikologi,
sosiologi, filsafat, bahasa, atau sastra.
2. Membaca buku yang akan diresensi
secara komprehensif, cermat, dan
teliti. Peta permasalahan dalam buku
itu perlu dipahami secara tepat dan
akurat.
3. Menandai bagian-bagian buku yang
diperhatikan secara khusus dan
menentukan bagian-bagian yang
dikutip untuk dijadikan data.
4. Membuat sinopsis atau intisari dari
buku yang akan diresensi.
5. Menentukan sikap dan menilai hal-
hal berikut.
Organisasi atau kerangka penulisan;
bagaimana hubungan antara bagian
yang satu dan bagian yang lain,
bagaimana sistematikanya, dan
bagaimana dinamikanya.
Isi pernyataan; bagaimana bobot ide,
analisis, penyajian data, dan
kreativitas pemikirannya, bahasa;
bagaimana ejaan yang disempurnakan
diterapkan, kalimat dan penggunaan
kata, terutama untuk buku ilmiah.
Aspek teknis; bagaimana tata letak,
tata wajah, kerapian dan kebersihan,
dan pencetakannya (banyak salah
cetak atau tidak).
Sebelum menilai, alangkah baiknya
jika terlebih dahulu dibuat semacam
garis besar (outline) resensi itu.
Outline ini sangat membantu kita
ketika menulis, mengoreksi dan
merevisi hasil resensi dengan
menggunakan dasar dan kriteria yang
kita tentukan sebelumnya.
Untuk melengkapi pemaparan
mengenai resensi, saya sertakan
bentuk resensi sebuah cerpen di
bawah ini :
Contoh Resensi cerpen
Contoh Resensi Novel
Contoh Resensi Novel Moga bunda
disayang Allah
Contoh Resensi Novel Karya
Habiburrahman El Shirazy
oke, sekian dulu yaa updatean saya
pagi ini mengenai Pengertian
Resensi , walaupun sedikit semoga
manfaat dan berguna bagi kalian.
Salam dan Semangat :)

Jenis-Jenis Ikatan Kimia

B. Ikatan antar molekul
1. Ikatan hidrogen
Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik
menarik antara atom H dengan atom
lain yang mempunyai keelektronegatifan
besar pada satu molekul dari senyawa
yang sama. Ikatan hidrogen merupakan
ikatan yang paling kuat dibandingkan
dengan ikatan antar molekul lain,
namun ikatan ini masih lebih lemah
dibandingkan dengan ikatan kovalen
maupun ikatan ion.
Ikatan hidrogen ini terjadi pada ikatan
antara atom H dengan atom N, O, dan F
yang memiliki pasangan elektron bebas.
Hidrogen dari molekul lain akan
bereaksi dengan pasangan elektron
bebas ini membentuk suatu ikatan
hidrogen dengan besar ikatan
bervariasi. Kekuatan ikatan hidrogen ini
dipengaruhi oleh beda
keelektronegatifan dari atom-atom
penyusunnya. Semakin besar
perbedaannya semakin besar pula
ikatan hidrogen yang dibentuknya.
Kekuatan ikatan hidrogen ini akan
mempengaruhi titik didih dari senyawa
tersebut. Semakin besar perbedaan
keelektronegatifannya maka akan
semakin besar titik didih dari senyawa
tersebut. Namun, terdapat pengecualian
untuk H O yang memiliki dua ikatan
hidrogen tiap molekulnya. Akibatnya,
titik didihnya paling besar dibanding
senyawa dengan ikatan hidrogen lain,
bahkan lebih tinggi dari HF yang
memiliki beda keelektronegatifan
terbesar.
2. Ikatan van der walls
Gaya Van Der Walls dahulu dipakai
untuk menunjukan semua jenis gaya
tarik menarik antar molekul. Namun
kini merujuk pada gaya-gaya yang
timbul dari polarisasi molekul menjadi
dipol seketika. Ikatan ini merupakan
jenis ikatan antar molekul yang
terlemah, namun sering dijumpai
diantara semua zat kimia terutama gas.
Pada saat tertentu, molekul-molekul
dapat berada dalam fase dipol seketika
ketika salah satu muatan negatif berada
di sisi tertentu. Dalam keadaa dipol ini,
molekul dapat menarik atau menolak
elektron lain dan menyebabkan atom
lain menjadi dipol. Gaya tarik menarik
yang muncul sesaat ini merupakan gaya
Van der Walls.

Jenis-jenis Ikatan Kimia

Ikatan kimia merupakan sebuah proses
fisika yang bertanggungung jawab dalam
gaya interaksi tarik menarik antara dua
atom atau molekul yang menyebabkan
suatu senyawa diatomik atau poliatomik
menjadi stabil. Secara umum, ikatan kimia
dapat digolongkan menjadi dua jenis,
yaitu:
A. Ikatan antar atom:
1. Ikatan ion = heteropolar
Ikatan ionik adalah sebuah gaya
elektrostatik yang mempersatukan
ion-ion dalam suatu senyawa ionik.
Ion-ion yang diikat oleh ikatan kimia ini
terdiri dari ka2tion dan juga anion.
Kation terbentuk dari unsur-unsur yang
memiliki energi ionisasi rendah dan
biasanya terdiri dari logam-logam alkali
dan alkali tanah. Sementara itu, anion
cenderung terbentuk dari unsur-unsur
yang memiliki afinitas elektron tinggi,
dalam hal ini unsur-unsur golongan
halogen dan oksigen. Oleh karena itu,
dapat dikatakan bahwa ikatan ion
sangat dipengaruhi oleh besarnya beda
keelektronegatifan dari atom-atom
pembentuk senyawa tersebut. Semakin
besar beda keelektronegatifannya,
maka ikatan ionik yang dihasilkan
akan semakin kuat. Ikatan ionik
tergolong ikatan kuat, dalam hal ini
memiliki energi ikatan yang kuat
sebagai akibat dari perbedaan
keelektronegatifan ion penyusunnya.
Pembentukan ikatan ionik dilakukan
dengan cara transfer elektron. Dalam
hal ini, kation terionisasi dan
melepaskan sejumlah elektron hingga
mencapai jumlah oktet yang disyaratkan
dalam aturan Lewis. Selanjutnya
elektron yang dilepaskan ini akan
diterima oleh anion hingga mencapai
jumlah oktet. Proses transfer elektron
ini akan menghasilkan suatu ikatan
ionik yang mempersatukan ion anion
dan kation.
Sifat-Sifat ikatan ionik adalah:
a. Bersifat polar sehingga larut
dalam pelarut polar
b. Memiliki titik leleh yang tinggi
c. Baik larutan maupun lelehannya
bersifat elektrolit
2. Ikatan kovalen = homopolar
Ikatan kovalen merupakan ikatan
kimia yang terbentuk dari
pemakaian elektron bersama oleh
atom-atom pembentuk ikatan. Ikatan
kovalen biasanya terbentuk dari unsur-
unsur non logam. Dalam ikatan kovalen,
setiap elektron dalam pasangan tertarik
ke dalam nukleus kedua atom. Tarik
menarik elektron inilah yang
menyebabkan kedua atom terikat
bersama.
Ikatan kovalen terjadi ketika masing-
masing atom dalam ikatan tidak mampu
memenuhi aturan oktet, dengan
pemakaian elektron bersama dalam
ikatan kovalen, masing-masing atom
memenuhi jumlah oktetnya. Hal ini
mendapat pengecualian untuk atom H
yang menyesuaikan diri dengan
konfigurasi atom dari He (2ē valensi)
untuk mencapai tingkat kestabilannya.
Selain itu, elektron-elektron yang tidak
terlibat dalam ikatan kovalen disebut
elektron bebas. Elektron bebas ini
berpengaruh dalam menentukan bentuk
dan geometri molekul.
Ada beberapa jenis ikatan kovalen yang
semuanya bergantung pada jumlah
pasangan elektron yang terlibat dalam
ikatan kovalen. Ikatan tunggal
merupakan ikatan kovalen yang
terbentuk 1 pasangan elektron. Ikatan
rangkap 2 merupakan ikatan kovalen
yang terbentuk dari dua pasangan
elektron, beitu juga dengan ikatan
rangkap 3 yang terdiri dari 3 pasangan
elektron. Ikatan rangkap memiliki
panjang ikatan yang lebih pendek
daripada ikatan tunggal. Selain itu
terdapat juga bermacam-macam jenis
ikatan kovalen lain seperti ikatan sigma,
pi, delta, dan lain-lain.
Senyawa kovalen dapat dibagi mejadi
senyawa kovalen polar dan non polar.
Pada senyawa kovalen polar, atom-
atom pembentuknya mempunyai gaya
tarik yang tidak sama terhadap elektron
pasangan persekutuannya. Hal ini
terjadi karena beda keelektronegatifan
antara atom-atom penyusunnya.
Akibatnya terjadi pemisahan kutub
positif dan negatif. Sementara itu pada
senyawa kovalen non-polar titik muatan
negatif elekton persekutuan berhimpit
karena beda keelektronegatifan yang
kecil atau tidak ada.
3. Ikatan kovalen koordinasi =
semipolar
Ikatan kovalen koordinat merupakan
ikatan kimia yang terjadi apabila
pasangan elektron bersama yang
dipakai oleh kedua atom disumbangkan
oleh sala satu atom saja. Sementara itu
atom yang lain hanya berfungsi sebagai
penerima elektron berpasangan saja.
Syarat-syarat terbentuknya ikatan
kovalen koordinat:
1. Salah satu atom memiliki
pasangan elektron bebas
2. Atom yang lainnya memiliki
orbital kosong
Susunan ikatan kovalen koordinat
sepintas mirip dengan ikatan ion, namun
kedua ikatan ini berbeda oleh karena
beda keelektronegatifan yang kecil pada
ikatan kovalen koordinat sehingga
menghasilkan ikatan yang cenderung
mirip kovalen.
4. Ikatan Logam
Ikatan logam merupakan salah satu ciri
khusus dari logam, pada ikatan logam
ini elektron tidak hanya menjadi miliki
satu atau dua atom saja, melainkan
menjadi milik dari semua atom yang
ada dalam ikatan logam tersebut.
Elektron-elektron dapat terdelokalisasi
sehingga dapat bergerak bebas dalam
awan elektron yang mengelilingi atom-
atom logam. Akibat dari elektron yang
dapat bergerak bebas ini adalah sifat
logam yang dapat menghantarkan listrik
dengan mudah. Ikatan logam ini hanya
ditemui pada ikatan yang seluruhnya
terdiri dari atom unsur-unsur logam
semata.

Pemahaman Tentang Karya Sastra

Menurut Sumardjo dan Sumaini,
salah satu pengertian sastra
adalah seni bahasa. Maksudnya
adalah, lahirnya sebuah karya
sastra adalah untuk dapat
dinikmati oleh pembaca. Untuk
dapat menikmati suatu karya
sastra secara sungguh-sungguh
dan baik diperlukan
pengetahuan tentang sastra.
Tanpa pengetahuan yang cukup,
penikmatan akan sebuah karya
sastra hanya bersifat dangkal dan
sepintas karena kurangnya
pemahaman yang tepat.
Sebelumnya, patutlah semua
orang tahu apa yang dimaksud
dengan karya sastra. Karya
sastra bukanlah ilmu. Karya
sastra adalah seni, di mana
banyak unsur kemanusiaan yang
masuk di dalamnya, khususnya
perasaan, sehingga sulit
diterapkan untuk metode
keilmuan. Perasaan, semangat,
kepercayaan, keyakinan sebagai
unsur karya sastra sulit dibuat
batasannya.
Karya sastra adalah ungkapan
pribadi manusia yang berupa
pengalaman, pemikiran,
perasaan, ide, semangat,
keyakinan dalam suatu bentuk
gambaran kehidupan, yang dapat
membangkitkan pesona dengan
alat bahasa dan dilukiskan dalam
bentuk tulisan. Jakop Sumardjo
dalam bukunya yang berjudul
"Apresiasi Kesusastraan"
mengatakan bahwa karya sastra
adalah sebuah usaha merekam
isi jiwa sastrawannya. Rekaman
ini menggunakan alat bahasa.
Sastra adalah bentuk rekaman
dengan bahasa yang akan
disampaikan kepada orang lain.
Pada dasarnya, karya sastra
sangat bermanfaat bagi
kehidupan, karena karya sastra
dapat memberi kesadaran
kepada pembaca tentang
kebenaran-kebenaran hidup,
walaupun dilukiskan dalam
bentuk fiksi. Karya sastra dapat
memberikan kegembiraan dan
kepuasan batin. Hiburan ini
adalah jenis hiburan intelektual
dan spiritual. Karya sastra juga
dapat dijadikan sebagai
pengalaman untuk berkarya,
karena siapa pun bisa
menuangkan isi hati dan pikiran
dalam sebuah tulisan yang
bernilai seni.
Setelah mengetahui apa yang
dimaksud dengan karya sastra,
tidak ada salahnya apabila kita
melirik lebih mendalam tentang
genre (jenis) karya sastra. Karya
sastra dapat digolongkan ke
dalam dua kelompok, yakni
karya sastra imajinatif dan karya
sastra nonimajinatif. Ciri karya
sastra imajinatif adalah karya
sastra tersebut lebih
menonjolkan sifat khayali,
menggunakan bahasa yang
konotatif, dan memenuhi syarat-
syarat estetika seni. Sedangkan
ciri karya sastra nonimajinatif
adalah karya sastra tersebut
lebih banyak unsur faktualnya
daripada khayalinya, cenderung
menggunakan bahasa denotatif,
dan tetap memenuhi syarat-
syarat estetika seni.
Pembagian genre sastra
imajinatif dapat dirangkumkan
dalam bentuk puisi, fiksi atau
prosa naratif, dan drama.
Penjelasan tentang ketiga karya
sastra ini akan kita kupas secara
terperinci.
1. Puisi
Puisi adalah rangkaian kata yang
sangat padu. Oleh karena itu,
kejelasan sebuah puisi sangat
bergantung pada ketepatan
penggunaan kata serta kepaduan
yang membentuknya.
2. Fiksi atau prosa naratif.
Fiksi atau prosa naratif adalah
karangan yang bersifat
menjelaskan secara terurai
mengenai suatu masalah atau
hal atau peristiwa dan lain-lain.
Fiksi pada dasarnya terbagi
menjadi novel, roman, dan cerita
pendek.
Suroto dalam bukunya yang
berjudul "Apresiasi Sastra
Indonesia" menjelaskan secara
terperinci tentang pengertian
tiga genre yang termasuk dalam
prosa naratif berikut ini.
a. Novel
Novel ialah suatu karangan prosa
yang bersifat cerita, yang
menceritakan suatu kejadian
yang luar biasa dari kehidupan
orang-orang (tokoh cerita).
Dikatakan kejadian yang luar
biasa karena dari kejadian ini
lahir suatu konflik, suatu
pertikaian, yang mengalihkan
jurusan nasib para tokoh. Novel
hanya menceritakan salah satu
segi kehidupan sang tokoh yang
benar-benar istimewa, yang
mengakibatkan terjadinya
perubahan nasib.
b. Roman
Istilah roman berasal dari genre
romance dari Abad Pertengahan,
yang merupakan cerita panjang
tentang kepahlawanan dan
percintaan. Istilah roman
berkembang di Jerman, Belanda,
Perancis, dan bagian-bagian
Eropa Daratan yang lain. Ada
sedikit perbedaan antara roman
dan novel, yakni bahwa bentuk
novel lebih pendek dibanding
dengan roman, tetapi ukuran
luasnya unsur cerita hampir
sama.
c. Cerita pendek.
Cerita atau cerita pendek adalah
suatu karangan prosa yang berisi
cerita sebuah peristiwa
kehidupan manusia -- pelaku/
tokoh dalam cerita tersebut.
Dalam karangan tersebut
terdapat pula peristiwa lain
tetapi peristiwa tersebut tidak
dikembangkan, sehingga
kehadirannya hanya sekadar
sebagai pendukung peristiwa
pokok agar cerita tampak wajar.
Ini berarti cerita hanya
dikonsentrasikan pada suatu
peristiwa yang menjadi pokok
ceritanya.
3. Drama
Genre sastra imajinatif yang
ketiga adalah drama. Drama
adalah karya sastra yang
mengungkapkan cerita melalui
dialog-dialog para tokohnya.
Drama sebagai karya sastra
sebenarnya hanya bersifat
sementara, sebab naskah drama
ditulis sebagai dasar untuk
dipentaskan. Dengan demikian,
tujuan drama bukanlah untuk
dibaca seperti orang membaca
novel atau puisi. Drama yang
sebenarnya adalah kalau naskah
sastra tadi telah dipentaskan.
Tetapi bagaimanapun, naskah
tertulis drama selalu dimasukkan
sebagai karya sastra.
Selanjutnya adalah pembagian
genre sastra nonimajinatif, di
mana kadar fakta dalam genre
sastra ini agak menonjol.
Sastrawan bekerja berdasarkan
fakta atau kenyataan yang
benar-benar ada dan terjadi
sepanjang yang mampu
diperolehnya. Penyajiannya
dalam bentuk sastra disertai
oleh daya imajinasinya, yang
memang menjadi ciri khas karya
sastra. Genre yang termasuk
dalam karya sastra nonimajinatif,
yaitu:
1. Esai:Esai adalah karangan
pendek tentang sesuatu
fakta yang dikupas menurut
pandangan pribadi manusia.
Dalam esai, baik pikiran
maupun perasaan dan
keseluruhan pribadi
penulisnya tergambar
dengan jelas, sebab esai
merupakan ungkapan pribadi
penulisnya terhadap sesuatu
fakta.
2. Kritik:Kritik adalah analisis
untuk menilai sesuatu karya
seni, dalam hal ini karya
sastra. Jadi, karya kritik
sebenarnya termasuk
argumentasi dengan
faktanya sebuah karya
sastra, sebab kritik berakhir
dengan sebuah kesimpulan
analisis. Tujuan kritik tidak
hanya menunjukkan
keunggulan, kelemahan,
benar dan salahnya sebuah
karya sastra dipandang dari
sudut tertentu, tetapi tujuan
akhirnya adalah mendorong
sastrawan untuk mencapai
penciptaan sastra setinggi
mungkin, dan juga
mendorong pembaca untuk
mengapresiasi karya sastra
secara lebih baik.
3. Biografi:Biografi atau riwayat
hidup adalah cerita tentang
hidup seseorang yang ditulis
oleh orang lain. Tugas
penulis biografi adalah
menghadirkan kembali jalan
hidup seseorang
berdasarkan sumber-sumber
atau fakta-fakta yang dapat
dikumpulkannya. Teknik
penyusunan riwayat hidup
itu biasanya kronologis yakni
dimulai dari kelahirannya,
masa kanak-kanak, masa
muda, dewasa, dan akhir
hayatnya. Sebuah karya
biografi biasanya
menyangkut kehidupan
tokoh-tokoh penting dalam
masyarakat atau tokoh-
tokoh sejarah.
4. Autobiografi:Autobiografi
adalah biografi yang ditulis
oleh tokohnya sendiri, atau
kadang-kadang ditulis oleh
orang lain atas penuturan
dan sepengetahuan
tokohnya. Kelebihan
autobiografi adalah bahwa
peristiwa-peristiwa kecil
yang tidak diketahui orang
lain, karena tidak ada bukti
yang dapat diungkapkan.
Begitu pula sikap, pendapat,
dan perasaan tokoh yang tak
pernah diketahui orang lain
dapat diungkapkan.
5. Sejarah:Sejarah adalah cerita
tentang zaman lampau
sesuatu masyarakat
berdasarkan sumber-sumber
tertulis maupun tidak
tertulis. Meskipun karya
sejarah berdasarkan fakta
yang diperoleh dari
beberapa sumber, namun
penyajiannya tidak pernah
lepas dari unsur khayali
pengarangnya. Fakta sejarah
biasanya terbatas dan tidak
lengkap, sehingga untuk
menggambarkan zaman
lampau itu, pengarang perlu
merekonstruksinya
berdasarkan daya khayal
atau imajinasinya, sehingga
peristiwa itu menjadi
lengkap dan terpahami.
6. Memoar:Memoar pada
dasarnya adalah sebuah
autobiografi, yakni riwayat
yang ditulis oleh tokohnya
sendiri. Bedanya, memoar
terbatas pada sepenggal
pengalaman tokohnya,
misalnya peristiwa-peristiwa
yang dialami tokoh selama
Perang Dunia II saja. Fakta
dalam memoar itu unsur
imajinasi penulisnya ikut
berperanan.
7. Catatan Harian:Catatan
harian adalah catatan
seseorang tentang dirinya
atau lingkungan hidupnya
yang ditulis secara teratur.
Catatan harian sering dinilai
berkadar sastra karena
ditulis secara jujur, spontan,
sehingga menghasilkan
ungkapan-ungkapan pribadi
yang asli dan jernih, yakni
salah satu kualitas yang
dihargai dalam sastra.
8. Surat-Surat:Surat tokoh
tertentu untuk orang-orang
lain dapat dinilai sebagai
karya sastra, karena kualitas
yang sama seperti terdapat
dalam catatan harian.
Genre sastra nonimajinatif ini
belum berkembang dengan baik,
sehingga adanya genre tersebut
kurang dikenal sebagai bagian
dari sastra. Apa yang disebut
karya sastra selama ini hanya
menyangkut karya-karya
imajinasi saja. Hal ini bisa kita
lihat dari pemahaman
masyarakat, khususnya pelajar
tentang sastra.
Inilah tulisan singkat tentang
sastra dan pembagiannya. Untuk
memahami lebih jauh lagi, Anda
dapat menggali lagi lebih lanjut
dari berbagai sumber, baik itu
buku, artikel, majalah, surat
kabar, dan sebagainya.
Sumber yang dijadikan cerminan
untuk tulisan ini:
Sumardjo, Jakob, dan Saini K.M.
1994. Apresiasi Kesusastraan.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Suroto. 1990. Apresiasi Sastra
Indonesia untuk SMTA. Jakarta:
Erlangga.

Macam-Macam Kata Ulang

1. Kata Ulang Dwipurwa
yaitu ulangan atas suku kata
awal. Vokal dari suku kata awal
mengalami pelemahan dan
bergeser ke posisi tengah menjadi
e pepet.
contoh:
tatanaman    > tetanaman
tatangga       >  tetangga
luluhur          > leluhur
lalaki            >  lelaki
luluasa > leluasa
titirah            >  tetirah
2. Kata Ulang Utuh
yaitu ulangan atas seluruh
bentuk dasar.
Kata ulang utuh terbagi 2:
a. kata ulang dwilingga, ulangan
atas bentuk dasar yang berupa
kata dasar.
misalnya:
rumah-rumah
buah-buah
anak-anak
b. kata ulang kata jadian
berimbuhan, yaitu ulangan atas
bentuk dasar berupa kata jadian
berimbuhan
misalnya:
perbuatan > perbuatan-
perbuatan
timbangan > timbangan-
timbangan
pengumuman > pengumuman-
pengumuman
3. Kata Ulang Dwilingga Salin
Suara
yaitu ulangan yang terjadi atas
seluruh suku kata, namun pada
salah satu lingganya terjadi
perubahan suara pada satu
fonem atau lebih.
Contoh:
gerak-gerak > gerak-gerik
sayur-sayur > sayur-mayur
porak-porak > porak-parik
tegap-tegap > tegap-begap
4. Kata Ulang Berimbuhan
yaitu ulangan yang mendapat
imbuhan baik pada lingga
pertama maupun pada lingga
kedua.
Misalnya:
bermain-main
berjalan-jalan
berpukul-pukulan
gunung-gemunung
tarik-menarik

5. Paragraf Eksposisi ( Menjelaskan )

Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang
berisi ide, pendapat, buah pikiran,
informasi, atau pengetahuan yang ditulis
dengan tujuan untuk memperluas
wawasan pembaca.
Ciri-cirinya: biasanya terdapat kata
"adalah" dan merupakan informasi.
Contoh Paragraf Eksposisi :
Ciplukan adalah tumbuhan semak yang
biasa tumbuh di tanah-tanah kosong yang
tidak terlalu becek dan hanya bisa
ditemukan saat musim penghujan.
Tumbuhan ini biasanya mempunyai tinggi
antara 30-50 Cm, batangnya berwarna
hijau kekuningan, buahnya berbentuk
bulat dan berwarna kuning. Selain
mempunyai rasa yang manis, ternyata
buah ciplukan menyimpan beberapa
khasiat penting untuk menyembuhkan
beberapa penyakit.

Template by:

Free Blog Templates