Minggu, 28 Oktober 2012

Program Kerja SMAN 1 Sampanahan

1. Kepala Sekolah
Tugas Kepala Sekolah terdiri tugas
administrasi dan tugas operatif.
Secara
keseluruhan tugas tersebut
mencakup :
a. Bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan pendidikan dan
pengelolaan sekolah menyangkut
kesiswaan, kurikulum, sarana
prasarana, administrasi
ketatausahaan, BP/BK dan lain-lain.
b. Memimpin dan mengkoordinasikan
semua unsure dilingkungan sekolah
dan memberikan bimbingan serta
petunjuk dalam pelaksanaan tugas
personil.
c. Membuat rencana / program sekolah.
d. Mendelegasikan tugas-tugas tertentu
kepada petugas yang ditunjuk.
e. Melaksanakan supervise dan
pengawasan kegiatan PBM dan KBM
yang meliputi penyusunan program
tahunan, program cawu, analisis
materi pelajaran, satuan pelajaran,
rencana pengajaran, buku jurnal,
kegiatan ekstra kurikuler, ko kurikuler
dan lain-lain.
f. Melaksanakan supervisi dan
pengawasan terhadap kegiatan BP/BK
g. Mengadakan pengawasan dan
pengendalian terhadap pelaksanaan
program sekolah.
h. Melaksanakan supervisi dan
pengawasan terhadap kegiatan
perpustakaan.
i. Melaksanakan supervisi dan
pembinaan di bidang kebendaharaan
sekolah.
j. Melaksanakan supervisi dan
pengawasan terhadap kegiatan
penggunaan laboratorium.
2. Kepala Tata Usaha
Kepala Tata Usaha sekolah
mempunyai tugas melaksanakan
ketatausahaan sekolah
    dan bertanggungjawab kepada
kepala sekolah melipui kegiatan-
kegiatan sbb:
a. Penyusunan program tata usaha
sekolah
b.      Pengelolaan keuangan sekolah
c.       Pengurusan administrasi Pegawai,
guru dan siswa
d.      Pembinaan dan pengembangan karir
pegawai tata usaha
e. Penyusunan administrasi
perlengkapan sekolah
f.       Penyusunan dan penyajian data/
statistik sekolah
g. Mengkoordinasikan dan
melaksanakan 8 K
h.      Penyusunan laporan pelaksanaan
kegiatan penyusunan ketatausahaan
secara berkala
3. Staf Tata Usaha
Membantu kepala Tata Usaha dalam
penyelesaian kegiatan ketatausahaan/
adminis-
    Trasi yang meliputi :
a. Yang berhubungan dengan
administrasi umum
1. Mengadakan/mencatat membukukan
surat-surat masuk/keluar
2. Mendistribusikan surat surat yang
masuk kebagian/unit lain sesuai
diposisi kepala sekolah
3. Menghimpun dan mengirimkan
laporean bulanan kepada Kantor
Depdiknas Kabupaten Kotabaru dan
Kanwil Depdiknas Propinsi Kalimantan
Selatan
b.      Yang berhubungan dengan
administrasi perlengkapan
1. Membuat daftar inventaris
perlengkapan sekoah
2. Koordinasi dengan wakasek bidang
sarana dan prasarana dan
bendaharawan yang relevan dalam
rangka pengadaan barang – barang
serta pendistribusiannya
3. Membuat laporan inventaris secara
berkala ( berkoordinasi dengan
wakasek sarana prasarana )
c.       Ynag berhubungan dengan
administrasi kesiswaan :
1. Mengisi Buku InduK Siswa
2. Menyususn absen dengan
rekapitulkasi absent siswa
3. Memonitor jumlah kegiatan siswa
setiap bulan
4. Menyelenggarakan administrasi
mutasi siswa
5. Membuat atau mengisi buku klaper
siswa
6. Menyususn daftar siswa format 8355
d.      Yang berhubungan dengan
administasi kepegawaian
1. Menyiapkan file guru/pegawai
2. Menyusn DUK
3. Memonitor/mengamati masa
kepangkatan/golongan pegawai,
mengusulkan pemberian kenaikan gaji
berkala pegawai
4. Menyiapkan DP 3 Pegawai
5. Menyiapkan buku induk pegawai
6. Meyelenggasrakan daftar hadir
pegawai TU dan Guru
e. Yang berhubungan dengan
administrasi keuangan
1. Membantu Kepala Sekolah dalam
menyusun RAPBS
2. Menyusun daftar gaji pegawai
3. Membantu para bendahara sekolah
dalam hal pembuatan , pengiriman
laporan sekolah dibidang keuangan
jika diperlukan
4. Wakil Kepala Sekolah Urusan
Kesiswaan
    a.  Merencanakan dalam
melaksanakan PSB setiap awal tahun
pelajaran
    b. Melaksanakan pembinaan osis
mencakup pemilihan pengurus osis,
kegiatan
         osis, pembina pengurus osis
c. Membina, melaksanakan dan
mengkoordinasikan pelaksanaan
kegiatan 8K de-
ngan bagian-bagan dalam
lingkungan sekolah dan luar sekolah
d. Penyusunan tata tertib sekolah
dan memonitor pelaksanaan tata
tertib sekolah
e.  Melaksanakan pemilihan siswa/
calon siswa teladan, anggota
paskibraka
    f   Mengarahkan dan memonitor
siswa lulusan
g.  Menyusun laporan pelaksanaan
kegiatan secara berkala
h. Menyelenggarakan kegiatan
kepramukaan, koperasi dan UKS
i. Mengkoordinasikan kegiatan ekstra
kurikuler bersama guru pembinanya
5. Wakil Kepala Sekolah Urusan
Kurikulum
a. Mengkoordinasikan penyesuaian
program pengajaran
b. Mengatur pembagian tugas guru
c.           Menyusun jadwal pelajaran/kegiatan
belajar mengajar
d. Mengatur jadwal ulangan harian,
Ulangan umum, Ebta/Ebtanas serta
mengkoordinir pelaksanaannya
e. Mengelola hasil penilaian
f. Mengkoordinasikan kegiatan ko
kurekuler dan ekstra kurekuler dan
target
Kurikulum dan daya serap siswa
g. Menyusun kreteria kenaikan
kelas dan kelulusan
h.     Mengkoordinir dan
mengadministrasikan penyusunan
Program tahunan,
            Program cawu, AnalisisMmateri
Pelajaran, Satuan Pelajaran, Jurnal
Me-
            Ngajar, Program Pengayaan/
Perbaiakan
6. Wakil Kepala Sekolah Urusan
Sarana Prasarana
    a. Inventaris barang-barang
b.     Inventaris kebutuhan guru
dalam KBM/PBM
c.     Pendayagunaan sarana/
prasarana termasuk mendistribusikan
alat-alat kebu-
            tuhan KBM guru dan siswa
d. Memelihara dan mengamankan
sarana /prasarana termasuk
mendistribusikan
(pengamanan,penghapusannya serta
pengembangannya)
e. Mengelola dan mengadakan
koordinasi dalam hal pengadaan
sarana/prasarana
dengan bagian/bidang yang ada
hubungannya dengan pendanaan/
keuangan
7. Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas
a.          Mengatur dan menyelenggarakan
hubungan sekolah dengan orang tua/
wali –
Siswa
b. Membina hubungan antara sekolah
dengan BP3
c.          Membina pengembangan hubungan
antara sekolah dengan masyarakat
sekitar
Lembaga pemerintah, dunia usaha dan
lembaga-lembaga social
d. Membantu BP3 dalam hal pengelolan
sumber daya dana yang dikumpulkan
BP3
e.          Menyelenggarakan/mengkoordinir
pelaksanaan upacara hari Nasional
baik disekolah maupun diluar sekolah
dengan urusan kesiswaan
f. Aktif membantu wali kelas dan guru
BK dalam menangani kasus-kasus
masalah siswa diluar
g.          Melaksanakan tugas pengawasan
harian/piket secara bergiliran
h. Mengadakan koordinasi dalam
pelaksanaan tugas dengan semua
guru, wali kelas
i. Menyusun jadwal giliran guru/
orang yang ditunjuk Pembina upacara
setiap hari senin
8. Wali kelas
a.          Menyusun orgnisasi kelas
b. Membuat denah tempat duduk siswa
c.          Koordinasi dengan guru BP/BK
membuat peta siswa dikelasnya
d. Membuat daftar inventaris kelas
e.          Mengisi buku kelas
f. Mengisi raport siswa pada setiap
akhir cawu
g.          Mengontrol buku absen siswa
h. Mengamati perkembangan
kepribadian siswanya
i. Membuat catatan khusus tentang
siswa terutama bagi siswa yang
mengalami kesulitan dan memerlukan
bantuan/ penanganan
j. Pencatatan mutasi siswa
k.          Koordinasi dengan guru BP/BK yang
berkenaan dengan siswa yang
dianggap terlibat kasus-kasus tertentu
yang dianggap rawan
l. Membagi laporan pendidikan
(raport)
m. Melaporkan setiap permasalahan
siswa dikelasnya kepada wakasek
urusan  kesiswaan untuk ditindak
lanjuti
9. Petugas Keuangan/ Bendahara Rutin
a.            Menerima dan membukukan uang /
dana yang dipertanggungjawabkan
sesuai dengan perusedur yang berlaku
b. Mengeluarkan uang atas perintah
dan membuat SPJ atas pengeluaran /
penggunaan dana tersebut
c. Menerima PPN dan PPH dari
rekanan yang melaksanakan transaksi
penjualan barang kepada kepala
sekolah.Kemudian menyetorkan
kepada kantor pajak
d.           Membuat laporan secara berkala
10. Bendahara OPF
a.          Menerima dan membukukan uang /
dana OPF sesuai prosedur
b. Mengeluarkan atas perintah dan
membuat SPJ penggunaan dana
tersebut
c.          Menerima dan menyetorkan PPn,
PPh, dari rekanan/perusahaan yang
melakukan transaksi penjualan dengan
sekolah kemudian meneruskannya
kekantor pajak
d. Menyusun laporan pelaksanaan
kegiatan
11. Guru/Petugas BP/BK
a.          Menyusun program dan pelaksanaan
bimbingan penyuluhan
b. Koordinasi dengan wali kelas dalam
rangka mengatasi masalah  yang
dihadapi oleh siswa tentang kesulitan
belajar
c.          Memberikan pelayanan bimbingan
penyuluhan kepada siswa agar lebih
berprestasi dalam kegiatan belajar
d. Melaksakan koordinasi dalam urusan
praktek dengan kepala sekolah, wali
kelas dan guru dalam menilai siswa
bila terjadi pelanggaran oleh siswa
e.          Penyusunan dan pemberian saran
serta pertimbangan pemilihan
jurusan/program pendidikan bagi
siswa
f. Memberikan saran dan
pertimbangan kepada siawa dalam
memperoleh gambaran tentang
lanjutan pendidikan dan lapangan
pekerjaan yang sesuai
g.          Mengadakan penilaian pelaksanaan
BP/BK
h. Menyusun statistik hasil penilaian
BP/BK
i. Menyusun laporan pelaksanaan BP/
BK secara berkala
12. Ketua Kelompok Program Pilihan /
Bidang study
a.          Menyusun program dan
pengembangan program pilihan
bidang
b. Koordinasi penggunaan
laboratorium / ruang praktek /sanggar
c.          Meningkatkan prestasi jurusan yang
bersangkutan
d. Mengadakan koordinasi kegiatan
guru praktek dan guru teori
e.          Merevisi dan evaluasi kemajuan
serta kemampuan siswa dalam
program study yang bersangkutan
f. Merencanakan dan menyiapkan
bahan sesuai dengan kebutuhan
praktek
g.          Menyusun laporan pelaksanaan
kegiatan program pilihan /bidang
study
12. Petugas Pengelola Laboratorium
a.          Bertanggung jawab terhadap
pengelolaan laboratorium
b. Menginventarisir ulang terhadap
alat perlengkapan di laboratorium
c.          Menyusun jadual penggunaan alat
oleh kelas/siswa
d. Mengadakan perbaikan /
pemeliharaan ruang laboratorium
e.          Menyusun Program pengadaan /
pembelian bahan
13. Pengawas / Piket Harian
a.          Bertugas selaku piket pada jam
pelajaran berlangsung
b. Mengumpulkan dan menyerahkan
absen guru / pegawai kepada kepala
sekolah jam 08.00 wita
c.          Mencatat dan memberikan tugas
kepada siswa yang terlambat datang
kesekolah
d. Menggantikan/mengamankan/
memberian tugas kepada kelas yang
gurunya tidak ada  atau berhalangan
hadir
e.          Membuat ihktisar laporan tugas
pengawas kedalam buku laporan
pengawas dan menyerahkan kepada
kepala sekolah setiap akhir jam kerja
15. Pembantu / Penjaga Sekolah
a.          Membuka dan menutup jendela,
pintu ruang kelas, ruang guru, ruang
TU, dan ruang kepala sekolah
b. Membersihkan ruang-ruang tersebut
termasuk selasar/ teras kecuali ruang
dan selasar kelas
c.          Memonitor kebersihan WC siswa,
guru dan kepala sekolah
d. Menaikan bendera merah putih pada
waktu pagi jam 06.00 kecuali hari
senin
e.          Melaksanakan tugas pengamanan
sekolah setelah siswa pulang jam 14.00
f. Menurunkan bendera pada jam
18.00
g.          Menerimakan surat-surat yang
datang pada waktu kantor telah tutup
h. Melaporkan secara rutin keadaan
atau kejadian pada saat yang
bersangkutan bertugas jaga ditempat
16. Petugas Keamanan
a.         Membersihkan dan merapikan
taman / halaman sekolah
b.         Mengadakan penanaman/
penghijauan halaman dengan
tanaman yang bermanfaat
( bunga-bunga, buah-buahan, tanaman
pelindung dan lain )
c. Memelihara kesuburan /
kelangsungan hidup tanaman
17. Petugas 8 K
a.          Mengatur/mengkoordinir
pelaksanaan kegiatan yang
berhubungan dengan keamanan,
Kebersihan, keindahan, kekeluargaan
ketertiban, kerindangan, kesehatan
dan ketakwaan
b. Untuk melaksanakan tugas ini 8K
melakukan koordinasi dengan
kesiswaan/Osis, pesuruh dan bagian
sarana/prasarana
c.          Dalam melaksanakan tugasnya
dikoordinir oleh wakasek kesiswaan
dengan program masing-masing
bidang

Program Kerja Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Kabupaten Bekasi

Program Kerja
Kepala Sekolah
1. Adalah
2. adalah
Wakil Kepala Sekolah Bidang
Humas
Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kurikulum
add text, images, video, widgets,
etc...
Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kesiswaan
A. Program Umum
A. 1. Menyusun program kerja
urusan kesiswaan
2. Menyusun Rencana
Anggaran Pendapatan
Belanja Kesiswaan
3. Membantu pelaksanaan
tugas-tugas kepala sekolah
dalam urusan kesiswaan
4. Mengikuti rapat-rapat
dinas
5. Mewakili kepala sekolah
bila berhalangan hadir
6. Menyusun rancangan
kebutuhan urusan
pembinaan kesiswaan
7. Mengadakan koordinasi
dengan semua personil
sekolah
8. Menyampaikan laporan-
laporan tentang keadaan
dan perkembangan siswa
B.Program Khusus
B. 1. Kegiatan PSB Tahun
Pelajaran 2008/2009
a.Menyusun rancangan daya
tampung siswa
b.Penyebaran informasi kepada
orang tua, instansi terkait tentang
PSB
c.Pelaksanaan PSB
d.Penyelenggaraan MOS
e.Penyusunan siswa dalam kelas
f.Pelayanan pembuatan kartu
pelajar
g.Pengarsipan dokumen PSB
B. 2. Pengurusan Mutasi Siswa
a.Bekerja sama dengan staf Tata
Usaha (TU) Urusan Kesiswaan
dalam :
1). Mengelola Buku Induk siswa
2). Pengelolaan Buku Klaper siswa
3). Pengelolaan dan pengurusan
mutasi siswa (masuk dan keluar)
4). Pengisian papan data siswa
b.Bekerja sama dengan staf TU
dalam :
1). Penyiapan blanko-blanko surat
tentang siswa
2). Penyiapan surat ijin, panggilan
siswa dsb.
B. 3. Pembinaan Disiplin dan 6K
a.Mengadakan sosialisasi tentang
Tatib (tata Tertib) siswa
b.Membuat buku pengendali
pelanggaran bagi siswa
c.Bersama dengan Guru BP/BK
mengagendakan pelanggaran dan
pemberian sanksi
d.Membantu guru piket tentang
penanganan kasus siswa dan
disiplin waktu datang dan pulang
sekolah
e.Bersama dengan wali kelas dan
personil lainnya menyelesaikan
kasus-kasus siswa
f.Pembinaan dan pengawasan
terhadap pakaian seragam sekolah
g.Pembinaan terhadap pengurus
kelas
h.Pembinaan dan pengawasan
tentang pelaksanaan upacara
bendera
i.Bersama Wali Kelas mengecek
tentang pelaksanaan kebersihan
sekolah
B. 4. Pembinaan OSIS
a.Mengadakan pergantian
pengurus OSIS
b.Membimbing pengurus OSIS
dalam penyusunan program
c.Pengawasan dan monitoring
terhadap pelaksanaan program
OSIS
d.Menyiapkan ATK dan sarana
prasarana untuk kegiatan OSIS
e.Melakukan pembinaan terhadap
staf OSIS
f.Mengadakan pemeriksaan
tentang administrasi OSIS
g.Mengevaluasi dan tindak lanjut
tentang pelaksanaan kegiatan OSIS
h.Menyelenggarakan acara
perpisahan bagi siswa kelas III
i.Mengadakan Milad (HUT) SMA
Negeri Cikarang Selatan yang ke-5
B. 5. Pembinaan Ekstrakurikuler
a.Menyelenggarakan musyawarah
pemilihan pengurus baru setiap
ekstrakurikuler
b.Pembinaan pengurus dan
anggota baru setiap ekstrakurikuler
c.Monitoring dan pemeriksaan
terhadap setiap program
ekstrakurikuler
d.Mengevaluasi dan tindak lanjut
setiap kegiatan ekstrakurikuler
B. 6. Pembinaan LDKS (Latihan
Dasar Kepemimpinan
Siswa)
a.Menyelengarakan kegiatan LDKS
bagi pembina OSIS, pengurus kelas
dan anggota OSIS serta pengurus
OSIS
b.Menyiapkan kader-kader
kepengurusan OSIS dan
Ekstrakurikuler
c.Menumbuhkembangkan dan
memotivasi potensi kepemimpinan
d.Membentuk karakter (watak)
dan mental bertanggung jawab dan
terpercaya
e.Mengevaluasi dan tindak lanjut
terhadap pelaksanaan LDKS VII
B. 7. Pembinaan Wawasan
Wiyata Mandala
a.Mengadakan koordinasi dengan
seluruh personal sekolah
b.Melakukan pengawasan
terhadap pelaksanaan administrasi
kesiswaan
c.Bersama Wakepsek terkait
mengadakan penataan lingkungan
sekolah
d.Pengawasan terhadap
pemakaian fasilitas pendidikan
oleh siswa
e.Pembinaan cinta almamater
f.Pembinaan tentang ketahanan
sekolah
g.Mengadakan kunjungan
kekeluargaan dikalangan para
siswa dan pembina
h.Mengoptimalkan hubungan
sekolah dengan komite sekolah
dan orang tua
i.Mengadakan studi banding atau
studi wisata bagi siswa
j.Pembinaan peningkatan minat
baca dikalangan para siswa
k.Mengevaluasi dan tindak lanjut
terhadap pelaksanaan kegiatan
pembinaan Wawasan Wiyata
Mandala
B. 8. Pembinaan Siswa
Berprestasi
a.Menyelenggarakan pemilihan
siswa berprestasi
b.Mengirimkan siswa berprestasi
tingkat kabupaten
c.Pembinaan siswa berprestasi di
bidang seni, olah raga, dan
ketrampilan hidup lainnya
d.Pembinaan minat dan motivasi
belajar
e.Mengevaluasi dan tindak lanjut
terhadap pelaksanaan pembinaan
siswa berprestasi
B. 9. Pelaksanaan Beasiswa
Bekerja sama dengan TU bagian
kesiswaan dan BP/BK :
a.Melakukan sosialisasi tentang
fasilitas beasiswa bagi siswa
b.Penyebaran angket dan
penjaringan siswa-siswa yang layak
mendapat beasiswa
c.Melakukan pembinaan terhadap
siswa yang menerima beasiswa,
termasuk pengisian biodata.
B. 10. Kegiatan Bimbingan dan
Konseling
a.Membantu penyebarluasan
program BK terhadap guru dan
siswa
b.Membantu penyiapan fasilitas
untuk pelaksanaan program BK
c.Melakukan koordinasi dengan
koordinator dan guru BK/guru
pembimbing
B. 11. Pembinaan dan Kerjasama
Alumni
a.Bekerja sama dengan Wakasek
Humas melakukan pendataan para
alumni
b.Bekerja sama dengan Wakasek
Humas, menjalin kerjasama
dengan alumni
Wakil Kepala Sekolah Bidang
Sarana
A. Latar Belakang
Program Sarana Prasarana adalah
segala kegiatan sarana prasarana
yang behubungan dengan Program
pendidikan di Sekolah yang
meliputi kegiatan inventarisasi,
pengadaan barang, pemeliharaan/
rehab, pembangunan, Laporan.
Semua kegiatan tersebut perlu
adanya program yang jelas dan
akurat agar tujuan yang kita
harapkan dapat tercapai dengam
baik.
B. Maksud dan Tujuan
1.Maksud
Maksud dari Program Kerja PKS
Sarana Prasarana adalah sebagai
pedoman untuk membantu kepala
sekolah dalam fungsimua sebagai
administrator dan supervisor
dalam mengelola sekolah sekolah
dalam upaya mencapai tujuan
sekolah
2.Tujuan
Agar kegiatan penyelenggaraan
mengajar terarah dan terlaksana
secara efektif dan efesien dalam
rangka meningkatkan mutu
pendidikan.
C. Ruang Lingkup
1.Inventarisasi sarana prasarana
2.Pemeliharaan/rehab sarana
prasarana
3.Pembangunan gedung/sarana
4.Pengadaan barang
5.Laporan

Selasa, 23 Oktober 2012

Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh,
dan merupakan kerajaan Islam pertama di
Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh
Meurah Silu pada tahun 1267 M. Bukti-
bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini
adalah ditemukannya makam raja-raja
Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara.
Makam ini terletak di dekat reruntuhan
bangunan pusat kerajaan Samudera di
desa Beuringin, kecamatan Samudera,
sekitar 17 km sebelah timur
Lhokseumawe. Di antara makam raja-raja
tersebut, terdapat nama Sultan Malik al-
Saleh, Raja Pasai pertama. Malik al-Saleh
adalah nama baru Meurah Silu setelah ia
masuk Islam, dan merupakan sultan Islam
pertama di Indonesia. Berkuasa lebih
kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan
Samudera Pasai merupakan gabungan dari
Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja
pertama Malik al-Saleh.
Seorang pengembara Muslim dari
Maghribi, Ibnu Bathutah sempat
mengunjungi Pasai tahun 1346 M. ia juga
menceritakan bahwa, ketika ia di Cina, ia
melihat adanya kapal Sultan Pasai di
negeri Cina. Memang, sumber-sumber
Cina ada menyebutkan bahwa utusan
Pasai secara rutin datang ke Cina untuk
menyerahkan upeti. Informasi lain juga
menyebutkan bahwa, Sultan Pasai
mengirimkan utusan ke Quilon, India
Barat pada tahun 1282 M. Ini
membuktikan bahwa Pasai memiliki relasi
yang cukup luas dengan kerajaan luar
Pada masa jayanya, Samudera Pasai
merupakan pusat perniagaan penting di
kawasan itu, dikunjungi oleh para
saudagar dari berbagai negeri, seperti
Cina, India, Siam, Arab dan Persia.
Komoditas utama adalah lada. Sebagai
bandar perdagangan yang besar,
Samudera Pasai mengeluarkan mata uang
emas yang disebut dirham. Uang ini
digunakan secara resmi di kerajaan
tersebut. Di samping sebagai pusat
perdagangan, Samudera Pasai juga
merupakan pusat perkembangan agama
Islam.
Seiring perkembangan zaman, Samudera
mengalami kemunduran, hingga
ditaklukkan oleh Majapahit sekitar tahun
1360 M. Pada tahun 1524 M ditaklukkan
oleh kerajaan Aceh.
Silsilah
1. Sultan Malik al-Saleh (1267-1297 M)
2. Sultan Muhammad Malikul Zahir
(1297-1326 M)
3. Sultan Ahmad Laidkudzahi
4. Sultan Zainal Abidin Malik al-Zahir
(1383-1405 M)
5. Sultan Shalahuddin (1405-1412 M)
Periode Pemerintahan
Rentang masa kekuasan Samudera Pasai
berlangsung sekitar 3 abad, dari abad
ke-13 hingga 16 M.
Wilayah Kekuasaan
Wilayah kekuasaan Pasai mencakup
wilayah Aceh ketika itu.
Kehidupan Sosial-Budaya
Telah disebutkan di muka bahwa, Pasai
merupakan kerajaan besar, pusat
perdagangan dan perkembangan agama
Islam. Sebagai kerajaan besar, di kerajaan
ini juga berkembang suatu kehidupan
yang menghasilkan karya tulis yang baik.
Sekelompok minoritas kreatif berhasil
memanfaatkan huruf Arab yang dibawa
oleh agama Islam, untuk menulis karya
mereka dalam bahasa Melayu. Inilah yang
kemudian disebut sebagai bahasa Jawi,
dan hurufnya disebut Arab Jawi. Di antara
karya tulis tersebut adalah Hikayat Raja
Pasai (HRP). Bagian awal teks ini
diperkirakan ditulis sekitar tahun 1360 M.
HRP menandai dimulainya perkembangan
sastra Melayu klasik di bumi nusantara.
Bahasa Melayu tersebut kemudian juga
digunakan oleh Syaikh Abdurrauf al-
Singkili untuk menuliskan buku-bukunya.
Sejalan dengan itu, juga berkembang ilmu
tasawuf. Di antara buku tasawuf yang
diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu
adalah Durru al-Manzum, karya Maulana
Abu Ishak. Kitab ini kemudian
diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu
oleh Makhdum Patakan, atas permintaan
dari Sultan Malaka. Informasi di atas
menceritakan sekelumit peran yang telah
dimainkan oleh Samudera Pasai dalam
posisinya sebagai pusat tamadun Islam di
Asia Tenggara pada masa itu.

Kerajaan Majapahit

Letak Geografis
Secara geografis letak kerajaan Majapahit
sangat strategis karena adanya di daerah
lembah sungai yang luas, yaitu Sungai
Brantas dan Bengawan Solo, serta anak
sungainya yang dapat dilayari sampai ke
hulu.
Sejarah Terbentuknya Kerajaan Majapahit
Pada saat terjadi serangan Jayakatwang,
Raden Wijaya bertugas menghadang
bagian utara, ternyata serangan yang lebih
besar justru dilancarkan dari selatan.
Maka ketika Raden Wijaya kembali ke
Istana, ia melihat Istana Kerajaan
Singasari hampir habis dilalap api dan
mendengar Kertanegara telah terbunuh
bersama pembesar-pembesar lainnya.
Akhirnya ia melarikan diri bersama sisa-
sisa tentaranya yang masih setia dan
dibantu penduduk desa Kugagu. Setelah
merasa aman ia pergi ke Madura meminta
perlindungan dari Aryawiraraja. Berkat
bantuannya ia berhasil menduduki tahta,
dengan menghadiahkan daerah tarik
kepada Raden Wijaya sebagai daerah
kekuasaannya. Ketika tentara Mongol
datang ke Jawa dengan dipimpin Shih-Pi,
Ike-Mise, dan Kau Hsing dengan tujuan
menghukum Kertanegara, maka Raden
Wijaya memanfaatkan situasi itu untuk
bekerja sama menyerang Jayakatwang.
Setelah Jayakatwang terbunuh, tentara
Mongol berpesta pora merayakan
kemenanganya. Kesempatan itu pula
dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk
berbalik melawan tentara Mongol,
sehingga tentara Mongol terusir dari Jawa
dan pulang ke negrinya. Maka tahun 1293
Raden Wijaya naik tahta dan bergelar Sri
Kertajasa Jayawardhana.

Raja-raja Majapahit
Kertajasa Jawardhana (1293 – 1309)
Merupakan pendiri kerajaan Majapahit,
pada masa pemerintahannya, Raden
Wijaya dibantu oleh mereka yang turut
berjasa dalam merintis berdirinya
Kerajaan Majapahit, Aryawiraraja yang
sangat besar jasanya diberi kekuasaan
atas sebelah Timur meliputi daerah
Lumajang, Blambangan. Raden Wijaya
memerintah dengan sangat baik dan
bijaksana. Susunan pemerintahannya
tidak berbeda dengan susunan
pemerintahan Kerajaan Singasari.
Raja Jayanegara (1309-1328)
Kala Gemet naik tahta menggantikan
ayahnya dengan gelar Sri Jayanegara. Pada
Masa pemerintahannnya ditandai dengan
pemberontakan-pemberontakan.
Misalnya pemberontakan Ranggalawe
1231 saka, pemberontakan Lembu Sora
1233 saka, pemberontakan Juru Demung
1235 saka, pemberontakan Gajah Biru
1236 saka, Pemberontakan Nambi, Lasem,
Semi, Kuti dengan peristiwa Bandaderga.
Pemberontakan Kuti adalah
pemberontakan yang berbahaya, hampir
meruntuhkan Kerajaan Majapahit. Namun
semua itu dapat diatasi. Raja Jayanegara
dibunuh oleh tabibnya sendiri yang
bernama Tanca. Tanca akhirnya dibunuh
pula oleh Gajah Mada.
Tribuwana Tunggadewi (1328 – 1350)
Raja Jayanegara meninggal tanpa
meninggalkan seorang putrapun, oleh
karena itu yang seharusnya menjadi raja
adalah Gayatri, tetapi karena ia telah
menjadi seorang Bhiksu maka digantikan
oleh putrinya Bhre Kahuripan dengan
gelar Tribuwana Tunggadewi, yang dibantu
oleh suaminya yang bernama
Kartawardhana. Pada tahun 1331 timbul
pemberontakan yang dilakukan oleh
daerah Sadeng dan Keta (Besuki).
Pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh
Gajah Mada yang pada saat itu menjabat
Patih Daha. Atas jasanya ini Gajah Mada
diangkat sebagai Mahapatih Kerajaan
Majapahit menggantikan Pu Naga. Gajah
Mada kemudian berusaha menunjukkan
kesetiaannya, ia bercita-cita menyatukan
wilayah Nusantara yang dibantu oleh Mpu
Nala dan Adityawarman. Pada tahun
1339, Gajah Mada bersumpah tidak
makan Palapa sebelum wilayah Nusantara
bersatu. Sumpahnya itu dikenal dengan
Sumpah Palapa, adapun isi dari amukti
palapa adalah sebagai berikut :”Lamun
luwas kalah nusantara isum amakti palapa,
lamun kalah ring Gurun, ring Seram, ring
Sunda, ring Palembang, ring Tumasik,
samana sun amukti palapa”. Kemudian
Gajah Mada melakukan penaklukan-
penaklukan.
Hayam Wuruk
Hayam Wuruk naik tahta pada usia yang
sangat muda yaitu 16 tahun dan bergelar
Rajasanegara. Di masa pemerintahan
Hayam Wuruk yang didampingi oleh
Mahapatih Gajah Mada, Majapahit
mencapai keemasannya. Dari Kitab
Negerakertagama dapat diketahui bahwa
daerah kekuasaan pada masa
pemerintahan Hayam Wuruk, hampir
sama luasnya dengan wilayah Indonesia
yang sekarang, bahkan pengaruh kerajaan
Majapahit sampai ke negara-negara
tettangga. Satu-satunya daerah yang tidak
tunduk kepada kekuasaaan Majapahit
adalah kerajaan Sunda yang saat itu
dibawah kekuasaan Sri baduga Maharaja.
Hayam Wuruk bermaksud mengambil
putri Sunda untuk dijadikan
permaisurinya. Setelah putri Sunda (Diah
Pitaloka) serta ayahnya Sri Baduga
Maharaja bersama para pembesar Sunda
berada di Bubat, Gajah Mada melakukan
tipu muslihat, Gajah Mada tidak mau
perkawinan Hayam Wuruk dengan putri
Sunda dilangsungkan begitu saja. Ia
menghendaki agar putri Sunda
dipersembahkan kepada Majapahit
(sebagai upeti). Maka terjadilah
perselisihan paham dan akhirnya
terjadinya perang Bubat. Banyak korban
dikedua belah pihak, Sri Baduga gugur,
putri Sunda bunuh diri.
Tahun 1364 Gajah Mada meninggal,
Kerajaan Majapahit kehilangan seorang
mahapatih yang tak ada duanya. Untuk
memilih penggantinya bukan suatu
pekerjaan yang mudah. Dewan
Saptaprabu yang sudah beberapa kali
mengadakan sidang untuk memilih
pengganti Gajah Mada akhirnya
memutuskan bahwa Patih
Hamungkubhumi Gajah Mada tidak akan
diganti “untuk mengisi kekosongan dalam
pelaksanaan pemerintahan diangkat Mpu
Tandi sebagais Wridhamantri, Mpu Nala
sebagai menteri Amancanegara dan patih
dami sebagai Yuamentri. Raja Hayam
Wuruk meninggal pada tahun 1389.
Wikramawardhana
Putri mahkota Kusumawardhani yang naik
tahta menggantikan ayahnya bersuamikan
Wikramawardhana. Dalam prakteknya
Wikramawardhanalah yang menjalankan
roda pemerintahan. Sedangkan Bhre
Wirabhumi anak Hayam Wuruk dari selir,
karena Bhre Wirabhumi (Putri Hayam
Wuruk) dari selir maka ia tidak berhak
menduduki tahta kerajaan walaupun
demikian ia masih diberi kekuasaan untuk
memerintah di Bagian Timur Majapahit ,
yaitu daerah Blambangan. Perebutan
kekuasaan antara Wikramawardhana
dengan Bhre Wirabhumi disebut perang
Paregreg.
Wikramawardhana meninggal tahun 1429,
pemerintahan raja-raja berikutnya
berturut-turut adalah Suhita, Kertawijaya,
Rajasa Wardhana, Purwawisesa dan
Brawijaya V, yang tidak luput ditandai
perebutan kekuasaan.
Sumber Sejarah
Sumber sejarah mengenai berdiri dan
berkembangnya kerajaan Majapahit
berasal dari berbagai sumber yakni :
Prasasti Butok (1244 tahun). Prasasti ini
dikeluarkan oleh Raden Wijaya setelah ia
berhasil naik tahta kerajaan. Prasasti ini
memuat peristiwa keruntuhan kerajaan
Singasari dan perjuangan Raden Wijaya
untuk mendirikan kerajaan
Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji
Wijayakrama, kedua kidung ini
menceritakan Raden Wijaya ketika
menghadapi musuh dari kediri dan tahun-
tahun awal perkembangan Majapahit
Kitab Pararaton, menceritakan tentang
pemerintahan raja-raja Singasari dan
Majapahit
Kitab Negarakertagama, menceritakan
tentang perjalanan Rajam Hayam Wuruk
ke Jawa Timur.
Kehidupan Politk
Majapahit selalu menjalankan politik
bertetangga yang baik dengan kerajaan
asing, seperti Kerajaan Cina, Ayodya
(Siam), Champa dan Kamboja. Hal itu
terbukti sekitar tahun 1370 – 1381,
Majapahit telah beberapa kali mengirim
utusan persahabatan ke Cina. Hal itu
diketahui dari berita kronik Cina dari
Dinasti Ming.
Raja kerajaan Majapahit sebagai
negarawan ulung juga sebagai politikus-
politikus yang handal. Hal ini dibuktikan
oleh Raden Wiajaya, Hayam Wuruk, dan
Maha Patih Gajahmada dalam usahanya
mewujudkan kerajaan besar, tangguh dan
berwibawa. Struktur pemerintahan di
pusat pemerintahan Majapahit :
1. Raja
2. Yuaraja atau Kumaraja (Raja Muda)
3. Rakryan Mahamantri Katrini
a. Mahamantri i-hino
b. Mahamantri i –hulu
c. Mahamantri i-sirikan
4. Rakryan Mahamantri ri Pakirakiran
a. Rakryan Mahapatih (Panglima/
Hamangkubhumi)
b. Rakryan Tumenggung (panglima
Kerajaan)
c. Rakryan Demung (Pengatur Rumah
Tangga Kerajaan)
d. Rakryan Kemuruhan (Penghubung dan
tugas-tugas protokoler) dan
e. Rakryan Rangga (Pembantu Panglima)
5. Dharmadyaka yang diduduki oleh 2
orang, masing-masing dharmadyaka
dibantu oleh sejumlah pejabat keagamaan
yang disebut Upapat. Pada masa hayam
Wuruk ada 7 Upapati.
Selain pejabat-pejabat yang telah
disebutkan dibawah raja ada sejumlah raja
daerah (paduka bharata) yang masing-
masing memerintah suatu daerah.
Disamping raja-raja daerah adapula
pejabat-pejabat sipil maupun militer. Dari
susunan pemerintahannya kita dapat
melihat bahwa sistem pemerintahan dan
kehidupan politik kerjaan Majapahit sudah
sangat teratur.
Kehidupan Sosial Ekonomi dan
Kebudayaan
Hubungan persahabatan yang dijalin
dengan negara tentangga itu sangat
mendukung dalam bidang perekonomian
(pelayaran dan perdagangan). Wilayah
kerajaan Majapahit terdiri atas pulau dan
daerah kepulauan yang menghasilkan
berbagai sumber barang dagangan.
Barang dagangan yang dipasarkan antara
lain beras, lada, gading, timah, besi, intan,
ikan, cengkeh, pala, kapas dan kayu
cendana.
Dalam dunia perdagangan, kerajaan
Majapahit memegang dua peranan yang
sangat penting.
Sebagai kerajaan Produsen – Majapahit
mempunyai wilayah yang sangat luas
dengan kondisi tanah yang sangat subur.
Dengan daerah subur itu maka kerajaan
Majapahit merupakan produsen barang
dagangan.
Sebagai Kerajaan Perantara – Kerajaan
Majapahit membawa hasil bumi dari
daerah yang satu ke daerah yang lainnya.
Keadaan masyarakat yang teratur
mendukung terciptanya karya-karya
budaya yang bermutu. bukti-bukti
perkembangan kebudayaan di kerajaan
Majapahit dapat diketahui melalui
peninggalan-peninggalan berikut ini :
Candi : Antara lain candi Penataran
(Blitar), Candi Tegalwangi dan candi Tikus
(Trowulan).
Sastra : Hasil sastra zaman Majapahit
dapat kita bedakan menjadi
Sastra Zaman Majapahit Awal
Kitab Negarakertagama, karangan Mpu
Prapanca
Kitab Sutasoma, karangan Mpu Tantular
Kitab Arjunawiwaha, karangan Mpu
Tantular
Kitab Kunjarakarna
Kitab Parhayajna
Sastra Zaman Majapahit Akhir
Hasil sastra zaman Majapahit akhir ditulis
dalam bahasa Jawa Tengah, diantaranya
ada yang ditulis dalam bentuk tembang
(kidung) dan yang ditulis dalam bentuk
gancaran (prosa). Hasil sastra terpenting
antara lain :
Kitab Prapanca, isinya menceritakan raja-
raja Singasari dan Majapahit
Kitab Sundayana, isinya tentang peristiwa
Bubat
Kitab Sarandaka, isinya tentang
pemberontakan sora
Kitab Ranggalawe, isinya tentang
pemberontakan Ranggalawe
Panjiwijayakrama, isinya menguraikan
riwayat Raden Wijaya sampai menjadi raja
Kitab Usana Jawa, isinya tentang
penaklukan Pulau Bali oleh Gajah Mada
dan Aryadamar, pemindahan Keraton
Majapahit ke Gelgel dan penumpasan raja
raksasa bernama Maya Denawa.
Kitab Usana Bali, isinya tentanng
kekacauan di Pulau Bali.
Selain kitab-kitab tersebut masih ada lagi
kitab sastra yang penting pada zaman
Majapahit akhir seperti Kitab Paman
Cangah, Tantu Pagelaran, Calon Arang,
Korawasrama, Babhulisah, Tantri
Kamandaka dan Pancatantra.

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran adalah sebuah kerajaan
Hindu yang diperkirakan beribukotanya di
Pakuan (Bogor) di Jawa Barat. Dalam
naskah-naskah kuno nusantara, kerajaan
ini sering pula disebut dengan nama
Negeri Sunda, Pasundan, atau
berdasarkan nama ibukotanya yaitu
Pakuan Pajajaran. Beberapa catatan
menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan
tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti
yang disebutkan dalam prasasti Sanghyang
Tapak.

Sejarah
Sejarah kerajaan ini tidak dapat terlepas
dari kerajaan-kerajaan pendahulunya di
daerah Jawa Barat, yaitu Kerajaan
Tarumanagara, Kerajaan Sunda dan
Kerajaan Galuh, dan Kawali. Hal ini karena
pemerintahan Kerajaan Pajajaran
merupakan kelanjutan dari kerajaan-
kerajaan tersebut. Dari catatan-catatan
sejarah yang ada, dapatlah ditelusuri jejak
kerajaan ini; antara lain mengenai ibukota
Pajajaran yaitu Pakuan. Mengenai raja-raja
Kerajaan Pajajaran, terdapat perbedaan
urutan antara naskah-naskah Babad
Pajajaran, Carita Parahiangan, dan Carita
Waruga Guru.
Selain naskah-naskah babad, Kerajaan
Pajajaran juga meninggalkan sejumlah
jejak peninggalan dari masa lalu, seperti:
* Prasasti Batu Tulis, Bogor
* Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
* Prasasti Kawali, Ciamis
* Tugu Perjanjian Portugis (padraõ),
Kampung Tugu, Jakarta
* Taman perburuan, yang sekarang
menjadi Kebun Raya Bogor.

Daftar raja Pajajaran
1. Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521)
2. Surawisesa (1521 – 1535)
3. Ratu Dewata (1535 – 1543)
4. Ratu Sakti (1543 – 1551)
5. Raga Mulya (1567 – 1579)
Keruntuhan
Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun
1579 akibat serangan kerajaan Sunda
lainnya, yaitu Kesultanan Banten.
Berakhirnya jaman Pajajaran ditandai
dengan diboyongnya Palangka Sriman
Sriwacana (singgahsana raja), dari Pakuan
ke Surasowan di Banten oleh pasukan
Maulana Yusuf.
Batu berukuran 200x160x20 cm itu
diboyong ke Banten karena tradisi politik
agar di Pakuan tidak mungkin lagi
dinobatkan raja baru, dan menandakan
Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan
Pajajaran yang sah karena buyut
perempuannya adalah puteri Sri Baduga
Maharaja. Palangka Sriman Sriwacana
tersebut saat ini bisa ditemukan di depan
bekas Keraton Surasowan di Banten.
Orang Banten menyebutnya Watu
Gigilang, berarti mengkilap atau berseri,
sama artinya dengan kata Sriman.
Saat itu diperkirakan terdapat sejumlah
punggawa istana yang meninggalkan
kraton lalu menetap di daerah Lebak.
Mereka menerapkan tata cara kehidupan
lama yang ketat, dan sekarang mereka
dikenal sebagai orang Baduy.

Kerajaan Bali

Pada umumnya sejarah Bali kuno, sampai
sekarang kurang dikenal, meskipun
sejarah Bali kuno sebenarnya telah di teliti
oleh beberapa sarjana. keadaan yang
demikian ini disebabkan antara lain,
karena banyak lontar-lontar dan prasasti
yang sampai sekarang masih disimpan dan
dihormati. Penyelidikan lontar-lontar dan
prasasti di bali sering kali mengalami
kesulitan karena adat. krtinya’penduduk
atau desa yang menyimpan tidak
mengijinkan prasasti untuk dibaca, orang
lain, karena mereka percaya bahwa
pembacaan itu akan mengakibatkan
malapetaka atau kematian. Sering kali
terjadi, prasasti boleh atau dapat dibaca
setelah diadakan banten atau saji-sajian.
Namun, hal ini bukan suatu garansi bahwa
sajiesajian tadi membebaskan segala
hambatan.
Beberapa di antara lontar-lontar itu ada
yang berupa kidung-kidung, bab, dan lain-
lain. Kidung-kidung ini dikarang karang
oleh orang Bali pada masa sesudah jaman
Majapahit atau pada waktu
berkembangnya kerajaan Gelgel dan
Klungkung. Di samping itu ada beberapa
lontar seperti Kidung Harsawijoyo, Kidung
Ranggalawe, kidung Sunda Usana Jawa dan
Bali. Kebanyakan dari kitab-kitab tersebut
isinya tentang keadaan raga-raja
Majapahit mulai tahun 1293. Pulau Bali
sendiri tahun 1343M telah ditaklukkan
oleh N ajapahit.
Sejarah Bali kuno, antara a bad IX samapi
abad. XIV, di dalam kidung -kidung dan.
usana-usana tersebut di atas tak pernah
disinggung, kecuali beberapa raja seperti
UGRASENA dan JAYAPENGUS.
Penelithan sejarah Bali oleh para ahli guru
mi”)aru dimulai tahun 1885 yang di
pelopori oleh DR. hh. Vkh DER TUUK dan
DR. JL,BRANDES mereka umumnya sarjana
berke bangsaan Belanda..Usaha mereka
ini kemudian dilanjutkan oleh para ahli
seperti : DR. PV. VAN STEIN CALLLiiFBLS,
DR. WF STUTTERHEIN’, DR.R. GURIS.
Kemudian setelah Indonesia merdeka pe­
nelitian sejarah Bali dilakukan oleh para
ahli bangsa Indo nesia seperti: Rtut
Ginarsa,’,irs. MAI Sukarta K, Atmadjo.
Meskipun penelitian telah dimulai tahun
1885, tidak berarti penelitian cuaah
sempu.rna atau selesai bahkan seba­
liknya.
Berita yang tertua dari bangsa asing yang
menyambut pulau Bali berasal dari berita
Cina. Yakni dari dinasti Tang (618-908 M)
antara lain menyebutkan bahwa Holing ter
‘letak di kepulauan di lautan sebelaah
selatan. Di timurnya terletak PO-LI dan
disebelah baratnya T0-PO-TEN G, di se­
belah utara Chen-la (Kamboja) . P.
PELLLIOT mengidentifikasikan P0-li
dengan Bali.
Selanjutnya menyebutkan.pula tentang
negeri Dwa-pa tan letaknya di selatan
hamboja, jauhnya dua bulan berlayar.
Negeri itu letaknya di sebelah timur ho-
ling dan se belah utaranya laut Dwa-pa-
tan sama dengan Bali.
Sesudah itu tidak diperoleh lagi berita
apapun mengenai Bali, dari minaDemikian
pula berita asing lainny, boleh dikatakan
tidak ada sama sekali mungkin karena
letak geografis Bali yang jauh dari jalan
perdagangan pada masa, itu.
Berita tertua dari Bali sendiri, berupa
prasasti yang tidak berangka tahun.
Bahasanya Sangskerta, jumlahnya
beberapa buah, keadaannya banyak yang
rusak. Akibatnya tulisannya tak dapat
dibaca. Di samping itu, ditemukan juga
beberapa buah cap kecil dari tanah lihat,
besarnya kira-kira 2,5 cm, yang disimpan
dalam stupa kecil. Cap ini ditulisi dengan
mantra-mantra agama Budha, dalam
bahasa Sangskerta.
Selanjutuya pembicaraan akan difokuskan
pada perkembangan sejarah politik Bali
kuno, dengan menggunakan bahan utama
prasasti. Untuk memudahkan akan
diketengahkan beberapa prasasti yang
terpenting yang disusun secara kronologis.
882 M. Prasasti ini mlerupakan prasasti
yang tertua yang menggunakan bahasa
Bali kuno. Selain itu juga masih ada
prasasti lain yang ditulis dalam bahasa
Sangskerta. Prasasti tahun 882 11 itu tid
ak memuat nama raja, sehingga tak dapat
ditentukan aslinya.
882-914 M. Dalam periode ini terdapat
prasasti yang ditulis dalam bahasa Bali
Kuno. Dari pa6anya dapat diketahui
adanya pusat pemerintahan (istana raja)
yang bernama SINGArvANDAwA. Sayang
dalam prasasti tersebut tidak disebut
namaa rajanya.
917 M. Di desa Sanur dekat Denpasar
pernah ditemukan sebuah prasasti yang
berbentuk sebuah tugu. Prasasti ini tidak
berangka tahun, tetapi menggunakan
angka tahun dalam bentuk Candrasang
kala. Bunyinya: khecara-Wahni-Murti yang
mempunyai nilai angka 339 saka atau 917
M. Isinya antara lain tenting adanya suatu
expedisi dari raja KESARIWARNA DEWA
mempunyai istana di Singhadwala, Prasasti
Sanurr ini juga menunjukkan bukti tenting
suatu dinasti di pulau Bali yakni, bernama:
WARNA DEWA. Suatu keanehan dari
prasasti ini ialah sifatnya bilingual atau me­
nggunakan dun bahasa.
Bagian pertama : buhasa Bali kuno,
dengan hurup Nagari
Bagian ke dua : bahasa sangskerta dengan
hurup Bali kuno
Apa tujuan menggunakan kombinasi yang
aneh ini ? belum dapat diketahui dengan
pasti.
915-942 M. Dalam periode ini ditemukan
9 buah prasasti dari raja yang disebut
dengan gelarnya : Sri Ugrasena. Melihat
dari namanya nampaknya raja Ugrasena
tidak termasuk anggota dinasti
Warnadewa. Nungkin merupakan salah
seorang raja yang berdiri sendiri.
955 M. Didapatkan nama seorang raja
TABANENDRAWARNA
962 M. Di Bali memerintah raja Sri
Candrabhayasimharmadewa. Prasasti yang
berangka tahun 962 M itu meriwayatkan
tentang pembangunan sebuah. Tempat
pemandian di desa hanukaya
(Nanukaraya). Sekarang pemandian ini
disebut TIRTHA EMPUL.
975 M. Yang memerintah waktu itu ialah
raja Sri Janasadhuwarmmadewa.
984 M. Bertahta seorang ratu dengan
gelar Sri Maharaja Sri Wijayamahadewi.
Dinasti Warmadowa terkenal di Bali,
karena merupakan dinasti yang pertama
dikenal. Sesungguhnya raja-raja yang
disebut di atas hanya dikenal karena
namanya saja. Segi-segi lain dari I-
ehidupan mereka tidak dapat diketahui.
Sampai pada tahun 984 r., prasastiprasasti
di .ali umumnya ditulis dalam bahasa Bali
kuno, Keadaan ini kemudian berubah pada
tahun-tahun berikutnya.
989-1010 M. Di Bali memerintah Sri
Dharrnodayanawarmodewa (Udayana)
beserta permaisurinya SriGunapriya­
dharrnapatni. rerrnaisuri ini berasal dari
Jawa puteri dari Makutawangsawardhana,
keturunan raja Sindok dari Jawa Timur.
Pemerintahan kedua suami istri ini
termasuk yang paling terkenal di Bali,
karena merupakan suatu periode’yang
penting baik secara politis maupun
kebudayaan. Balam prasasti yang
dikeluarkan selama 989-1010 Pi. nama
permaisuri Sri Gunapriyadharmmapatni
selalu disebut lebih dahulu. begitu pules
sejak tahun 989 Pi. bahasa Jawa Kuno
sudah dipakai dalam prasasti-prasasti di
Bali. Kedua hal tadi memberi petunjuk
bahwa pulau Bali waktu itu telah berada
mendapat pengaruh) di bawwh kekuasaan
politik Jawa. Mungkin akibat pengaruh
politik raja Dharmawangsa. Kedua suami is
tri.itu terkenal pula karena kemudian
mempunyai’;putera Airlangga yang kelak
akan menjadi salah seorang bestir di pulau
Jawa. rermaisuri Gunapriyadhar.mapatni
mungkin sekali meninggal pada tahun
1010 M Di makamkan dalam arca
perwujudan sebagai Durgamahis-
asuramardini. hrtinya Durga yang sedang
membunuh m usuhnya dalam bentuk
seekor kerbau. Viengapa justru
digambarkan sebagai dewi Durga yang
menakutkan itu?. Hal ini tidak jelas, tetapi
barangkali ada hubungannya.-dengan ang­
gapan di Bali bahwa puteri
Gunapriyadharmapatni itu lama dengan
Calon A.rang. Yaitu seorang janda yang
terkenal menakutkan dalam dongeng
rakyat : Bali. Sejak,tahun 1011 Udayana
memerintah sendiri sedang wafatnya tidak
diketahui dengan jelas kepan. Makamnya
disebutkan di Banu Wka, yang sampai
sekarang belum dapat diketahui dimana
letaknya.

Kerajaan Singasari

Sejarah Kerajaan Singasari berawal
dari Kerajaan Tumapel, yang dikuasai
oleh seorang akuwu (bupati).
Letaknya di daerah pegunungan
yang subur di wilayah Malang
dengan pelabuhannya bernama
Pasuruan. Dari daerah inilah
Kerajaan Singasari berkembang dan
bahkan menjadi sebuah kerajaan
besar di Jawa Timur, terutama
setelah berhasil mengalahkan
Kerajaan Kediri dalam pertempuran
di dekat Ganter tahun 1222 M.
a. Sumber Sejarah
Sumber-sumber sejarah Kerajaan
Singasari berasal dari:
• Kitab Pararaton, menceritakan
tentang raja-raja Singasari.
• Kitab Negarakertagama, berisi
silsilah raja-raja Majapahit yang
memiliki hubungan erat dengan raja-
raja Singasari.
• Prasasti-prasasti sesudah tahun
1248 M.
b. Kehidupan Politik
Kerajaan Singasari yang pemah
mengalami kejayaan dalam perkem-
bangan sejarah Hindu di Indonesia
pernah diperintah oleh raja-raja
sebagai berikut.
Raja Ken Arok Setelah
kemenangannya dalam pertempuran
melawan Kerajaan Kediri, Ken Arok
memutuskan untuk membuat
dinasti Bhattara serta membangun
kerajaan baru dengan nama Kerajaan
Singasari.
Ken Arok sebagai raja pertama
Kerajaan Singasari bergelar Sri
Ranggah Rajasa Bhatara Sang
Amurwabhumi dan dinastinya
bernama Dinasti Girindrawangsa
(Dinasti Keturunan Siwa). Pendirian
dinasti ini bertujuan menghilangkan
jejak tentang siapa sebenarnya Ken
Arok dan mengapa ia berhasil
mendirikan kerajaan. Di samping itu,
agar keturunan-keturunan Ken Arok
(bila suatu saat menjadi raja besar)
tidak ternoda oleh perilaku dan
tindakan kejahatan yang pemah
dilakukan oleh Ken Arok. Raja Ken
Arok memerintah pada tahun
1222-1227 M. Masa pemerintahan
Ken Arok diakhiri secara tragis, saat
ia dibunuh oleh kaki tangan
Anusapati, yang merupakan anak
tirinya (anak Ken Dedes dengan
suami pertamanya Tunggul
Ametung).
Raja Anusapati Dengan meninggalnya
Ken Arok, tahta Kerajaan Singasari
langsung dipegang oleh Anusapati.
Dalam jangka waktu pemerintahan
yang cukup lama itu (1227-1248 M),
Anusapati tidak melakukan
pembaruan-pembaruan, karena
Anusapati larut dengan
kegemarannya sendiri, yaitu
menyabung ayam.
Peristiwa kematian Ken Arok
akhirnya terbongkar dan sampai
kepada putra Ken Arok dengan Ken
Umang yang bernama Tohjaya.
Tohjaya mengetahui bahwa
Anusapati suka menyabung ayam,
karena itu Anusapati diundang untuk
menyabung ayam di Gedong Jiwa
(tempat kediaman Tohjaya). Saat
Anusapati sedang asyik melihat
aduan ayamnya, secara tiba-tiba
Tohjaya mencabut keris Empu
Gandring yang dibawa Anusapati dan
langsung menusukkan ke punggung
Anusapati hingga ia meninggal.
Raja Tohjaya Dengan meninggalnya
Anusapati, tahta kerajaan dipegang
oleh Tohjaya. Tohjaya memerintah
Kerajaan Singasari hanya beberapa
bulan saja (1248 M), karena putra
Anusapati yang bernama Ranggawuni
mengetahui perihal kematian
Anusapati. Ranggawuni yang dibantu
oleh Mahesa Cempaka menuntut
hak atas tahta kerajaan kepada
Tohjaya. Tetapi Tohjaya mengirim
pasukannya untuk menangkap
Ranggawuni dan Mahesa Cempaka.
Rencana Tohjaya telah diketahui
oleh Ranggawuni dan Mahesa
Cempaka, sehingga keduanya
melarikan diri sebelum pasukan
Tohjaya menangkap mereka.
Untuk menyelidiki persembunyian
Ranggawuni dan Mahesa Cempaka,
Tohjaya mengirim pasukan di bawah
pimpinan Lembu Ampal. Namun,
Lembu Ampal akhirnya menyadari
bahwa yang berhak atas tahta
kerajaan ternyata Ranggawuni, maka
ia berbalik memihak Ranggawuni dan
Mahesa Cempaka. Ranggawuni yang
dibantu Mahesa Cempaka dan
Lembu Ampal berhasil merebut
tahta kerajaan dari tangan Tohjaya.
Selanjutnya Ranggawuni menduduki
tahta Kerajaan Singasari.
Raja Wisnuwardhana Ranggawuni
naik tahta atas Kerajaan Singasari
dengan gelar Sri JayaWisnuwardhana
dibantu oleh Mahesa Cempaka
dengan gelar Narasinghamurti.
Mereka memerintah bersama
Kerajaan Singasari (1248-1268 M).
Wisnuwardhana sebagai raja,
Narasinghamurti sebagai Ratu
Angabhaya. Pemerintahan kedua
penguasa tersebut membawa
keamanan dan kesejahteraan. Pada
tahun 1254 M, Wisnuwardhana
mengangkat putranya sebagai
Yuvaraja (raja muda) dengan maksud
untuk mempersiapkan putranya
yang bernama Kertanegara menjadi
seorang raja besar di Kerajaan
Singasari. Setelah Wisnuwardhana
meninggal dunia (dialah satu-
satunya raja yang meninggal tidak
terbunuh di Kerajaan Singasari),
tahta Kerajaan Singasari beralih
kepada Kertanegara.
Raja Kertanegara Raja Kertanegara
(1268-1292 M) merupakan raja
terkemuka dan raja terakhir dari
Kerajaan Singasari. Di bawah
pemerintahannya, Kerajaan Singasari
mencapai masa kejayaannya.
Stabilitas kerajaan yang diwujudkan
pada masa pemerintahan Raja
Wisnuwardhana disempurnakan lagi
dengan tindakan-tindakan yang
tegas dan berani. Setelah keadaaan
Jawa Timur dianggap baik, Raja
Kertanegara melangkah ke luar Jawa
Timur untuk mewujudkan cita-cita
persatuan seluruh Nusantara di
bawah panji Kerajaan Singasari.
Upaya yang ditempuh Raja
Kertanegara dapat dilihat dari
pelaksanaan politik dalam dan luar
negeri.
Dalam rangka mewujudkan Stabilitas
politik Kerajaan Singasari, Raja
Kertanegara menempuh jalan
sebagai berikut.
•Mengadakan pergeseran
pembantu-pembantunya seperti
Mahapatih Raganata digantikan oleh
Aragani. Raganata diangkat menjadi
Adhiyaksa di Tumapel. Juga banyak
Wide yang berasal dari rakyat biasa
diangkat menjadi pegawai tinggi
dengan gelar Aryawiraraja dan
diangkat menjadi bupati Sumenep
(Madura).
•Berbuat baik terhadap lawan-lawan
politiknya, yaitu dengan mengangkat
putra Jayakatwang raja Kadiri yang
bernama Ardharaja diambil jadi
manantu. Serta Raden Wijaya selaku
cucu Mahesa Campaka dijadikan
menantu pula.
•Memperkuat angkatan perang
untuk menciptkan keamanan dan
ketertiban didalam negeri dan
mewujudkan persatuan nusantara

Template by:

Free Blog Templates